http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/16/index.shtml?ArtId=003_007&Search=Y


                  Pimpinan Syiah Sampang Mengungsi  
                 
                  SAMPANG 
           
     
                       
                  Dilarang kembali ke Desa Nangkernang di Sampang.

                  Empat orang petinggi Islam aliran Syiah di Kabupaten Sampang, 
Jawa Timur, akhirnya memilih menetap untuk sementara di Kabupaten Malang. 
                  Mereka adalah pimpinan Syiah Sampang, Ustad Tajul Muluk; 
Ustad Iklil Hilal; Ustad Syaiful; dan Ustad Alimullah sekeluarga. “Ibu saya 
yang seorang Sunni juga ikut bersama kami,” kata Ustad Iklil kepada Tempo Sabtu 
lalu. 

                  Menurut Iklil, Malang dipilih karena dianggap tempat paling 
aman bagi dirinya dan keluarganya. 

                  Selama setahun terakhir, kata dia, adiknya, Ustad Tajul, juga 
bermukim di Malang sejak ia diusir dari kampung halamannya oleh Pemerintah 
Kabupaten Sampang. “Kami mau istirahat dulu, menenangkan pikiran. Kami lelah 
dengan masalah di Sampang,” ujarnya. 

                  Iklil menuturkan, mereka berangkat ke Malang Jumat pekan lalu 
dengan 

                  dikawal sejumlah personel Kepolisian Resor Sampang. 
                  Sebelum memutuskan pergi ke Malang, Iklil dan pimpinan Syiah 
lainnya sudah mantap untuk pulang ke Desa Nangkernang bersama ratusan jemaahnya 
setelah diusir paksa oleh pemerintah Sampang Kamis pekan lalu. 

                  Namun, saat mereka sudah di Nangkernang, polisi melarang 
Iklil dan Tajul tinggal. Hanya jemaah mereka yang diperbolehkan menetap. Pada 
Kamis sore, mereka dibawa lagi ke Kota Sampang oleh polisi. 

                  “Kami menurut saja, demi keamanan jemaah,” ujar Iklil. 

                  Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Sampang Abdul 
Hali Toha mengatakan pemerintah Sampang memang melarang empat tokoh Syiah itu 
pulang ke Nangkernang. 

                  Mereka dianggap biang kerok kerusuhan warga di Nangkernang. 
“Sudah lama kami melarang Kiai Tajul pulang, tapi selalu dilanggar,” ujarnya. 

                  Akhir Desember tahun lalu, sekelompok orang yang menamakan 
diri mereka kelompok Sunni me nyerang pondok pesantren yang beraliran Syiah di 
Desa Nangkernang, Sampang, Madura. Selain pondok pesantren, mereka juga 
membakar rumah warga. 

                  Warga Syiah di Desa Nangkernang kemudian mengungsi ke sebuah 
gelanggang olahraga di sana. Namun, meski masih dicekam rasa takut, warga sudah 
dipaksa pulang ke kampungnya pada Kamis lalu. Pemulangan paksa ini mendapat 
tentangan dari berbagai pihak. 

                  Komisi untuk Orang Hilang dan korban Tindak Kekerasan 
(Kontras) Surabaya mengecam pe mulangan paksa para pengungsi Syiah. Tindakan 
pemulangan paksa oleh pemerintah Sampang telah dianggap pelanggaran hak asasi 
manusia. “Pemerintah setempat telah melalaikan tanggung jawabnya untuk 
melindungi hak-hak dasar kelompok Syiah. Bahkan Pemerintah Kabupaten Sampang 
telah menjadi salah satu aktor yang mem biarkan terjadinya ke kerasan terhadap 
warga Syiah,” ujar Koordinator Kontras Surabaya Andy Irfan Junaidi. ● MUSTHOFA 
BISRI 
                 
           
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke