http://www.analisadaily.com/news/read/2012/01/14/30491/menanti_solusi_bagi_aceh/#.TxRZK_k-rRU

- Sabtu, 14 Jan 2012 00:54 WIB

Menanti Solusi bagi Aceh

MOTIF pasti kasus teror penembakan misterius yang terjadi di Aceh, bisa 
dikatakan belum terungkap. Ini karena para pelakunya sendiri hingga sekarang 
belum tertangkap. Namun, sebagai pegangan awal, kita bisa merujuk kepada dua 
pernyataan yang disampaikan petinggi pemerintah pusat dan daerah perihal kasus 
ini.
Pertama adalah yang disampaikan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan 
Keamanan, Djoko Suyanto. Dia akhirnya menyatakan, insiden penembakan itu 
terkait dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Aceh yang tahapannya tengah 
berlangsung saat ini. Pemungutan suara dilakukan pada 16 Februari 2012.

Pernyataan kedua disampaikan Gubernur Aceh, Irwandy Yusuf. Menurut dia, kasus 
teror itu terkait persoalan ekonomi masyarakat Aceh. Dia tidak melihat sama 
sekali bahwa kasus penembakan misterius ini terkait konflik Pilkada Aceh.

Apa yang disampaikan oleh Djoko Suyanto seakan mengonfirmasi pandangan yang 
selama ini berkembang di kalangan masyarakat. Sedangkan pendapat Gubernur Aceh 
hingga kini masih menjadi perdebatan hangat. Penentangan terutama sekali adalah 
bila hal itu dikaitkan dengan kesan adanya ketegangan hubungan antara 
masyarakat Aceh dan pendatang dalam persoalan ekonomi.

Pilkada merupakan mekanisme dalam sistem demokrasi dalam soal meraih kekuasaan. 
Konflik pasti akan terjadi. Ini tidak bisa dimungkiri. Kemampuan dalam 
mengelola konflik agar tidak meluas dan meningkat baik intensitas maupun 
skalanya menjadi tuntutan di dalam mekanisme tersebut.

Bila benar adanya kasus penembakan misterius terkait Pilkada Aceh, sudah 
sepatutnya diakhiri! Kekuasaan yang ingin diperoleh tidak seharusnya sampai 
memunculkan masalah sedemikian menggentarkan kita semua. Apalagi, sesungguhnya, 
kekuasaan yang kelak digenggam itu adalah untuk mencapai tujuan bersama yang 
dikehendaki, di antaranya ketenteraman dan kedamaian.

Problem Pilkada Aceh memang rumit. Ini khususnya terkait perkembangan terbaru 
adanya keinginan untuk membuka kembali pendaftaran bakal calon kepala daerah 
namun tidak memiliki landasan hukum. Keputusan dalam persoalan ini akan 
berdampak bagi para calon lainnya, terutama seperti disampaikan Gubernur 
Irwandy Yusuf, dalam soal dana kampanye.

Kiranya, satu ungkapan khas masyarakat Aceh yaitu ‘Aceh lon sayang’ (Acehku 
sayang) dapat menjadi salah satu basis antropologis-sosiologis untuk 
menyelesaikan persoalan yang membelit ‘Serambi Mekkah’ saat ini. Ungkapan 
tersebut hendaknya menjadi pegangan seluruh elemen, terutama para pengambil 
kebijakan, dalam mencari solusi bagi Aceh.

Ungkapan tersebut menyiratkan supaya kita mengenali Aceh secara utuh, tak 
terkecuali cara berpikir dan dinamika masyarakatnya. Kalimat itu juga mengajak 
kita untuk memandang dan menempatkan Aceh sebagai bagian dari diri kita 
sendiri. Sehingga, perspektif penyelesaiannya setelah berpikir secara cermat, 
mendalam serta jernih, melahirkan pilihan terbaik yang dapat kita ambil.

Pemerintah, seperti Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan dan Kementerian 
Dalam Negeri maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) beserta jajaran pemerintahan 
daerah dan Komite Independen Pemilihan (KIP) serta para pemangku kepentingan 
lainnya, tentu saja bisa mengambil solusi secara hukum dan politik maupun 
keduanya sekaligus. Tetapi, kebijakan itu jangan sampai menimbulkan konflik 
baru sehingga terjadi konflik tak berkesudahan yang justru makin memberatkan 
kehidupan masyarakat Aceh.

Sebelum memutuskan untuk menunda atau tetap melanjutkan tahapan Pilkada Aceh, 
misalnya, harapan kita ialah kebijakan yang akan diambil setelah melalui suatu 
pembahasan komprehensif. Ini agar kebijakan itu bisa dilaksanakan. Kegagalan 
mengimplementasikan kebijakan sebelumnya harus jadi pelajaran berharga.

Ungkapan ‘Aceh lon sayang’ juga menghendaki menjunjung tinggi kearifan. Dia 
kita harapkan akomodatif terhadap semua pihak (win-win solution). Karena itu, 
sebisa mungkin, kebijakan ini menjadi kebijakan final sehingga Pilkada Aceh 
tidak terkatung-katung. Pikirkan dan sayangilah masyarakat Aceh!


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke