Bila saya yang diangkat jadi menteri pendidikan, cukup
dalam 3 tahun, System pendidikan di Indonesia akan
sebaik di Amerika, dan apabila pernyataan saya tidak
menjadi kenyataan saya berani dihukum mati !!!! 
Tetapi dalam menjalankan tugas saya, saya berhak
menarik koruptor2 didalam system yang saya bentuk
ini...... Tentu yang takut itu bukan saya, karena
siapapun yang membaca tulisan saya ini juga punya
keyakinan yang sama bahwa saya pasti akan berhasil. 
Sebaliknya penguasa2 itulah yang takut, karena setiap
saat mereka bisa saya tarik sebagai koruptor yang
tidak tertolong reputasinya selama hidupnya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

Sang:
 
Saya ngak nyangka orang semacam anda punya semangat buat jadi kontributor 
dibidang Pendidikan, tetapi sayang spirit anda kurang didukung oleh kadar 
keseimbangan antara mentality dan intelektuil yg bisa-bisa membawa semua 
pelajar ketahap kontradiksi antara sains dan agama...
 
Alih alih mengangkat anda, malahan saya khawatir orang semacam anda bisa 
dikarantina sebab mengajarkan hal-hal yg bertentangan dgn sila 1 pancasila 
yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa... Sebaliknya yg anda dorong adalah Ketegangan yg 
maha edan...
 
Tapi saya tetap hargai semangat anda memberi sumbangan ttg pendidikan 
Indonesia, hanya saja sistem pendidikan di amerika yg gratis buat sementara 
belum bisa dipenuhi oleh negara sebesar Indonesia hutangnya... 
 
Barangkali jika anda kembali dgn sistem pendidikan berkompetensi semacam ini 
nantinya dgn orang tua yg paham cara mendidik anak sejak dini plus buku-buku yg 
cukup, saya kira kita bisa menjadikan Indonesia adalah contoh kesuksesan global 
selain di America yg mengajarkan bagaimana menjadi bissnissmen, ilmuwan, 
scientist dan juga petualang angkasa yg handal dan itu artinya kita perlu 
perobahan total curikulum Indonesia yg tidak menjadikan setiap pribadi adalah 
spesifik dan khusus...
 
 
Sang

muskita wati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Seperti yang saya tulis sebelumnya, kehancuran
pendidikan di Indonesia bukan lagi dalam proses,
melainkan memang sudah hancur total dan sekarang
sedang berkembang akibat2nya kesegala jurusan, mulai
dari system penerimaan mahasiswa baru hingga ke
penerimaan pegawai, dimana diantaranya ada tenggang
waktu yang makin merusak system2 lainnya dan membuka
lubang2 korupsi lebih lebar karena diharuskan
mengikuti ujian susulan yang kedua yang definisinya
juga tidak ada misalnya apa yang harus diperbuat kalo
hasil ujiannya juga tetap sama jelek atau sama2 engga
lulusnya. Belum lagi, mereka yang sudah diterima tapi
belum lulus SMA, kemudian rusak konsistensinya sewaktu
murid2 tahun2 sebelumnya juga menuntut hal yang sama
ataupun hak yang sama. Kita tinggal tunggu tontonan
gratis dimana semua panik yang berlanjut kearah
kehancuran semua system lainnya makin amburadul
seperti system perdagangan, system ekonomi, dan system
pemerintahan !!!!!

Namun ibarat bola es, akibat kehancuran terus bergulir
ibarat gelombang Tsunami yang meraih apa saja yang
bisa ikut dihancurkan bersama.

Kehancuran pendidikan memang sudah terjadi lebih dari
5 tahun yang lalu, namun berhasil ditutupi bukan
diatasi. Sekarang ini hanyalah dikuakan oleh
pemerintahan yang baru, mungkin tidak sengaja terkuak,
atau memang sengaja dikuakan untuk menutupi boroknya
sendiri sambil telunjuk menunjuk kepada penguasa yang
lama sebagai kambing hitamnya.

