REPUBLIKA

Selasa, 12 Juli 2005

Bom London dan Tuduhan-tuduhan Itu 

Ismail Yusanto
Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia

London digoncang bom. Menurut pejabat Inggris ledakan bom beruntun ini 
merupakan serangan teroris terhebat yang dialami Inggris. Sangat menyedihkan 
karena yang menjadi korban kebanyakan adalah penduduk sipil. Meskipun pejabat 
terkait Inggris sendiri belum bisa memastikan, tapi tuduhan sudah langsung 
diarahkan kepada Alqaidah. 

Di depan TV nasional Inggris, Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, langsung 
mengatakan bahwa pelakunya mengatasnamakan Islam. Tentu saja secara tidak 
langsung Blair telah menuduh kelompok Islam-lah di balik peristiwa ini. Menteri 
Luar Negeri Inggris, Jack Straw, juga menyebutkan serangan itu memiliki 
''tanda-tanda dari jaringan Alqaidah'' (BBC online). 

Salah satu media massa besar di Indonesia pun 'terjebak' membangun opini tanpa 
pembuktian terlebih dahulu. Koran itu menulis judul besar ''Al Qaida Akui Teror 
London.'' Padahal, klaim itu hanya berdasarkan situs internet yang bisa dibuat 
oleh siapa saja. Dengan judul besar begitu, pesan yang muncul seakan-akan 
pelakunya adalah Alqaidah. 

Pola seperti ini tampaknya berulang dilakukan oleh pejabat dan media massa 
Barat. Sama seperti serangan World Trade Center (WTC) di New York, 11 September 
2002 silam. Alqaidah langsung ditunjuk sebagai pelaku. Tapi hingga kini, belum 
pernah satupun pengadilan di Amerika Serikat (AS) yang bisa membuktikan 
Alqaidah benar pelakunya. Tapi opini sudah terbangun. 

Meskipun AS dan Barat sering mengatakan bahwa pelakunya bukanlah mewakili umat 
Islam atau mengatasnamakan Islam, tapi tetap saja yang terbangun opini negatif 
bahwa umat Islam dan Islam seakan-akan berada di belakang semua peristiwa ini. 
Terbukti dengan reaksi beberapa warga negara Barat yang negatif terhadap umat 
Islam di sana. Semua yang mencerminkan simbol-simbol Islam menjadi sasaran 
pelecehan dan kebencian. 

Ketika gedung FBI diledakkan, serta merta pejabat AS dan media masa menuduh 
kelompok teroris Islam pelakunya. Ternyata pelakunya adalah warga negara AS 
sendiri yang berkulit putih dan tidak beragama Islam. Beberapa orang yang 
awalnya dituduh AS sebagai pelaku pemboman WTC, ternyata masih hidup dan ada 
juga yang sudah mati jauh sebelum serangan terjadi. Jadi apa sebenarnya yang 
diinginkan negara-negara Barat? 

Perang wacana
Tampaknya, lepas dari siapapun pelaku peledakan bom itu, negara-negara Barat 
secara sistematis tengah membangun opini tentang ancaman besar teroris dan itu 
berasal dari kelompok Islam. Artinya, sesungguhnya dibalik kampanye war on 
terrorism saat ini, tengah terjadi war on idea (perang wacana) dengan dua 
target: 'monsterisasi' terorisme dan 'pembusukan' terhadap Islam dan umat 
Islam. 

Negara-negara Barat memiliki kepentingan dengan dua target diatas. Monsterisasi 
terorisme sering dijadikan Barat terutama AS sebagai alat intervensi ke negara 
lain, seperti yang dilakukan terhadap Afghanistan dan Irak, juga Indonesia. 
Sementara pembusukan Islam dilakukan untuk memilah umat Islam menjadi dua 
kelompok. Kelompok yang setuju kepada AS akan dirangkul dan disebut moderat, 
sementara kelompok yang menentang 'penjajahan' AS akan disebut teroris. 

Ketidakadilan dalam merespon peristiwa ini juga tampak sangat jelas. Ketika WTC 
diserang, London diserang, para pemimpin Dunia, terutama pemimpin negara Barat 
serta merta mengutuk peristiwa tersebut. Bahkan, tidak tanggung-tanggung Dewan 
Keamanan PBB dalam waktu sehari langsung mengeluarkan resolusi. Tapi coba 
perhatikan bagaimana sikap mereka saat AS membunuh 17 penduduk sipil 
Afghanistan, beberapa hari sebelum pemboman di London. AS mengaku yang dikejar 
Alqaidah, tapi yang terbunuh sebagian besar adalah anak-anak dan wanita. Kenapa 
para pemimpin dunia yang mengaku beradab tersebut tidak mengutuknya? 

Serangan terhadap kaum Muslim berulang-ulang terjadi. Bahkan sekarang saja tiap 
hari AS membunuh anggota perlawanan di Irak. Untuk menghentikan aksi mereka, AS 
sama sekali tidak segan menyerang penduduk sipil. Ribuan sudah korban tewas. 
Tak ada protes dari pemimpin-pemimpin dunia. Seolah mereka ingin menyatakan 
bahwa ribuan muslim tak mengapa dibunuh asal bukan orang Barat. Juga, ribuan 
ton bom boleh saja dijatuhkan di negeri muslim asal bukan di negeri Barat. 
Padahal, muslim atau bukan, mereka sama-sama manusia yang tidak boleh dibunuh 
tanpa alasan yang benar. 

Menyatukan Sikap
Peristiwa seperti ini agaknya akan terus berulang di masa depan. Untuk itu umat 
Islam perlu bersatu merumuskan bagaimana menyikapi kejadian-kejadian seperti 
ini. Islam jelas menentang pembunuhan terhadap rakyat sipil yang tidak berdosa 
dan tidak terlibat dalam peperangan secara langsung. Tapi tidak bisa juga 
kemudian digeneralisasi dengan mengecam pejuang-pejuang Islam di Irak, 
Afghanistan, Kashmir, atau Palestina, yang tengah berjuang untuk membebaskan 
negeri Islam, mengusir penjajah yang jelas-jelas telah menduduki dan membunuh 
penduduk di negeri Muslim. 

Kelompok Islam juga seharusnya tidak langsung bereaksi dengan mengecam setiap 
tindakan kekerasan seperti di London, sebelum tahu dan terbukti siapa 
pelakunya. Tentu saja adalah sikap yang dholim menuduh satu atau dua kelompok 
Islam sebagai pelaku yang belum terbukti, hanya karena ingin melepaskan diri 
dari tekanan atau menunjukkan 'kelompok kami bukan teroris'. Sikap-sikap 
seperti ini jelas hanya menguntungkan Negara-negara Barat yang memang 
seringkali menggunakan isu terorisme ini untuk kepentingan mereka dan untuk 
memecah belah umat Islam. 

Kalaupun ada kelompok Islam yang melakukannya, perlu dijelaskan kepada khalayak 
bahwa sesungguhnya itu muncul sebagai reaksi terhadap tindakan kekerasan yang 
menimpa umat Islam di dunia. Ingat, Inggris terlibat secara sadar dalam 
penghancuran dan penjajahan Irak hingga detik ini. Menyatakan bahwa ini adalah 
reaksi adalah penting supaya khalayak umum mengetahui apa sebenarnya yang 
menjadi akar tindakan-tindakan kekerasan ini. Semuanya berpangkal dari 
terorisme Negara yang dilakukan negara-negara Barat di negeri-negeri Islam 
seperti di Irak, Afghanistan, dan Palestina. 

Hanya membicarakan dan mengecam setiap tindak kekerasan 'kecil' seperti yang 
terjadi di London, tanpa mempersoalkan tindak kekerasan 'besar' --yang 
dilakukan AS dan Inggris di Irak dan di tempat lain-- disamping tidak 
menyelesaikan persoalan, juga akan memberikan legitimasi bagi 'penjajahan' 
negara Barat di dunia Islam. Ini sangat tidak adil. Kekerasan yang terjadi di 
mana-mana hanya bisa dihentikan bila kekerasan besar yang dilakukan oleh negara 
juga dihentikan. Tentu saja perlu membangun kesadaran internal di kalangan 
kelompok Islam, bahwa kelompok Islam juga harus menghindari generalisasi 
penggunaan kekerasan bagi semua warga negara Barat. Haruslah dipilah mana sipil 
yang tidak memerangi umat Islam secara langsung, dan mana yang memerangi umat 
Islam secara langsung di negeri-negeri perang seperti Irak, Afghanistan, dan 
Palestina.

Warga negara Barat juga harus mengetahui akar masalah dan merasakan penderitaan 
penduduk sipil di negeri-negeri Islam yang dibombardir, disiksa, dan dibunuh 
oleh tentara-tentara mereka. Karena rasa sakitnya juga sama. Sikap kritis warga 
negara Barat ini sangat penting, karena penolakan rakyatlah yang bisa 
menghentikan pemerintah Barat melanjutkan tindakan keji di negeri-negeri 
Islam.Terakhir, banyak kemungkinan tentang pelaku kekerasan di London ini. Bisa 
memang kelompok Islam, bisa teroris Irlandia, bisa juga merupakan aksi-aksi 
intelijen sendiri untuk mengokohkan isu terorisme. Yang terpenting semua harus 
dibuktikan lewat mekanisme peradilan yang objektif dan adil. 

Tapi, siapa pun pelakunya, peristiwa ini semakin memperkokoh kedudukan 
pemerintah Bush sebagai pemimpin dunia dalam perang globalnya melawan teroris. 
Maka, tak heran bila dengan sigap Presiden George Walker Bush menyambar isu ini 
dengan cepat. Bush yang sedang menghadiri pertemuan para pemimpin negara Grup-8 
di Skotlandia, menyambutnya dengan kata-kata: ''Perang melawan teroris harus 
terus dilanjutkan.'' 




[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke