http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/7/13/b1.htm
Dari Warung Global Interatktif Bali Post Mustahil, Berantas Judi Dalam Seminggu Prioritas kerja program pemberantasan judi dari Kapolri Jenderal Pol. Sutanto, yakni para pejabat Polri dan para Kapolda hanya diberi waktu satu minggu untuk memberantas perjudian di daerahnya masing-masing. Batas waktu ini, oleh sebagian masyarakat, dinilai terlalu singkat. Ini adalah lagu lama yang sudah biasa kita dengar dan pernyataan seperti ini dinilai terlalu mengada-ada. Waktu seminggu yang diberikan oleh Kapolri bisa saja dilakukan asalkan didukung oleh dua faktor, yaitu instruksi ini bisa dan mau dilakukan oleh para bawahannya dan masyarakat itu sendiri juga mau ditertibkan. Masyarakat berharap agar ke depan sikap tegas seperti ini bisa terus terwujud tidak hanya dalam waktu seminggu itu saja. Demikian pendapat masyarakat yang terungkap dalam acara Warung Global yang disiarkan secara langsung di Radio Global FM 96,5 dan dipancarluaskan oleh Radio Singaraja FM dan Radio Genta Bali, Selasa (12/7) kemarin. Berikut rangkuman selengkapnya. Vijay di Pecatu mengatakan, memberantas judi dalam seminggu bisa saja tetapi setelah seminggu berikutnya ada lagi. Kita harus bisa belajar dari negara maju seperti di luar negeri, judi itu dilegalkan dan ada aturan dengan catatan harus membayar pajak dan ada penanggung jawabnya. Sementara itu, Ireng di Bajera menilai ini sangat luar biasa. Kata-kata sumbang seperti ini, menurutnya, sudah ada sejak dulu. Jika hanya menertibkan, dia pikir masih bisa tetapi kalau memberantas ini masih tanda tanya besar. Disambung oleh Jero Wijaya di Bangli, yang menilai ini terlalu berlebihan dan terlalu mengada-ada. Jika pemberantasan judi hanya dilakukan oleh polisi, seratus tahun pun tak akan bisa. Judi mirip dengan politik, ketika masyarakat lebih banyak menjadi penggemar judi maka kapan pun judi itu tak akan bisa diberantas. Menurut Sugita di Payangan, waktu seminggu bisa saja asalkan didukung dua faktor, yaitu instruksi ini bisa dan mau dilakukan oleh para bawahannya dan masyarakat juga mau ditertibkan. Hal senada juga disampaikan oleh Dewa Winaya di Tabanan. Dia menambahkan, harus ada juga tindakan yang tegas. Pengunjung berikutnya, Maria di Sidakarya, mendukung instruksi Kapolri, sebab inilah target kerja mereka. Dia mengajak, mari kita tunggu hasilnya. Dukungan juga disampaikan oleh Teken di Denpasar. Menurutnya, ini adalah angin segar bagi mereka yang bukan penjudi, tetapi tidak seperti itu bagi mereka yang penjudi. Dia harapkan mudah-mudahan ini benar-benar dievaluasi dan diambil sutu tindakan yang tegas bagi Kapolda maupun jajaran Polri yang tidak melaksanakan tugas pemberantasan judi ini. Galih di Tabanan mengatakan pernyataan tegas seperti inilah yang diperlukan. Dengan menyatakan hal ini berarti semua Kapolda, Kapolres dan Kapolsek akan gemetar dan takut kalau jabatannya akan dicopot. Sementara itu, menurut Anton di Tabanan, waktu seminggu kurang tegas dan kelamaan. Menurutnya, jika memang betul-betul tegas dan sungguh-sungguh dalam bekerja satu hari saja sudah bisa. Cobra di Bongan masih meragukan pernyataan Kapolri ini. Menurutnya, jika tidak dibarengi dengan bawahannya sangat sulit untuk diwujudkan. Jika semua jajarannya mengamankan kebijakan itu dan betul-betul diterapkan dia yakin judi bisa ditekan. Ceking di Mengwi menilai ini adalah lagu lama. Kalaupun seminggu bisa diberantas, seminggunya lagi dan seterusnya akan marak lagi. Ditambahkan juga oleh Putu Suarjana di Singaraja, dia menilai ini adalah hal yang impossible karena kalau judi diberantas, satu atau dua hari mungkin akan bisa tetapi selanjutnya akan marak lagi. Dia berharap semoga ke depan Kapolri selalu punya komitmen yang tinggi dalam pemberantasan judi ini. Sebagai masyarakat kita hanya bisa menunggu dan melihat hasilnya. Sridam di Mengwi memandang Polri dalam kitab suci adalah kesatria, di mana kesatria itu harus tegas. Pendapat berikutnya dari Tati di Legian. Dia tidak yakin dalam seminggu akan berhasil. Setahun saja masih merupakan teka-teki, apalagi seminggu. Rincub di Nusa Dua juga berpendapat sama. Dia menambahkan, ini adalah hal yang mubazir karena di beberapa daerah masih banyak aparat yang meminta cuk. Menurutnya, sebelum memberantas judi mental aparat sangat perlu dibenahi terlebih dulu. Made Adi di Kesiman berharap, jangan hanya seminggu memberikan waktu, ini harus dilakukan secara kontinu. Sementara Arta Jaya Astawa di Buleleng menilai, dengan adanya instruksi ini menandakan sudah ada niat/komitmen untuk melakukan pemberantasan judi, apa pun bentuknya. Yang perlu dipertajam, menurutnya, dari pihak aparat agar membuat suatu target yang berisi kendala apa yang dihadapi dan siapa yang bertanggung jawab. Sementara itu, Putu Suena di Pedungan memandang ini sesuatu yang mengejutkan dan sangat luar biasa. Menurutnya, ini tidak segampang membalikkan telapak tangan dan mustahil dalam seminggu akan bisa dilaksanakan. Bisa memberantas satu tahun saja sudah sangat luar biasa. Menurut Tut De di Gianyar, judi tidak bisa diberantas karena setiap ada tajen panitianya adalah oknum aparat di mana mereka berperan sebagai seksi keamanan. Manggis di Nusa Dua juga memandang waktu seminggu adalah waktu yang singkat. Dia pun bertanya, jika judi di pelosok tak tersentuh ke mana harus melapor? Harapannya, judi di muka bumi ini semoga bisa dihilangkan. Selanjutnya Puder di Tabanan mengatakan, jika ini betul-betul dilakukan dia yakin waktu seminggu sudah cukup. Dia juga berharap tidak hanya dalam seminggu itu saja, tetapi untuk selanjutnya agar judi bisa diberantas. [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
