Refl: Kalau dalam waktu hampir 7o tahun tidak ada perkembangan (pembangunan), 
apakah mungkin yang terbengkali ini bisa dikejar dalam waktu hingga tahun 2030? 
Apakah yang dimaksudkan dengan pembangunan ialah mendirikan gedung-gendung 
tinggi seperti yang sedang dibangun di Jakarta?

http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=42&id=36392

KAMIS, 12 Januari 2012 | 


Dilema Pembangunan Kawasan Timur Indonesia (KTI)
Konsepsi pembangunan Indonesia khusunya pada Kawasan Timur Indonesia (KTI) 
merupakan kebutuhan mutlak yang sangat dibutuhkan saat ini. 

Keyakinan dalam membangun Kawasan Timur Indonesia yang dianggap sebagai vital 
pembangunan nasional, menjadi spirit guna membangun kekuatan ekonomi negara 
terutama yang difoukskan pada upaya pengembangan sumber saya ekonomi bangsa. 
Dengan melihat potensi yang ada dalam Kawasan Timur Indonesia, maka sudah 
saatnya ekonomi kawasan ini dibangun dengan baik untuk kesejahteran masyarakat 
di daerah Kawasan Timur Indonesia (KTI). 

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir paska munculnya Otonomi di daerah, 
terjadi segregasi pembangunan maupun peningkatan ekonomi daerah di kawasan 
timur Indonesia semakin merosot. Fenomena ini menambah daftar panjang angka 
kemiskinan di KTI kian meningkat, selain itu potensi besar sumber daya alam 
maupun sumber daya ekonomi yang dimiliki di kawasan KTI belumlah maksimal 
dikelola secara baik. Pemerintah pusat malah lebih memfokuskan serta 
memprioritaskan program pembangunan di Kawasan Barat Indonesia (KBI). Begitu 
halnya dengan tingkat pertumbuhan ekonomi timur Indonesia yang kian merosost 
tajam, akibat kawasan timur Indonesia di nomor dua kan dalam aspek proses 
kebijakan pembngunan pemerintah yang tak lagi loyal untuk melihat KTI. 

Kebijakan setengah hati pemerintah pusat dalam mendorong proses percepatan 
pembangunan ekonomi maupun meningkatkan berbagai sektor unggulan lainnya di KTI 
malah ikut membebankan anggaran daerah sekaligus mengorbankan rakyat di daerah 
KTI akibat anggaran negara yang hanya terfokus untuk proses pembangunan di 
kawasan barat Indoseia terus melonjak. Oleh karena itu, tinggkat kemiskinan, 
dekonstruksi pembangunan maupun problem lokal lainnya yang muncul di kawasan 
timur Indonesia merupkan hal yang tak bias terelakan. 

Implementasi dari praktek otonomi daerah atau dengan kata lain proses 
Desentralisasi pembangunan ekonomi di daerah kawasan timur Indonesia yang 
menjanjikan moto kesejahteraan di daerah masih sebatas utopis serta belum mampu 
menjawab amanah kebutuhan rakyat di daerah. Ironisnya, kewenangan pemerintah 
pusat yang telah dipercayakan langsung kepada pemerintah daerah untuk mengurus 
rumah tangganya sendiri di daerah belum berjalan sinergis. Yang terjadi adalah 
kepentingan elite pejabat pemerintah pusat serta kawasan barat Indonesia dalam 
mendorong upaya percepatan pembangunan di kawasan barat Indonesia cukup 
menjanjikan. Alahasil, dampak pembangunan berjalan lamban di kawasan Timur 
Indonesia, kemiskinan menjadi indikator kegagalan pemerintah, maupun 
pertumbuhan ekonomi daerah terhambat sama sekali. Kawasan barat Indonesia malah 
labih diuntungkan ketimbang kawasan timur Indonesia. 

Sejalan dengan itu, maka transisi kebijakan politik anggaran maupun penguatan 
kebijakan pemerintah pusat terhadap upaya kebijakan pembangunan antar kawasan 
di Indonesia harus berjalan seimbang sehingga, tidak melahirkan segregasi 
pembangunan yang nyaris meletup pada gerakan disintegrasi bangsa baik dari 
aspek pembangunannya maupun untuk pertumbuhan ekonominya. Saatnya pemerintah 
pusat merubah mainset paradigma kebijakan yang tadinya hanya terfokus pada 
wilayah barat juga harus condong kepada kawasan Timur Indonesia. Untuk itulah, 
kawasan timur Indonesia butuh kebijakan strategis pemerintah pusat guna 
memperkuat posisi tawar pembangunan maupun dalam memajukan ekonomi daerah yang 
dianggap kurang diperhatikan. 