Dulu ahli2 pendidikan di Indonesia yang orang2nya sama
seperti yang sekarang pernah menolak system pendidikan
yang berlaku di Amerika ini. Namun sekarang sang
Menteri Pendidikan sendiri berusaha mengabaikan
kehancuran ini dengan menganggap se-olah2 hal yang
sama juga berlaku di Amerika, yaitu bahwa seorang
siswa bisa saja diterima diperguruan tinggi di Amerika
meskipun belum lulus SMA. Pernyataan ini cuma benar
sebatas bibir yang mengucapkan, diluar bibirnya dalam
arti dalam praktek dilapangan sama sekali berbeda
kenyataannya. Karena memang Perguruan Tinggi di
Amerika sejak dulu tidak dibawah kontrol departement
Pendidikan seperti halnya di Indonesia, karena
dimanapun anda masuk SD, SMP, dan SMA di Amerika ini,
baik itu swasta, ataupun pemerintah, tidak pernah ada
istilah "tidak naik kelas".

SYSTEM PENDIDIKAN DI AMERIKA: Menetapkan tingkat atau
kelas seorang anak bukan berdasarkan ijazah, raport,
ataupun ujian masuknya tetapi berdasarkan umur anak
ybs. Misalnya anak yang berumur dibawah 10 tahun
ditetapkan untuk masuk SD, diatas 10 tahun boleh masuk
SMP, dan diatas 12 tahun boleh masuk SMA. Tetapi kata
boleh itu harus anda perhatikan, karena arti "boleh"
disini artinya bisa juga menolaknya. Demikianlah, hal
ini hanyalah ketentuan umum saja, namun dalam
pelaksanaannya, apabila anak anda sudah ditetapkan
masuk SD karena masih berumur 9 tahun, tetapi anda
sebagai orang tua anak itu yakin kalo anak anda bisa
masuk SMA...... sebagai orang tua anak anda bisa
menghadap guru atau kepala sekolah agar anak anda
langsung saja masuk ke SMA. Untuk hal ini sang kepala
sekolah tinggal meminta anak tsb untuk masuk keruangan
kepala sekolah untuk diberi satu lembar test berisi
soal2 yang menetapkan bisa atau tidak anak anda masuk
ke SMA langsung. Test-nya tentu saja tidak susah tapi
gampang sekali, dan mengerjakannya juga tak perlu lama
cukup 30 menit, atau bahkan cukup 10 menit. Lalu
setelah diperiksa, hasilnya disampaikan kepada orang
tua murid, apabila lulus, langsung saja masuk ke SMA. 
Tetapi kalo tidak lulus, anda sebagai orang tua masih
bisa memaksa untuk memasukkan anak anda ke SMP. Maka
mulailah anak anda sekolah di SMP ataupun di SMA,
namun kalo sial, ternyata anak anda tidak bisa
mengikutinya dalam waktu evaluasi harian, maka guru
akan memanggil orang tuanya agar anaknya boleh
diturunkan ke tingkatan yang lebih rendah, dan kalo
orang tuanya menolak, anak itu bisa tetap di SMP namun
pelajaran2 SD diwajibkan untuk dilaluinya dulu dengan
nilai lulus.

Demikianlah, cara2 sekolah di Amerika benar2 engga
perlu aturan macem2 kayak di Indonesia, mau kelas
berapapun boleh saja, mau lompat langsung ke
Universitaspun engga masalah. DAN YANG PALING PENTING
ANDA KETAHUI, BAHWA DI AMERIKA INI TIDAK ADA SMA
JURUSAN PAS, PAL, SOS, DAN BUD. Karena setiap siswa
boleh mengambil tambahan mata pelajaran yang mengarah
kejurusan Pas, Pal, Sos, atau Bud, dan pelajaran
credit tambahan ini kalo nilainya baik, akan otomatis
dianggap jurusan tsb. Dan kalo nilainya kurang baik,
dapat diulang. Jadi kalo anda mau lulus SMA jurusan
Pas/Pal, tinggal tambah satu atau dua mata pelajaran
tambahan saja untuk dijadikan credit dalam Diploma
anak anda sehingga menjadi sesuai SMA jurusan Pas/Pal
di Indonesia.

