Lho, kan ada sekian persen penduduk Indonesia yg duitnya bejibun, sekian milyar atau sekian trilyun. Makanya, kalo harga makanan di kota besar di Indonesia itu udah hampir sama dgn di Australia, berarti orang Indonesia itu tambah makmur. Orang Indonesia yg sekian persen itu. Sisanya yg cuma berpenghasilan di bawah 2 juta sebln (misalnya) yg ga mampu ngasih makan anaknya dgn benar, mereka sih ga usah dianggap di waktu normal, nanti waktu pemilu atau pilkadal aja mereka diingat spy milih calon. Taksiran gua sih, hehehe .... 60% lebih orang Indonesia itu bisa dianggap miskin.
From: Sunny <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Friday, January 20, 2012 8:17 AM >Subject: [proletar] Indonesia Peringkat Kelima Gizi Buruk Sedunia > > > >Refl: Diberitakan oleh pemerintah bahwa pendapatan per capita rakyat sekarang >sudah naik menjadi US$ 3,000, tetapi mengapa peringkat kelima gizi buruk dalam >skala dunia? Kalau halnya demikian berarti pemberitaan tentang naiknya >pendapatan per capita tsb adalah suatu propaganda bohong, sebab kalau kenaikan >pendapatan berarti mutu kehidupan punakan turut naik dan dengan begitu adanya >perbaikan dalam konsumsi makanan bergizi. Bagaimana komentar Anda sebagai >pembaca? > >http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/19/index.shtml?ArtId=008_010&Search=Y > >Indonesia Peringkat Kelima Gizi Buruk Sedunia >JAKARTA >Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengungkapkan, saat ini Indonesia >menduduki peringkat kelima negara gizi buruk sedunia. Namun Menteri Endang >berkilah, peringkat tersebut karena jumlah penduduk Indonesia yang juga sangat >besar. “Peringkat kelima karena jumlah penduduk Indonesia juga di urutan empat >terbesar dunia, kan,“ ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta kemarin. >Endang menyebutkan, jumlah anak balita gizi buruk di Indonesia saat ini >mencapai sekitar 900 ribu jiwa atau 4,5 persen dari jumlah balita Indonesia >yang mencapai 23 juta jiwa. Persebaran daerah yang mengalami gizi buruk ini >ternyata tidak hanya di wilayah Indonesia bagian timur, tetapi juga di seluruh >negeri. > >Guna menanggulangi gizi buruk ini, Kementerian Kesehatan meluncurkan “Program >1.000 Hari Pertama untuk Negeri“ mulai tahun ini. >Anggaran untuk program mencapai Rp 700 miliar berasal dari anggaran pendapatan >dan belanja negara ditambah bantuan internasional senilai US$ 31 juta. > >Fokus program ini adalah memperbaiki gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan >manusia. >Program ditujukan untuk Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, Nusa >Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Barat. > >“Program 1.000 hari pertama dimulai sejak janin dalam kandungan sampai janin >menjadi anak berumur 2 tahun. Tentunya program tidak berhenti di usia dua >tahun, tapi berlanjut ke program pengembangan balita, remaja, dan ibu >hamil,“Endang menjelaskan. > >Gerakan ini dilakukan Kementerian Kesehatan bersinergi dengan Kementerian >Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan, Kementerian >Perdagangan, serta melibatkan pihak non-pemerintah. > >Ketua Umum Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia Rachmi Untoro menjelaskan, >gizi sangat menentukan kualitas tumbuh-kembang anak. Gizi yang diperhatikan >sejak dalam kandungan dan pada dua tahun pertama pertumbuhan sangat >mempengaruhi kecerdasan. > >Sementara itu, dari salah satu kantong gizi buruk dilaporkan, pembangunan >Rumah Sakit Pendidikan Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, terhenti >karena kehabisan dana. Semula, proyek yang dikerjakan PT Duta Graha Indah ini >dianggarkan Rp 500 miliar, namun baru rampung sepertiga bagian sudah >dihentikan. >Kementerian Pendidikan Nasional berdalih, pembiayaan lebih diprioritaskan >untuk membangun gedung sekolah dasar dan menengah yang rusak. > >MITRA TARIGAN | SUPRIYANTHO KHAFID > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
