Refl : Menteri ini ditentukan oleh presiden.  Apakah menteri  membagi rejeki 
nomplok?  Hanya iblis saja yang tahu. Bila dibuktikan ada pelangaran hukum, 
maka yang disebut hukuman penjara tak seberapa lama di tempat istirahat. 

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/24/ArticleHtmls/MUHAIMIN-DISEBUT-SEBAGAI-BOS-BESAR-24012012001011.shtml?Mode=0

MUHAIMIN DISEBUT SEBAGAI BOS BESAR 
JAKARTA


"Yang tak boleh itu, sampean terima (uang) langsung." SKANDAL PROYEK 
TRANSMIGRASI

Saksi dalam kasus suap di KementerianTenaga Kerja danTransmigrasi 
menyebut-nyebut peran “Bos Besar“ dan “Ketum“ dalam penyerahan uang suap Rp 1,5 
miliar dari kuasa direksi PT Alam Jaya Papua, Dharnawati, pada 25 Agustus 2011. 
Dalam transkrip pembicaraan via telepon pada 24 Agustus 2011 antara Ali Mudhori 
dan Mohammad Fauzi yang dimiliki Tempo, diungkapkan keinginan konsultasi Ali 
dengan orang yang disebut sebagai “Bos Besar“. “Saya ke Bos Besar, ya,“ kata 
Ali, yang mantan anggota Tim Asistensi Kementerian Tenaga Kerja dan 
Transmigrasi.

Fauzi menjawab, “Iya, tapi saya minta tolong ke sampean, kalau ada perintah Bos 
Besar, saya dikasih tahu dulu. Jangan langsung ke Pak Dadong, Pak Nyoman.“

Fauzi adalah orang dekat Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar yang sekaligus 
sekretaris pribadinya. Namun tak dijelaskan siapa yang mereka maksud sebagai 
“Bos Besar“ itu.

Pembicaraan itu terjadi pada pukul 10.27 WIB. Pada pukul 11.06, keduanya 
kembali terlibat pembicaraan per telepon. “Udah, memang begitu kata Pak 
Menteri,“ ucap Ali. “Bagaimana?“ jawab Fauzi. Ali berkata lagi, “Yang tak boleh 
itu, sampean terima langsung. Harus pakai tangan lain. Sudah sepakat tadi saya 
bilang Kiki yang saya sudah....“

Lantas, Ali menerangkan, “Dari daerah bisa ke Pak Nyoman atau Pak Dadong.
Dari Pak Dadong ke Malik, Malik ke Kiki, Kiki ke sampean, gitu loh.“ Dalam 
pembicaraan ini juga tak dijelaskan siapa tokoh bernama Kiki.

Tempo menghubungi Ali tadi malam untuk meminta konfirmasi. Seorang pria yang 
menjawab teleponnya mengatakan Ali sedang mengikuti sebuah diskusi. Dia meminta 
dihubungi sejam kemudian.
Ketika Tempo menghubungi lagi, yang menyahut adalah mesin penjawab. Namun, 
menurut pengacara terdakwa I Nyoman Suisnaya, Bachtiar Sitangga, orang yang 
dimaksud Ali dan Fauzi itu adalah Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar. “Bos 
besar dan Ketum itu satu orang, yaitu Muhaimin. Ini berdasarkan dokumen dan 
kesaksian Fauzi,“ katanya kemarin.

Menteri Muhaimin, yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, menolak 
menjawab pertanyaan Tempo mengenai ungkapan “Bos Besar“ dan “Ketum“ serta 
arahan kepada Ali dan Fauzi perihal penerimaan uang suap.“Udah.. udahlah. 
Jangan bahas soal ini,“ katanya kemarin.

Baik Muhaimin, Ali, maupun Fauzi pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi 
sebagai saksi kasus suap Rp 1,5 miliar ini. Tiga orang sedang diadili, yakni 
Dharnawati serta dua pejabat Kementerian Tenaga Kerja, yakni I Nyoman Suisnaya 
dan Dadong Irbarelawan.

FEBRIYAN | FRANSISCO R | JOBPIE S. 

     

++++

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/24/ArticleHtmls/SEMAKIN-TERSUDUT-24012012001016.shtml?Mode=0

SEMAKIN TERSUDUT

SEJUMLAH pengakua semakin menyudutkan Menteri sang menteri, para terdakS proyek 
Transmigr asi Walau uang tak sampai ke tangan sebutan untuk Menteri Muhaimin 
Iskandar. memang ditujukan ke Trans-1-wa yakin fulus itu diduga kesaksian yang 
menyudutkan itu. kode Muhaimin. Berikut 

1 “Mohammad Fauzi melaporkan kepada Menakertrans, dan mendapat arahan agar uang 
disimpan terlebih dulu oleh Nyoman dan Dadong, yang nantinya diambil oleh 
Mohammad Fauzi jika diperlukan. Karena pemberian commitment fee sudah tercium 
wartawan,“ kata Jaksa Dwi Aries Sudarto, membacakan dakwaan Dharnawati.
2 “Ali Mudhori berkali-kali mendatangi saya dan mengatakan cepat cairkan karena 
uang itu untuk Pak Menteri,“ kata Dadong Irbarelawan dalam sidang pada 2 
Januari 2012.
3 Dadong Irbarelawan mengakui uang Rp 1,5 miliar bakal dialirkan ke Menteri 
Muhaimin Iskandar. “Dana itu memang akan diarahkan ke sana,“ kata M. Syafri 
Noer, pengacara Dadong, 6 September 2011.
4 Rekaman pembicaraan Ali Mudhori dan I Nyoman Suisnaya pada 24 Agustus 2011 
pukul sekitar 19.22 WIB Ali Mudhori: Pak Menteri tadi bilang nama Pak Nyoman. 
Suruh hari-hati Nyoman. Saya bilang, Nyoman gak pernah nerima barang. Barang 
itu pihak kedua, ketiga saya bilang.I Nyoman: Udah, Pak, udah-udah beres.
5 Dharnawati menyatakan memiliki bukti duit Rp 1,5 miliar yang diberikan kepada 
I Nyoman Suisnaya dan Dadong Irbarelawan untuk Menteri Muhaimin Iskandar. 
“Bukti itu berupa SMS (short message service),“ katanya, 2 September 2011.
6 Saksi Dany Syafruddin Nawawi membe berkan, duit Rp 1,5 miliar yang diberikan 
Dharnawati untuk Menteri Muhaimin Iskandar.
“Rp 1,5 miliar laporan beliau (Dharnawati) kepada saya adalah bahwa dia diminta 
dipanggil oleh Pak Nyoman dan Pak Dadong ke kantornya untuk menalangi katanya 
Pak Menteri butuh duit,“ katanya seusai diperiksa di gedung KPK, 7 Oktober 2011.
SUMBER OLAH TEMPO, DRIYAN | PDAT | JOBPIE S | ILUSTRASI: IMAM YUNNI 




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke