Refl: Lupa bawa dompet atau kehabisan petro dollar dan oleh karena itu tidak 
punya ongkos?

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/12/ArticleHtmls/Warga-Dayak-Tolak-FPI-12022012001003.shtml?Mode=0



Warga Dayak Tolak FPI 
PALANGKARAYA 
Tokoh FPI diturunkan di Banjarmasin karena tak punya ongkos.

Ratusan warga suku Dayak menolak kedatangan tokoh Front Pembela Islam (FPI) 
dari Jakarta yang tiba di Bandara Cilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 
kemarin. Massa yang mengenakan ikat kepala merah telah berkumpul di bandara 
sejak pagi hari. 
Mereka masuk ke area pesawat Sriwijaya Air yang ditumpangi rombongan hingga 
hanya berjarak sekitar 50 meter. 

“Jangan ada orang luar yang mengatur kehidupan masyarakat Kalteng,” kata Wakil 
Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah Lukas Tingkes saat berorasi di 
Bandara. Massa 

yang sebagian bersenjata tradisional tombak dan mandau itu melarang FPI 
berkegiatan di Kalteng. Untuk menenangkan warga, Gubernur Kalteng Agustin Teras 
Narang dan Kepala Kepolisian Daerah Kalteng Brigjen Damianus Jacky datang ke 
bandara. 
Ketua Front Pembela Islam Jakarta, Selon, mengatakan pengurus FPI datang ke 
Palangkaraya untuk meresmikan organisasi itu di sana. Mereka yang datang adalah 
Wakil Ketua DPP FPI Muchsin, Sekjen FPI Ahmad Shobri Lubis, Wakil Sekjen FPI 
Awit Masyhuri, Panglima FPI Maman Suryadi, dan seorang anggota Dewan Majelis 
Syuro. Ketua Umum M. Rizieq Shihab batal datang karena sakit. 

Unjuk rasa menolak tokoh FPI juga terjadi Bundaran Besar Palangkaraya, digelar 
oleh sejumlah perkumpulan warga Dayak, 

seperti Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak Kalimantan Tengah dan Majelis 
Adat Dayak Nasional (MADN). Turut dalam unjuk rasa itu, Wakil Sekjen Majelis 
Adat Dayak Nasional (MADN) yang juga Sekretaris Daerah Kalteng, Siun Jarias. 
Ketua Gerakan Pemuda Dayak Kalimantan Tengah Yansen Binti menilai FPI adalah 
organisasi yang identik dengan kekerasan sehingga tidak sesuai dengan budaya 
Dayak, huma betang. Huma betang bermakna perdamaian, kebersamaan dalam 
keragaman. 

“FPI kerap menggunakan kekerasan”ujar Yansen kemarin. 

Menurut Yansen, rencana pendirian FPI terendus saat ada rapat Komunitas 
Intelijen Daerah beberapa waktu lalu, yang meminta masukan dari sejumlah ormas. 
FPI dinilai tidak perlu di Kalteng. “Penolakan ini tak ada 

kaitannya dengan agama.“ 
Ketua MUI Kalteng KH Ahmadi Isa mengatakan pembentukan FPI sudah dibatalkan, 
terutama di Palangkaraya. Pernyataan pembatalan ini disampaikan panitia 
pelaksana pembentukan FPI di hadapan Kepolisian Palangkaraya dan MUI Kalteng, 
Jumat lalu.

Soal penolakan FPI, Selon menolak berkomentar.“Saya belum bisa komentar, 
menunggu kepulangan mereka,“ katanya tadi malam.

Tadi malam, mereka tertahan di Banjarmasin. Maskapai Sriwijaya Air memutuskan 
menurunkan kelima orang itu di Banjarmasin karena, menurut anggota Dewan 
Perwakilan Rakyat, Akbar Faisal, saksi unjuk rasa itu, mereka tak punya dana 
pulang ke Jakarta.

ISTMAN MP | KARANA WW | M. ANDI PERDANA | ENDR


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke