Bagus. Rencana membajak kantor-kantor media ini 
memperjelas kecengengan Anas yang mengeluhkan 
kegagalan Partai Demokrat dalam membungkam opini 
yang berkembang karena Humas mereka tidak punya tv, 
tidak punya koran maupun radio. 

Langkah yang bagus untuk diikuti Angelina Sondakh, 
Andi Mallarangeng dsk. 

- 

Pendukung Anas Bergerak, Awas Blunder Politik!

Oleh: R Ferdian Andi R
Nasional - Sabtu, 28 Januari 2012 | 07:01 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum 
saat ini benar-benar diuji emosi politiknya dalam merespons 
perkembangan terakhir. Jika tak hati-hati dalam bertindak, bisa-bisa 
jadi blunder politik.

Salah satu petinggi Partai Demokrat yang duduk di jajaran eksekutif 
partai berkirim pesan BlackBerry Messenger (BBM) kepada INILAH.COM, 
Jumat (27/1/2012) petang. Isinya, mengabarkan rencana pergerakan 
pendukung Anas ke Jakarta untuk melakukan aksi damai menuntut media 
masa agar tidak melakukan pengadilan opini terhadap Anas. "Kami 
perkirakan sedikitnya 50 ribu orang yang akan datang ke Jakarta," 
katanya.

Dia menyebutkan, pihaknya mencermati, sebagian media massa di 
Indonesia telah mulai tersesat dan terjebak dalam upaya pencemaran 
nama baik kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. 
Aspirasi tersebut, tambah sumber tersebut, bermunculan dari 33 DPD 
Partai Demokrat se-Indonesia.

Informasi ini simetris dengan sumber INILAH.COM yang berasal dari 
kalangan non struktural Partai Demokrat sehari sebelumnya yang 
menyebutkan akan mengerahkan sedikitnya 10 ribu massa untuk unjuk 
kekuatan pendukung massa Anas Urbaningrum. 

Informasi lebih jelas disampaikan Ketua DPP Partai Demokrat I Gede 
Pasek Suardika yang menyebutkan Para pendukung Anas di DPP Partai 
Demokrat pun mulai bergerak membela ketua umum mereka. Salah satunya 
Ketua DPP PD Gede Pasek Suardika yang menuding ada operasi 
penggiringan oleh opini terhadap Anas.

"Anas dizalimi dengan peradilan opini dimana sekarang ini seakan-akan 
ketum kami sudah menjadi terpidana. Padahal ikut dalam proses 
hukumnya saja tidak, saksi pun tidak," tegas Pasek, Jumat (27/1/2012).

Cara-cara penggiringan opini seperti sekarang sangat jelas, imbuh 
Pasek, menjadikan Anas sebagai target kelompok tertentu untuk 
mematikannya secara politik. "Peradilan opini berdasarkan asumsi dan 
bukan substansi. Ini politik kotor yang penuh kuman dan virus perusak 
demokrasi," kata anggota Komisi II DPR ini.

Sumber lain menyebutkan, para pendukung Anas Urbaningrum tersebut 
bakal berunjuk rasa di media-media yang selama ini kerap bersikap 
kritis kepada Anas terkait pemberitaan seputar kasus Wisma Atlit. 
Sumber tersebut menyebutkan beberapa media yakni Metro TV, TV One, 
Media Indonesia, dan Tempo.

Langkah pendukung Anas Urbaningrum yang berencana unjuk kekuatan 
dengan melakukan aksi demonstrasi di sejumlah media massa memang bisa 
menjadi salah satu upaya untuk meredam pemberitaan yang dianggap 
menyudutkannya.

Namun, mestinya para pendukung Anas dapat menempuh cara lainnya yang 
jauh lebih elegan daripada melakukan pendudukan atau demo di kantor 
media massa. Meski tidak melanggar prinsip demokrasi sebagai 
perwujudan kebebasan berekspresi, namun rencana langkah pendukung 
Anas tersebut justru berpotensi blunder politik yang tidak sederhana.

Media sebagai pilar penting dalam proses demokratisasi ini bukanlah 
lembaga yang tak tersentuh. Jalur-jalur formal seperti Dewan Pers 
dapat menjadi cara untuk menyelesaikan persoalan dalam pemberitaan. 
Langkah ini jelas lebih produktif daripada melakukan show off dengan 
demonstrasi ke media massa. 

Anas Urbaningrum dan segenap pengurus Partai Demokrat bisa mencari 
jalan keluar yang lebih elegan untuk keluar dari turbulensi yang kini 
menderanya. Belajar dari sejarah, penyelesaian sengketa dengan media 
melalui cara pendudukan atau demontrasi justru akan blunder. Seperti 
era Presiden KH Abdurahman Wahid, saat para pendukungya menduduki 
kantor Jawa Pos, di Surabaya, yang justru membuahkan citra yang tak 
positif. [mdr] 






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke