http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/22/ArticleHtmls/Harga-Bensin-Diusulkan-Rp-6400-22012012001003.shtml?Mode=0

Harga Bensin Diusulkan Rp 6.400 
JAKARTA 
Silakan DPR saja.

Pemerintah diminta menyediakan bahan bakar minyak jenis Premium nonsubsidi 
seharga Rp 6.400 per liter.
Usulan ini disebut sebagai opsi jalan tengah untuk menghindari gejolak di 
masyarakat yang kaget ketika harus ber alih ke Pertamax. Opsi ini juga untuk 
mengatasi kerepotan dalam konversi gas, mengingat belum adanya kesiapan 
infrastruktur. 
Anggota Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat, Satya W. Yudha, menjelaskan, 
harga itu dipatok dari asumsi harga pasar Premium Rp 8.000 per liter. “Pajak 
penjualan ditanggung pemerintah, didapatlah angka itu,“ katanya kepada Tempo 
kemarin. Harga Premium sekarang merupakan harga setelah adanya subsidi 
pemerintah yang menanggung margin dan pajak penjualan.

Menurut Satya, harga Premium nonsubsidi secara perlahan disesuaikan dengan 
pasar. Sementara itu, pengawasan distribusi dan konsumsi BBM diperketat sembari 
mematangkan persiapan infrastruktur konversi gas. Satya mengatakan kebijakan 
yang akan disepakati DPR ada kemungkinan menaikkan harga BBM bersubsidi secara 
bertahap dan mengatur kelompok masyarakat penerimanya.

Pemerintah berencana membatasi penggunaan bahan bakar bersubsidi jenis Premium 
mulai 1 April mendatang. Kendaraan pribadi harus menggunakan bahan bakar 
nonsubsidi atau beralih ke gas. Rencana ini belum kunjung ada kepastian, muncul 
solusi kenaikan harga, selain pembatasan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo 
menjelaskan, usulan menaikkan harga memang akan dibahas dengan DPR pekan depan. 
Salah satu materi pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 
2012 dipercepat. Soal usulan harga bensin,“Silakan DPR saja.“

Widjajono justru mengusulkan kenaikan harga Premium langsung ke angka Rp 6.000 
dari harga semula Rp 4.500 per liter. Soal apakah harga akan berlaku bagi 
penerima subsidi atau tidak, itu yang perlu dibicarakan dengan Dewan. Jika 
disetujui, kenaikan dilakukan bertahap hingga mencapai harga keekonomian.

Dia menambahkan, harga sengaja dipatok lebih tinggi daripada harga gas LGV yang 
sebesar Rp 5.600 per liter supaya masyarakat tetap memilih gas.“Rencana jangka 
panjang kan konversi ke bahan bakar gas,“ ujarnya. Wakil Direktur Reforminer 
Institute, Komaidi, mendesak pemerintah agar segera memutuskan langkah pasti 
dan konsumen yang perlu dilindungi tetap mendapatkan subsidi. GUSTIDHA 
BUDIARTIE | HARUN MAHBUB 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke