http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/29/ArticleHtmls/Anggota-Brimob-Tewas-di-Puncak-Jaya-29012012004013.shtml?Mode=0


Anggota Brimob Tewas di Puncak Jaya Anggota Brimob Tewas di Puncak Jaya 


JAYAPURA ­ 
Seorang anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Papua, Brigadir Satu Sukarno, 
tewas. Ia ditembak dalam kontak senjata dengan kelompok bersenjata di Kampung 
Wandigobak, Distrik Mulia Puncak Jaya, Papua, sekitar pukul 08.55 WIT kemarin. 
Sukarno tewas dengan luka di bagian pipi tembus kepala kanan bagian belakang. 
“Itu dari baku tembak dengan kelompok bersenjata,” kata Kepala Kepolisian Resor 
Puncak Jaya Ajun Komisaris Besar Alex Korwa kemarin. 

Kejadian bermula saat 12 anggota Brimob melakukan pengamanan di perusahaan PT 
Modern, yang tengah memperbaiki jalan di Kampung Wandigobak. “Pengamanan itu 
sekaligus patroli rutin,” Alex menjelaskan. Tiba-tiba muncul kelompok 
bersenjata yang langsung menyerang. Sempat terjadi kontak senjata beberapa 
menit sebelum pasukan Brimob menghindar. 

Dalam kontak senjata sesaat itulah Sukarno tertembak. “Korban sempat dibawa ke 
Rumah Sakit Mulia,” kata Alex. Tak tertolong, jenazah Sukarno kemudian 
dievakuasi ke Jayapura siang harinya, dan selanjutnya dimakamkan di kampung 
halamannya di Provinsi Sumatera Barat. 

Penembakan di lokasi sekitar kejadian itu bukan yang pertama kali. Sebelumnya, 
seorang warga sipil, Kismarovit, 29 tahun, tewas ditembak di kawasan Kurilik, 
Mulia, Puncak Jaya, Jumat, 20 Januari lalu, sekitar pukul 20.00 WIT. 

Sepanjang 2011, tercatat belasan kejadian penembakan di daerah pegunungan itu, 
yang menewaskan sejumlah warga sipil dan aparat keamanan. Polres Puncak Jaya, 
Papua, masih kesulitan mengungkap pelaku penembakan anggota Brimob dan warga 
sipil itu.

“Pengejaran terus kami lakukan, tapi untuk menangkap pelaku belum dapat,“ kata 
Alex. Kepolisian juga belum bisa memastikan apakah pelaku sejumlah penembakan 
itu dari pihak yang sama.

Organisasi Papua Merdeka (OPM) membantah tudingan telah melakukan penyerangan 
di Puncak Jaya. “OPM sudah mendapat perintah dari Markas Besar untuk tidak 
melakukan penembakan. Tugas polisi menangkap pelakunya, baru ditanya apakah 
mereka OPM atau bukan,“ kata Lambert Pekikir, Koordinator OPM, di Jayapura.

Dia mengimbau semua tentara pertahanan nasional Papua Barat agar tidak 
mengambil jalan kekerasan lewat kontak senjata.
“Persoalan Papua tidak dapat diselesaikan dengan baku tembak.
Masalah Papua adalah persoalan internasional yang harus diselesaikan lewat 
perundingan internasional,“ucapnya.

JERRY OMONA 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke