Refl: Masyaalloh! Kekuatan SBY tinggal hanya 30%? Kemana pergi 70%. Apa sebab mereka meninggalkan SBY?
SBY adalah (mantan) jenderdal TNI berbintang empat atau 5. Seandainya SBY ini memimpin tentara di medan pertempuran yang benar-benar tejadi dan pasukannya dibabat dari kiri, kanan, muka belakang, dan dari atas dibombardir tak habis-habisan. Dan serdadunya yang masih hidup 30% (terhitung yang luka-luka), berarti tidak ada banyak alternatif jalan keluar untuk memenangkan pertempuran, jadi apabila tidak mau dibabat oleh musuh sampai hancur lebur kesatuannya, maka tidak ada jalan lain dari pada dinaikan bendera putih dan menyerah tanpa syarat. Tetapi, masalah yang dikemukan dalam artikel di bawah ini bukan medan pertempuran, tetapi managemen kekuasaannya. Kasihan bagi mereka yang memilih PD dan SBY menjadi presiden karena janji-janjinya. Salah satu ucapannya ketika bebicara di Ambon menjelang Pemilu yang lalu, SBY menyatakan ingin sekali melihat putera Maluku dalam kabinet. Bagi penduduk Maluku yang mau dibodohkan percaya saja kepada ucapan SBY, dan memberikan hak pilih mereka kepada SBY. Ternyata apa yang diucapan SBY hanya bualan saja. Mana bisa SBY yang mensponsor Laskar Jihad ke Maluku mau membuat putri atau putri Maluku menjadi menteri. Masa seperti Dr Leimena, Dr Siwabessy, Ir Putuhena (meneteri PU, 1947), Muhammad Padang, Latuharihari etc, sudah berlalu dan tidak berlaku, sekarang zaman neo-Mojopahit. http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=41&id=36448 SABTU, 14 Januari 2012 | Kekuatan SBY Tinggal 30 Persen Jakarta, AE.- Aksi demonstrasi kian marak dan terjadi hampir merata di berbagai daerah. Di Jakarta, dalam aksi kemarin, Kamis (12/1), para demonstran pun berhasil merobohkan pagar DPR. Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Iberamsjah, menilai berbagai aksi ini merupakan cermin dari kekecawaan publik terhadap pemerintahan SBY-Boediono yang tidak lagi berpihak pada rakyat. Kekecewaan ini wajar sebab SBY bukan lagi Presiden RI, melainkan Presiden Partai Demokrat. "Cuma SBY, Presiden RI yang sering memakai baju dan jaket Demokrat. Presiden Soeharto tidak pernah memakai Jaket Golkar selama 32 tahun, begitu juga dengan Presiden Soekarno yang tidak pernah memakai baju PNI," kata Iberamsjah, Jumat (13/1). Karena itu, Iberamsjah yakin dukungan pada SBY kian menciut. Di parlemen, Demokrat akan segera habis karena ditinggalkan teman koalisinya. Sementara rakyat semakin sadar bahwa SBY satu-satunya presiden penakut dalam sejarah politik Indonesia. "Dan memang aksi-aksi belakangan menunjukan bahwa kekuatan SBY tinggal sekitar 30 persen saja, atau bahkan kurang. Memang ada jutaan rakyat yang diam, tapi mereka geram dalam diamnya," demikian Iberamsjah. DEMOKRAT BANTAH SBY MULAI KETAKUTAN Cukup aneh bila Presiden SBY disebutkan sudah mulai ketakutan. Apalagi bila sekedar melihat indikasi kunjungan SBY ke Jawa Timur yang didampingi oleh Panglima TNI Laksaman Agus Suhartono, Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan Kepala BIN Letjen Marciano Norman. Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, Jumat (13/1). "Bila SBY takut, yang mendampingi adalah aparat keamanan di lapangan, dan ketiga jenderal itu, sebagai operator keamanan, tetap di Jakarta untuk memantau," tegas Sutan. Sutan menambahkan bahwa kunjungan SBY ke Jawa Timur, diantarannya adalah untuk bertemu dengan beberapa pesantren. Dalam pertemuan tersebut dijelaskan kondisi yang sebenarnya terkait dengan keamanan di Indonesia. Dan penjelasan itu sangat penting bila disampaikan langsung oleh pemegang otoritas keamanan di Indonesia. "SBY tidak pernah takut dengan demo-demo sebab yang demo itu cuma ratusan sedangkan rakyat yang mendukung SBY ada jutaan," demikian Sutan. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