Demikianlah, system pendidikan di Amerika sangat
berbeda dengan system amburadul yang mahal biayanya,
rentan pemerasan, rentan korupsi, dan rentan hancur
dalam sekejab !!!!!! Naaah.... beda bukan ??? lain
dengan system pendidikan di Amerika ini, guru tak bisa
memeras, karena apanya yang mau diperas kalo tidak ada
kenaikan kelas??? guru dan kepala sekolah tidak bisa
korupsi, karena apanya yang mau dikorupsi kalo semua
murid bisa sekolah gratis tanpa dipungut bayaran baik
yang mampu ataupun yang tidak mampu, bahkan buku2nya
juga disediakan, antar jemput tersedia, bahkan
disekolah diberi makan 2x setiap hari dengan catatan,
guru tidak mendapatkan makanan, guru harus beli
sendiri bila mau makan siang. Bahkan tidak ada
seorangpun anak murid yang menyediakan teh pahit
dimeja guru. Guru harus beli minumnya sendiri. Dan
yang lebih gila disini, seringkali guru keluar duit
mengongkosi project yang ditugaskan kepada murid2nya
demi angka2 murid itu jangan jeblok. Guru bertanggung
jawab atas kemampuan murid2nya. Guru sangat rentan
atau gampang dipecat dan diganti guru lainnya.

Demikianlah gambaran perbedaan yang jelas antara
system pendidikan di Amerika dan system pendidikan di
Indonesia yang sangat sangat korup. Menciptakan
system pendidikan sama sekali tidak susah atau
sangatlah gampang, yang bikin susah itu adalah vested
interest, baik Menter, Guru, maupun pejabat2
diantaranya berusaha membuka lubang2 agar masing2
tingkat ada permainan masing2 dalam menambah income
mereka.

SEKALI LAGI, MENDESIGN SYSTEM PENDIDIKAN YANG BERMUTU,
MURAH BIAYANYA, DAN TINGGI HASILNYA (TINGGI KUALITAS
MURIDNYA) TIDAK SUSAH......DENGAN KATA LAIN GAMPANG
SEKALI...... SEKALI LAGI BIAR JELAS ANDA MENDENGARNYA,
GAMPANG SEKALI, TANPA PERLU BIAYA TAMBAHAN....

Karena yang sangat susah selama ini yang dilakukan
oleh semua menteri2 Pendidikan sejak zaman Sukarno
sama sekali bukan design pendidikannya, melainkan
mendesign lobang2 bocorannya, misalnya dimulai dari
menetapkan buku wajib dimana pencetakkannya ditunjuk
dengan berbagai akal2an komisi dan korupsi, dlsb,
seperti ujian2 nasional, ijazah, permainan akrobat
angka dsb, dsb.

Bila saya yang diangkat jadi menteri pendidikan, cukup
dalam 3 tahun, System pendidikan di Indonesia akan
sebaik di Amerika, dan apabila pernyataan saya tidak
menjadi kenyataan saya berani dihukum mati !!!! 
Tetapi dalam menjalankan tugas saya, saya berhak
menarik koruptor2 didalam system yang saya bentuk
ini...... Tentu yang takut itu bukan saya, karena
siapapun yang membaca tulisan saya ini juga punya
keyakinan yang sama bahwa saya pasti akan berhasil. 
Sebaliknya penguasa2 itulah yang takut, karena setiap
saat mereka bisa saya tarik sebagai koruptor yang
tidak tertolong reputasinya selama hidupnya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

                
---------------------------------
 Sell on Yahoo! Auctions  - No fees. Bid on great items.

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke