Refl: Mungkin Mahfud memikirkan hari depannya setelah Pemilu yang akan datang, 
jadi ada baiknya bertemu untuk bisa selamat setelah ada amanat baru di masa 
mendatang.


http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=36585
JUMAT, 20 Januari 2012 | 

Politik
Mahfud Dinilai tak Etis Bertemu Ical


Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengatakan, seorang hakim apalagi seorang 
hakim Mahkamah Konstitusi (MK) tidak pantas bertemu para pimpinan partai 
politik (Parpol) karena pimpinan parpol adalah para pihak yang berpotensi 
berpekara di MK.


“Tidak pantas Hakim MK bertemu dengan pimpinan parpol karena ini berkenaan 
dengan prinsip pemisahan kekuasaan antara ekekutif, legislatif dan yudikatif. 
Kalau hakim itu, seperti pengakuan Mahfud biasa bergaul dengan tokoh politik, 
maka akan berpengaruh minimal pada cara pandang dia, dan mungkin juga pada 
putusan,” ujar Refly, di Jakarta, Kamis (19/1), menyikapi pernyataan Ketua MK, 
Mahfud MD yang mengaku sering bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal 
Bakrie alias Ical.

Selain berpotensi berpengaruh terhadap keputusan MK, juga bisa menghilangkan 
kepercayanan publik terhadap lembaga peradilan. Ini, lanjut Refly, menyangkut 
masalah etika untuk menjaga independensi institusi.

“Seorang hakim MK, menurut saya harus bisa menjadi orang yang netral, seperti 
layaknya dewa yang melihat bumi. Dia tidak boleh jadi bagian dari keriuhan 
bumi. Begitulah hakikat seorang hakim,” tegasnya.

Jangankan berdiskusi, lanjut Refly, menghadiri acara pernikahan orang-orang 
yang mungkin berpekara dalam ruang sidangnya, seorang hakim sebaiknya tidak 
datang, apalagi berdiskusi. Itulah hakim, imbuhnya.

“Tapi inikan Indonesia, hakim bisa saja berperilaku tidak pada tempatnya. Ini 
terjadi mungkin karena banyak hakim dengan latar-belakang politisi dan 
akademisi yang banyak bicara kepentingan. Sejatinya hakim, tidak boleh 
menyuarakan kepentingan dan kebenaran kecuali dalam keputusan,” kata Refly 
Harun.

Siapapun yang menjadi hakim MK, menurut Refly harus belajar menahan diri untuk 
tidak terlibat dalam politik sehari-hari apalagi untuk berdiskusi dan 
mengadakan pertemuan dengan tokoh politik. “Itu konsekuensi jadi seorang hakim.”

Terakhir Refly menyarankan DPR agar ke depan memilih hakim-hakim MK dari orang 
yang sudah tidak lagi mau bermain dalam tataran politis praktis atau berambisi 
untuk jadi presiden. Bahan baku seorang hakim konstitusi haruslah dari jenis 
manusia yang sudah beyond politik atau tidak lagi mau bermain pada tataran 
politik praktis.

“Seorang hakim konstitusi harus tidak punya ambisi politik lagi dan memang 
harus dari jenis manusia yang benar-benar hanya mau mengabdi untuk terakhir 
kalinya pada nusa dan bangsa. Dia tidak akan tergoda dengan ambisi yang lain,” 
harapnya. 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke