Menjadi Warganegara Israel Adalah Hak Bangsa Yahudi !!!
                                    
Menjadi warganegara suatu negara dimanapun tergantung UU ke imigrasian setiap 
negara ybs, bukan bergantung kepada AlQuran ataupun Syariah Islam.

Demikianlah, orang Indonesia yang menjadi warganegara Amerika itu banyak 
sekali, mereka menjadi warganegara Amerika bukan karena ada ayat2nya didalam al 
Quran atau didalam Bible melainkan karena permohonannya memenuhi persyaratan 
ketentuan keimigrasian Amerika.

Demikianlah dengan orang2 Yahudi diseluruh dunia yang mendapat keistimewaan 
dari UU keimigrasian Israel bisa mengajukan permohonan menjadi warganegara 
Israel untuk dipertimbangkan diterimanya atau tidak.

Sebetulnya keistimewaan ini bukan cuma terhadap orang2 Yahudi saja, tetapi juga 
banyak pembantu2 dari Korea, Filipina, bahkan dari Indonesia yang juga boleh 
mengajukan permohonan menjadi warganegara Israel dan kalo memang memenuhi 
persyaratan tentunya diterima.

Tetapi kalo orang2 Arab Islam meskipun tidak dilarang mengajukan permohonan, 
namun 99% pasti ditolak karena mereka semuanya terorist, jadi bukan karena ke 
Islamannya atau ke Araban-nya tetapi karena memang jiwa terorist jihad Islam 
sudah menjadi kepercayaan dasar mereka untuk menghancurkan negara Israel.

Jadi fitnah kebencian saja yang diajarkan di negara2 Islam yang menyatakan 
bahwa orang Yahudi tidak berhak untuk menjadi warganegara Israel, karena yang 
menentukan adalah negara Israel bukan negara2 Islam itu.  Memang negara Israel 
pun dibangun, dibentuk dan dimerdekakan oleh bangsa Yahudi dari berbagai 
penjajah dimasa lalunya terutama Arab Islam yang kemudian menjadi jajahan 
Inggris, kemudian diserahkan kepada UN untuk diakui kemerdekaannya.

Jadi karena Israel sudah diakui oleh UN, otomatis semua negara2 Arab yang Islam 
juga harus mengakuinya karena mereka adalah juga anggauta2 UN.  Artinya kalo 
ada negara2 Arab Islam yang tidak mengakui Israel, maka sebaiknya keluar saja 
dari UN, untuk apa menjadi anggauta UN kalo tidak mengakui aturan UN yang 
menetapkan siapa2 yang menjadi negara anggautanya ???

Demikianlah sebenarnya, semua negara2 Arab yang Islampun termasuk Indonesia 
adalah mengakui dan memberi pengakuan terhadap Israel meskipun secara basa basi 
memberitakan ke umat dan rakyat mereka bahwa negara tsb tidak mengakui Israel, 
hal itu hanyalah tipu daya saja untuk menipu rakyatnya.

Sukarno sendiri tidak anti-Israel, tapi hanya karena mau mendukung Arab Islam 
saja akhirnya Sukarno barteran menjadi anti-Israel abar bisa ditukar dengan 
dukungan negara2 Arab Islam tsb terhadap usaha Sukarno mengganyang Malaysia.

Sukarno minta Israel dikeluarkan dari UN dan UN dibubarkan diganti dengan 
Conefo.  Dan Sukarno dikibulin Arab2 Islam ini dengan metode AlTaqya, mulanya 
dijanjikan semua Arab2 Islam mau mendukung Sukarno, tapi setelah Sukarno 
menyatakan keluar dari UN, ternyata tidak ada satupun Arab yang bersedia keluar 
dari UN, dan Sukarno tertipu dan akhirnya menemui ajalnya akibat pengkhianatan 
Arab2 Islam ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke