Izinkan Musuh Bangun Rumah Dipekarangan Anda Adalah Blunder !
Jangan dibiarkan musuh yang mau membunuh anda membangun rumah dipekarangan anda
!!!
Demikianlah analogy konflik Israel-Palestina yang ingin dipaksakan
penyelesaiannya oleh pihak Arab Islam kepada UN.
Negara Israel yang telah disahkan berdirinya oleh UN ditahun 1947 ternyata
ditolak secara sepihak oleh negara2 Arab Islam yang mendasari penolakannya
se-mata2 karena agamanya.
Namun usaha penyerangan dan pendudukan negara Israel oleh pasukan2 Arab Islam
berhasil digagalkan. Penyerbu berhasil diusir keluar dari tanah Israel. Semua
penyerbu2 dikejar dan ditangkapi oleh pasukan Israel, dan sebagian berhasil
melarikan diri kenegara tetangganya yaitu Jordania, Syria, Libanon, Mesir dan
negara2 Arab lainnya.
Melalui kegiatan2 dan aktifitas teror2 Internasional akhirnya para penyerbu ini
mengganti nama organisasi terornya menjadi pejuang kemerdekaan Palestina (PLO)
setelah kegagalan perang 6 hari ditahun 1967.
Meskipun menggunakan nama yang berbeda, tapi pelakunya tetap sama, agamanya
tetap sama, kewajibannya tetap sama, tujuan yang ingin dicapainya tetap sama
yaitu membantai Yahudi, merebut tanah air mereka, dan menegakkan Syariah Islam
dimuka bumi ini.
Tidak mampu merebut dengan kekerasan, mereka menggunakan akal2an dengan
menandatangani perjanjian Camp David yang menjanjikan perdamaian, keamanan dan
hidup berdampingan sebagai dua negara yang berbeda agamanya. Dengan ditanda
tangani perjanjian ini, turunlah bantuan dari seluruh dunia secara berlimpah
ruah untuk membangun negara Palestina dikedua wilayah Gaza dan Westbank.
Mendadak ditengah berjalannya harapan indah ini, Israel disusupi ratusan
penyusup bomb2 bunuh diri yang meledakkan bomb2 diseluruh wilayah negara
Israel. Hasil interogasi dan investigasi membuktikan bahwa dana bantuan dunia
untuk pembangunan Palestina diselewengkan untuk membangun dan melatih puluhan
pembom2 bunuh diri dipusat pelatihan dikota Jenin. Tank2 Israel kemudian
meluruk ke kota Jenin dan berhasil menghancurkan pusat latihan tsb dan
membantai lebih dari 5000 pembomb bunuh diri yang siap meledakkan diri
diseluruh kota2 di Israel.
Tragedi ini telah menyadarkan Israel untuk menolak setiap usul UN yang memberi
kesempatan para terorist ini membangun pusat2 terornya diwilayah Israel.
Mengalami pengkhianatan seperti itu, UN dan Amerika sebagai penyelenggara
perjanjian Camp David akhirnya bungkam tidak bisa lagi memberi harapan2 atau
bujukan2 untuk berdirinya negara Palestina.
Seluruh kekuatan dunia akhirnya mencapai kata sepakat Amerika, Perancis,
Russia, dan Inggris sepakat menyerahkan penyelesaian konflik ini kepada
perundingan damai terbatas hanya kepada kedua belah pihak, yaitu Abbas yang
mewakili Palestina dan pemerintahan Israel. Padahal semua pihak yakin bahwa
keduanya tidak mungkin bisa mencapai perdamaian karena satu pihak berkewajiban
menghapusan peta negara Israel dari muka bumi ini.
Demikianlah, Israel telah bertekad menolak setiap usaha membangun negara
diwilayahnya yang bertujuan untuk memusnahkan negara dan bangsa Israel dari
muka bumi ini dan menggantinya dengan Syariah Islam dan muslimin-nya.
Israel memberi wejangan kepada setiap anggauta UN untuk jangan membiarkan
musuh2 mereka membangun perkemahan atau rumah dipekarangan anda untuk merebut,
dan membantai semua keluarga anda.
Tidak ada satupun negara atau UU Internasional yang bisa melarang Israel
membangun perumahan dinegaranya sendiri atau dipekarangannya sendiri.
Waktu sekarang berjalan untuk bangsa dan negara Israel, dan dalam perjalanan
waktu ini kekuatan terorist Palestina akan secara alamiah mengalami
degradasinya sendiri melalui blokade ketat yang tidak memerlukan pengorbanan
darah dan jiwa bangsa manapun juga.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/