Dengan melihat fenomena dan dinamika pengembangan kawasan pembangunan ekonomi 
di atas yang dinamis, maka bagi kawasan Indonesia timur butuh kajian 
komprehensif dan desaign agenda grand strategi pembangunan secara matang dan 
relevan sehingga untuk menakar pembangunan serta peningkatan ekonomi di daerah 
Kawasan Timur Indonesia dapat tercipta berdasarkan lokus dan swakelola sumber 
daya potensi daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan (Development 
Suistinable) di Kawasan Timur Indonesia 

Untuk itu, pemberdayaan Kawasan Timur Indonesia sudah semstinya di perhatikan 
sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Betapa besar sumbangan dan kontribusi besar 
bagi negara ini, patut disadari pula oleh pempus bahwa daerah di KTI adalah 
daerah penyumbang anggaran terbesar bagi pemerintah pusat. Karena memiliki 
sumber daya yang melimpah, maka potensi ini ikut disumbangkan kepada Negara. 
Dan sangat ironis jika pempus lebih terbuai dan memprioritaskan kebijakan 
pembangunan hanya berkisar di Kawasan Barat Indonesia. 

Rakyat di daerah KTI akan menuntut kebutuhannya, manakala pempus tidak 
memperdulikan pembangunan KTI. Ketimpangan pembangunan antar kawasan di negara 
ini tidak hanya ulah pemerintah daerah, tetapi ulah pempus yang yang sengaja 
mencoba membangun kesenjangan konflik pembangunan antara kawasan terutama di 
kawasan KTI. Kebijakan pempus terhadap pembangunan di KTI masih dilematis, 
rakyat menuntut haknya di Papua, Maluku ikut berteriak sana sini, Sulwesi 
maupun kawasan timur lainnya juga ikut menuntut bagiannya. Fakta yang mencolok, 
potensi sumber daya yang dikelola oleh pempus di KTI tidak sebanding kebijakan 
yang diluncurkan ke daerah. Malah membuat daerah jatuh miskin, rakyat sengsara, 
pertumbuhan ekonomi masyarakat menurun, pengagguran serta masalah krusial 
lainnya. 

Krisis ekonomi dan pembangunan yang berkepanjangan berpengaruh nyata terhadap 
pembangunan ekonomi nasional dan regional. Laju pertumbuhan ekonomi menjadi 
lambat, pendapatan menurun dan kesempatan kerja terbatas. Hal inilah memicu 
konflik diaderah yang kian saja terjadi terutama di KTI. Daerah-daerah kawasan 
tertinggal hanya dapat dilihat di wilayah KTI. Realitas ini enunjukan kegagalan 
pemerintah pusat dalam memajukan kawasan pembangunan di Kawasan Timur 
Indonesia. 

Saat ini pemerintah kembali mencanangkan kebijakan dan strategi ekonomi 
nasional baru lagi, setelah Visi Ekonomi Indonesia 2030, yang disebut sebagai 
Master Plan Percepatan dan Perluasan Permbangunan Ekonomi Indonesia ( MP3EI, 
2011-2025). Adanya kata ’perluasan’ sebenarnya mengisyaratkan semacam pengakuan 
bahwa memang selama ini terjadi konsentrasi pembangunan ekonomi di tanah air, 
secara geografis atau wilayah dan mungkin juga secara sektoral. Tetapi pada 
dasarnya setidaknya ada dua hal pokok penting dicermati. 

Pertama, apakah kinerja perekonomian nasional pada 2025 benar-benar akan mampu 
memperluas basis pembangunan ekonomi Indonesia? Dan kedua, dengan mencermati 
Kesenjangan pembangunan KTI, akankah tergambar kecenderungan semakin menyempit 
kesenjangan antara KBI dan KTI?

Tentu pertanyaan ini hanya pemerintah yang tahu, karenanya master plan 
pembangunan yang dirancang oleh pempus, toh akan dilaksanakan juga oleh pempus 
lewat kebijakan-kebijakan khusus sentra ekonomi pembangunan di Negara ini. 
Namun hanya tawaran terakhir yang diharapkan daerah di KTI bahwa, sudah saatnya 
Kawasan Timur Indonesia butuh kemajuan pembangunan di berbagai sektor, sehingga 
untuk meneguhkan semangat persatuan dan kesatuan, maka kesenjangan pembangunan 
di KTI harus segera di rubah oleh pempus tentang mindset kebijakan 
pembngunannya.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke