--- On Sat, 11/2/12, Abbas Amin <[email protected]> wrote:
From: Abbas Amin <[email protected]> Subject: Bagaimana proses ritual shalat To: "kisunda" <[email protected]>, "urangsunda" <[email protected]> Received: Saturday, 11 February, 2012, 4:00 AM Shalat Bagaimana cara Ritual ibadat dalam menyembah Tuhan ? Atau istilah Islam Shalat. Dalam Agama Budha, dengan duduk semedi. Tao begitu pula. Tapi Tao, kalau ada maksud tertentu , puasa dulu baru tirakatan, dengan penuh kesujudan, melakukan sembahyang dengan gerakan2 tertentu. Seperti dilakukaan Khong Bing saat maau minta Lam Hong atau angin selatan bertiup; dimana saat itu bukan musimnya; karena mestinya angin utara yang bertiup. Hindu ? Kadang2 duduk sambil membaca syair2 yang memuja muji Tuhan; dan berharap tidak melaknat mereka. Bila perlu sambil mengangkat tangan; kadang2 ditengahnya dibuat api unggun dlsb. Yahudi, menyembah Tuhan dengan bersujud; ada yang sebentar, ada juga yang cukup lama. Nabi Muhammad, melihat semua itu, kemudian beliau mensyaratkan gerakan2 disertai doa2; untuk suatu ritual sembahyang; kemudian dinamakan SHALAT. Nabi Muhammad mendasarkan shalat seperti itu, karena beliau menghendaki suatu hal menjadi TERTIB; tidak serta merta Bersujud saja; atau tidak serta merta duduk semedy saja; tapi diawali dengan kesiapan mental dulu, yang utama. Yaitu dengan berdiri tegak, menghadap Tuhan. Berhubung Tuhan meliputi Alam Semesta, kemana saja diarahkan shalat tetap sama saja. Hanya untuk ketertiban, dan keseragaman Nabi Muhammad mensyaratkan harus menghadap KABAH. Artinya arah tersebut supaya kalau teratur tak mungkin saling tabrak satu sama lain; karena semua mengarah kesatu arah. Coba kalau yang satu menghadap ke Timur, yang lain ke Baraat, maka mungkin saja kepala akan saling beradu. Kalau hanya dua tiga jemah yang ikut shalat, gak begitu kacau ; kalau ada belasan atau lebih, maka akan kacaulah shalat tersebut. Pada saat kesiapan itu, yaitu pada awal Shalat dimulai; konsentrasi dulu sambil memasang niat, kita tekadkan bahwa kita sedang berusaha menyembah Tuhan. Pada saat Takbiratul Ihram, awal menyebut Allahu Akbar, disitulah Shalat dimulai. Disaat itu pula, hati kita mengatakan niat dalam hati bahwa kita akan shalat. ( fardu, sunat dll ) Setelah tegak sempurna lagi, maka mulailah kita melaksanakan ritual do’a dalam shalat. Step pertama adalah memuja muji Tuhan, kemudian do’a untuk Khusyu bahwa kita sedang menghadap Tuhan Semesta; kemudian ikrar untuk keihlasan kita menyembah Tuhan; dan terakhir ikrar bahwa kita tidak menyembah selain Allah/Tuhan. Kemudian kewajiban membaca surat Al Fatihah, yang isinya adalah: berlindung kepada Allah dari gangguan syetan yang terkutuk; kemudian menyatakan memulai dengan meembaca menyebut AsmaNya Yang Maha menyediakan Fasilitas dan Peralatan serta memberikan petunjuk cara mengelola itu fasilitas dan peralatan. Kita berikrar bahwa puja puji dan Keagungan hanyaalah punya Dia; MilikNya; tak ada Makhluq lain yang pantas dipuja dan dipuji. Kemudian membaca lagi dengan menyebut karena DIA memberikaan segala yang kitaa butuhkan. Kemudian kita berikrar bahwa Tuhan itu juga adalah PENGUASA Alam Akhir; selain alam semesta ini. Maka sudah barang tentu, pantaslah kita semua menyembahnya; dan pantas pula hanya pada Dialah kita meminta segala kebutuhan. Kemudian pada saat itupun berdoa bahwa mohon ditunjukkaan jalan yang Dia harapkan pada kita; jalan yang tepat, jalan yang lurus; jalan untuk Winner. Jadi jalan yang ditempuh oleh manusia2 winner dan bukaan manusia2 LOSER. Setelah itu dalam “semedi/konsentrasi” berdiri tegak itupun, kita disunatkan membaca ayat2 Al Qur_an yang kita mampu hafal dengan baik. Sehingga apa yang kita bacapun cukup dimengerti. Kalau kita saja yang baca gak ngarti, bagaimana orang lain ? Kalau kita sendiri tak mengerti apa yang kita harapkan, bagaimana Tuhan memberikan sesuatu sesuai dengan harapan kita ? Setelah tegak itu, kemudian kita bergerak untuk rukuk; ini adalah suatu penghormatan, atau penyembahan tahap kedua sebelum kita sujud; jadi memang dalam ritual ibadat Shalat, penuh dengan gerakan2 yang artinya setiap step kita menuju pada kesujudan pada Illahi. Jadi pada saat Rukukpun kita berkonsentrasi untuk menyembah Tuhan Robbul Alamiin. Kemudian setelahnya kita tegak lagi, siap2 untuk bersujud. Jadi sujud tersebut diawali dulu dengan tegak lagi, siap2 konsentrasi, karena kita akan melakukan penghayatan ibadat pada Tuhan dengan sujud. Baru kita bersujud dengan khidmat. Jadi ibadat sujud, tidak langsung sujud begitu saja, harus diawali deengan berdiri dan sebagainya; sehingga sujud kita benar2 konsentrasi pada Tuhan sepenuhnya. Inilah namanya Shalat yang dijiwai. Kemudian kita duduk, tepekur dengan tetap konsentrasi menjiwai shalat yang memang hendak menyembah Tuhan; dengan hasrat bahwa menyembah Tuhan tu adalah KEBUTUHAN kita; bukan kebutuhan Tuhan; karena kita tak menyembahpun tak ada pengaruh apa2; begitu pula kalau kita shalat, tak ada pengaruhnya buat TUHAN Semesta. Hanya pengaruhnya justru terjadi pada KITA sendiri. Benar2 dan YAKIN sekali, bahwa Shalat itu memang mencegah perbuatan munkar dan keji. Nah kalau setelah shalat itu ternyata kita melakukan perbuatan BURUK; ini berarti shalat kita JELEK sekali; kemungkinan besar karena kita hanya shalat kulitnya saja; tanpa dijiwai sama sekali. Setelah duduk tadi, kembali kita bersujud, yang artinya memang ibadah paling mendalam adalah pada sujud itulah. Baru kemudian mengulang lagi dari posisi siap pertama. Terakhir kita duduk dengan tertib dan konsentrasi penuh, dengaan membaca attahiyat yang isinya pertama memuja muji Tuhan lagi, kemudian menduakan secara khusu Nabi; kemudian menduakan secaraa khusus golongaan manusia yang suka Shalat. Selanjutnya baca shalawat lengkap pada Nabi, yang menurut anjuran Nabi bagaimana cara membacanya. Diakhiri dengan pujian2 terhadap Tuhan Semesta. Penutup dari pada Ritual Shalat adalah mengucapkan salam. Ini semua HARUS dilakukan degan konsentrasi PENUH Abbas Amien, 11 February 2012 [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
