Refl: Hanya di Bima? Bagaimana di tempat lain?

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/27/ArticleHtmls/BIMA-RUSUH-KANTOR-BUPATI-DIBAKAR-27012012006009.shtml?Mode=0


BIMA RUSUH, KANTOR BUPATI DIBAKAR 
MATARAM 

     





Sebanyak 49 tahanan di Penjara Raba dilepas.

Aksi massa kembali terjadi di Bima, Nusa Tenggara Barat, kemarin. Puluhan ribu 
warga dari empat kecamatan mengamuk dan membakar kantor Bupati Bima. Kantor 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Komisi Pemilihan Umum Daerah yang 
berada di dekat lokasi juga dibakar. “Semua ludes,” kata Muhammad Syafi’i, 
seorang saksi mata, yang dihubungi Tempo kemarin. 
Syafi’i mengatakan massa dari Kecamatan Lambu, Sape, Langgudu, dan Wera sudah 
berdatangan sejak pagi. Mereka mendatangi kantor Bupati Bima di Jalan 
Soekarno-Hatta menggunakan puluhan truk, mobil, dan ratusan sepeda motor. Aksi 
yang diawali orasi di depan kantor bupati ini tidak mendapat pengawalan ketat 
aparat keamanan. “Polisi paling banyak sekitar ratusan orang,” kata Syarif, 
saksi mata lainnya. 

Aksi memanas karena tidak ada respons sama sekali. Bupati Bima Ferry Zulkarnain 
dikabarkan tidak berada di Bima, sedangkan di kantor bupati juga tidak ada 
karyawan sama sekali. Massa yang beringas berhasil melewati barikade polisi dan 
langsung membakar kantor. 

Massa kemudian bergerak menuju Lembaga Pemasyarakatan Raba, yang terletak di 
Jalan Ishak Abdullah, Kelurahan Raba Ngodu Selatan. Setelah mengancam akan 
membakar penjara, mereka berhasil memaksa petugas LP membebaskan 47 tahanan 
yang terlibat dalam insiden berdarah di Pelabuhan Sape pada 24 Desember 2011. 

Anggota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi, Delian Lubis, menyebutkan 
pembakaran terjadi karena provokasi yang menyebabkan amarah warga. Aksi yang 
dipimpin oleh Mulyadi dari Lambu ini, kata Delian, tidak memiliki target untuk 
melakukan pembakaran. “Ada provokasi preman yang membuat kesal warga,” ujarnya. 

Aksi ini merupakan lanjutan dari insiden di Pelabuhan Sape, 24 Desember tahun 
lalu. Saat itu 

masyarakat Kecamatan Lambu melakukan protes dan meminta Bupati mencabut izin 
tambang emas PT Sumber Mineral Nusantara. Pendudukan ini kemudian berakhir 
dengan pembubaran paksa oleh polisi, yang menewaskan tiga orang. 
Koordinator Front Rakyat Anti Tambang, Lukman, menyatakan akan terus melakukan 
aksi jika surat keputusan izin eksplorasi tambang di Kecamatan Sape tidak 
segera dicabut Bupati. Menurut dia, masyarakat telah lelah dengan berbagai 
janji yang selama ini mereka terima. “Tekad kami sejak awal adalah terus 
melakukan aksi sampai SK itu dicabut.” Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur 
Pradopo menyatakan akan 

mengusut aksi anarkistis tersebut. “Akan kita lakukan penyelidikan, kalau 
melanggar hukum, kita minta tanggung jawab,“katanya di kompleks Istana Negara 
kemarin. 
Timur mendapat informasi tidak ada korban dalam aksi tersebut. Timur menyatakan 
tidak mengetahui posisi Bupati Bima.

Kepala Bagian Penerangan Umum Markas Besar Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar 
mengatakan 500 personel sudah disiagakan untuk mengamankan Bima. Ia mengatakan 
belum ada rencana menambah personel.

SUPRIYANTHO KHAFID | JALIL HAKIM | FEBRIYAN | NUR ALFIYAH | MUNAWWAROH | RAJU 
FEBRIA


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke