Refl: Ngawur itu artinya benar, supaya anggota pemerintah bisa mendapat 
tambahan rejeki, karena ada macam-macam cara membuat ongkos termasuk markup 
dsbnya. Salahnya rakyat masa bodoh, mau seenaknya dibodohi untuk mempunyai 
pemerintah terdiri dari oknom-oknom tukang catut. Begitulah sifat mereka, 
seperti yang dikatakan oleh alm. ibu Tien dulu, yaitu “mungpung ada kesempatan 
harus dipergunakan”. Mungkin maksud ibu Tien, baik tetapi dalam negeri kucar 
kacir, merebut rejeki dengan mengumpulkan harta haram selama hayat dikandung 
badan dan selama ada kesempatan. Time is money, kata orang pandai.

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/17/index.shtml?ArtId=019_007&Search=Y

"Rencana Belanja Pemerintah Ngawur" 
JAKARTA 

Rencana dari kementerian dan lembaga belum matang.

Perencanaan belanja kementerian dan lembaga teknis untuk tahun anggaran 2012 
belum optimal. Sejauh ini baru setengah dari 114 kementerian dan lembaga teknis 
yang sudah menyerahkan rencana belanja. Rencana yang sudah masuk juga tidak 
memuaskan. “Dari yang menyampaikan, tidak terkoordinir, belum matang, 
ngawur-ngawuran,”kata Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Kementerian 
Keuangan Agus Supriyanto di kantornya kemarin. 
Dia mencontohkan, ada rencana belanja yang membagi pagu anggaran dalam 12 
bulan. Padahal seharusnya hal itu sesuai dengan kalender kegiatan, terutama 
belanja modal dan barang. Rencana belanja asal-asalan itu pun dikembalikan ke 
pembuatnya. “Kami ketat sesuai dengan perencanaan pengadaan mereka,”katanya. 

Kementerian dan lembaga teknis bersangkutan sudah dicatat oleh Tim Pengawasan 
dan Evaluasi Percepatan dan Penyerapan Anggaran. Melalui tim ini, Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono mendesak kementerian dan lembaga agar membuat 
perencanaan belanja terperinci sejak awal tahun. 

Rencana ini penting untuk proses pencairan dana dari Kantor Perbendaharaan 
Negara Kementerian Keuangan. 

Penyampaian rencana belanja saat ini juga sudah melewati tenggat penyampaian 
pada 13 Januari 2012. 

Agus berharap ultimatum Presiden dan pengawasan ketat membuat kementerian dan 
lembaga teknis lebih baik dalam rencana belanja. 

Target penyerapan anggaran telah ditetapkan 20 persen pada kuartal pertama 
tahun ini, sebagai upaya mengoptimalkan penyerapan anggaran sepanjang tahun. 
Penyerapan anggaran tahun lalu hanya mencapai 87 persen, lebih kecil ketimbang 
penyerapan anggaran 2010 yang mencapai 97 persen. 

Total belanja yang dialokasikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 
2012 mencapai Rp 1.435 triliun, yang terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp 
965 triliun dan transfer ke daerah Rp 470 triliun. 

Belanja pemerintah menurut jenisnya ditetapkan, belanja pegawai Rp 215,725 
triliun, belanja barang Rp 142,238 triliun, belanja modal Rp 168,265 triliun, 
pembayaran bunga utang Rp 122,217 triliun, subsidi Rp 208,85 triliun, belanja 
hibah 1,796 triliun, bantuan sosial Rp 64,928 triliun, dan belanja lainnya Rp 
28,504 triliun. 

Soal penyerapan anggaran, kalangan Dewan mendesak pemerintah mengoptimalkan 
belanja negara pada kuartal pertama tahun ini. 

Setidaknya, dalam tiga bulan pertama, belanja harus mencapai 15 persen.”Kami 
harapkan pemerintah fokus pada realisasi belanja modal karena terkait 
infrastruktur,” ujar anggota Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan 
Rakyat, Kemal Azis Stamboel. 

Belanja negara, terutama belanja modal, akan menja

di stimulus dan memicu multiplier effect pembangunan infrastruktur pendukung 
oleh swasta dan sektor-sektor ekonomi lainnya. “Ini akan mengeskalasi 
pertumbuhan ekonomi. 
Anggaran belanja modal sudah jelas, maka harus dipastikan eksekusinya 
baik,”kata Kemal. Dia menyayangkan, dari belanja modal yang lalu, dana sebesar 
Rp 25,09 triliun tidak terserap. 

     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke