Dulu dizaman ejaan lama organisasi Islam keturunan cina disebut PETI MATI 
(persaudaraan Tjina Islam Majelis Tionghoa Indonesia).

Menurut para anggautanya, ketua organisasi ini adalah Prof. Dr. Agie Cece 
Suhaemi yang juga keturunan Cina.  Prof Agie ini aseli keturunan Cina yang 
percaya toapekong dewi Kuan-Im Powsat, tetapi kemudian tertarik masuk Catholic 
meskipun masih melakukan upacara kepercayaannya yang lama.  Setelah G30S PKI 
beliau melihat kekuatan Islam di Indonesia sangat dominant dan beliau terakhir 
masuk Islam tanpa mengumumkan keluar dari Catholic dan kepercayaan nenek 
moyangnya.

PETI MATI ini dibangun oleh MUI yang memeras para cukong2 Cina untuk mendirikan 
organisasi ini, kemudian mengangkat ketuanya dari keturunan Cina yang 
dianggapnya berpengaruh dikalangan keturunan Cina yaitu Prof. Dr. Agie Cece 
Suhaemi ini.  Agie Cece ini selain menjadi ketua Cina Islam, juga pernah 
menjabat ketua Walubi membantu Hartati Murdaya.

Jadi masalah latar belakang organisasi ini boleh anda coba menyelidikinya dari 
autobiography Prof. Dr. Agie Cece Suhaemi ini karena lakonnya memang sangat 
dirahasiakan dan sayapun mendengarnya secara kebetulan dari bisik2 para 
anggautanya yang tertekan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.










--- In [email protected], "Roman Proteus is back" <anandrik@...> wrote:
>
> Linknya tolol?
> 
> Kalau tulisan elo mah menghayal doang
> 
> Belajar dong sama om Sunny kalau kasi berita ada link
> 
> Bukan cuap cuap kayak anjing ngegonggong
> 
> Eh tapi gw maklum deh elo kan emang penipu, ya gak Ny Hafsah Salim ?????
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: "muskitawati" <muskitawati@...>
> Sender: [email protected]
> Date: Wed, 25 Jan 2012 05:31:29 
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [proletar] Re: Fatwa Peci Mati Haramkan Perayaan dan Ucapan Imlek
> 
> 
> 
> > "Sunny" <ambon@> wrote:
> > Nyonya Mus nan sexy,
> > Dari mana sumber beritanya?
> > 
> 
> Sumber beritanya dari orang Cina Islam yang menjadi mualaf anggauta PECI MATI.
> 
> Orang2 Cina Islam yang merasa terancam tidak berani terang2an, sama halnya 
> dengan MUI juga kalo terancam tidak akan memberitakan kebijaksanaan mereka 
> yang biadab seperti perintah MUI untuk membantai umat Syiah disangkal dipusat 
> tapi dihalalkan di MUI cabang Madura.
> 
> Sama dengan pembantaian Ahmadiah Cikeusik perintahnya langsung dari MUI pusat 
> tapi disangkal kemudian dengan alasan bahwa MUI pusat hanya memberi masukan 
> kepada polisi dan pemerintah.
> 
> Tapi berita2 pelarangan Imlek bisa anda temukan dalam berbagai media di 
> Indonesia yang dikamuflase dengan berbagai alibi yang tidak menyolok.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> > From: muskitawati 
> > Sent: Wednesday, January 25, 2012 3:18 AM
> > To: [email protected] 
> > Subject: [proletar] Fatwa Peci Mati Haramkan Perayaan dan Ucapan Imlek
> > 
> >   
> > Fatwa Peci Mati Haramkan Perayaan dan Ucapan Imlek
> > 
> > Ketua Persaudaraan Cina Islam Majelis Tionghoa Indonesia (PECIMATI) telah 
> > mengeluarkan fatwa haramkan Imlek dan melarang merayakannya maupun 
> > mengucapkan selamat kepada sesama.
> > 
> > Fatwa ini sumbernya sama yaitu MUI tetapi agar tidak terjadi pro and con 
> > yang mengganggu hubungan RI dengan Cina maupun negara2 tetangga, maka Fatwa 
> > ini sengaja dikeluarkan oleh Persaudaraan Cina Islam agar tidak menyinggung 
> > sesama Tionghoa-nya.
> > 
> > Dalam shalat Jum'at yang lalu, wakil ketuanya (bukan keturunan Tionghoa) 
> > yang menjadi imam memimpin shalat menjelaskan bahwa Imlek merupakan 
> > perayaan berhala yang paling diharamkan dalam Islam. Dihadapan ratusan Cina 
> > Islam dalam shalat Jum'at yang lalu ditegaskan bahwa sebagai keturunan Cina 
> > yang sudah pasrah masuk Islam diminta untuk tetap setia memeluk Islam 
> > sebagai agama yang benar.
> > 
> > Cina Islam bukan cuma merayakan dan mengucapkan Selamat Imlek kepada 
> > sesamanya tapi juga merayakan dan mengucapkan Natal kepada sesamanya. Aneh, 
> > Cina itu seharusnya lebih duluan mengenal Islam daripada Nasrani, tapi 
> > kenapa mereka lebih bersahabat kepada Nasrani katimbang kepada Islam ??? 
> > Mungkin Nasrani dulunya tidak ada yang membakar toapekong, hanya Islam yang 
> > boleh menghancurkan toapekong dan membakar kuilnya bukan membakar dupanya.
> > 
> > Hal ini menjadi perhatian yang besar oleh ketua MUI karena ternyata banyak 
> > keturunan Cina yang meskipun sudah memeluk Islam tetap menganut kepercayaan 
> > orang tuanya menyembahyangi toapekon dewi Kwan-Im dan dewa2 malaikat 
> > lainnya. Yang lebih memprihatinkan lagi, bahwa banyak Cina2 yang sudah 
> > masuk Islam ternyata juga beragama Nasrani Kristen atau Katolik secara 
> > diam2. Mereka cuma membayar sedikit zakat tetapi menyebar angpaw2 yang 
> > besarnya beberapa puluh lipat kali kepada para penyembah toapekong itu.
> > 
> > Banyak keturunan Cina Islam yang marah dan menggerutu tetapi tidak berani 
> > terang2an sama seperti MUI juga tidak berani terang2an dalam menyebarkan 
> > larangannya, lebih bersifat psikologis teror war terhadap keturunan Cina 
> > Islam ini untuk mencegah dipolitisir kedunia Internasional sehingga bisa 
> > mengganggu hubungan baik RI-Cina.
> > 
> > Ini yang namanya diluar tampai baik2 tapi dibelakang saling mementung. Tapi 
> > siapa yang mementung dan siapa yang dipentung bolehlah anda 
> > mendiskusikannya sendiri.
> > 
> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke