Refl: Sebelumnya dari Norwegia dikasi US$ 1,—miliar, Perancis US$ 300,—Juta, 
Australia US$ 250,—sekarang Inggris kasi US$ 80,—juta untuk hutan Indonesia. 
Kalau dihitung jumlahnya sudah sebanyak US$ 1.630 juta. Apakha uang berjumlah 
1.630 miliar dolar ini untuk membantu dan kompensasi kepada penduduk pedesaan 
yang kehilangan mata pencaharian mereka dari hasil hutan yang telah dibabat 
atau untuk rehabilitasi hutan yang sudah tidak ada ataukah untuk memperluas 
kebun kelapa sawit atau barangkali yang lazim dipraktekan lansung dimasukan 
kantong para pentinggi penguasa NKRI.


Berbahagialah mereka yang dilimpahkan berkat hutan dollar.


http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/181317/1843448/4/inggris-suntik-us--80-juta-untuk-hutan-indonesia?f9911023

Rabu, 15/02/2012 18:13 WIB

Inggris Suntik US$ 80 Juta untuk Hutan Indonesia 
Feby Dwi Sutianto - detikFinance 


 

Jakarta - Pemerintah Kerajaan Inggris memberikan bantuan US$ 80 juta kepada 
Indonesia. Bantuan ini akan digunakan untuk penanganan kerusakan hutan dan 
mengatasi perubahan iklim global.

"Total bantuan yang diberikan US$ 80 juta setara 50 juta poundsterling untuk 4 
tahun ke depan untuk perubahan iklim dan kerusakan hutan," kata Menteri 
Pembangunan Internasional Inggris Andrew Mitchel usai menemui Menko 
Perekonomian Hatta Rajasa di kantor menko perkonomian, Lapangan Banteng, 
Jakarta, Rabu (15/2/2012)

Ia mengatakan dalam kunjungannya ke Indonesia, selain di Jakarta ia juga ke 
Balikpapan Kalimantan untuk meninjau hutan Indonesia. Ia juga optimistis di 
bidang lain seperti perdagangan kedua negara akan terus meningkat.

Sementara itu Hatta menambahkan bahwa Inggris adalah mitra utama Indonesia juga 
negara sahabat. Hubungan kedua negara terus meningkat terutama di bidang 
ekonomi meskipun situasi ekonomi Eropa dalam kondisi tidak begitu baik secara 
keseluhan.

"Kami sepakat pentingnya hubungan kerjasama kedua negara tidak hanya bidang 
global climate change, kehutanan, bidang mengurangi emisi karbon, tetapi juga 
penting juga Indonesia dan Inggris meningkatkan kerjasama perdagangan dan 
investasi," katanya.

Indonesia saat ini bersama Uni Eropa termasuk Inggris di dalam sedang menjajaki 
perdagangan bebas komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership 
Agreement (CEPA).

"Kita berpesepakat, untuk masuk ke tahap berikutnya masuk ke CEPA antara 
Indonesia dan Uni Eropa di mana tentunya sangat menguntungkan kedua pihak, 
karena kondisinya melengkapi satus sama lain," katanya.
a.. 
a.. Berita lain 
a.. 
a.. Rabu, 15/02/2012 17:58 WIB
Babat Hutan Berhektar-Hektar, Freeport Cs Belum Kantongi Izin! 
a.. Rabu, 15/02/2012 16:18 WIB
Kemenhut Klaim Paling Pelit Kasih Izin Pinjam Pakai Hutan 
++++
http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2012/02/15/7674.html
Rabu, 15 Februari 2012, 11:16:05 WIB
SBY: Tidak Fair Memboikot Kelapa Sawit Indonesia
 
Presiden SBY ketika memaparkan perkembangan Indonesia kepada 128 perwakilan 
asing, di Kemenlu, Jakarta, Rabu (15/2) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Aksi boikot atau pelarangan perkebunan kelapa sawit Indonesia oleh 
lembaga asing sebagai tidak fair. Presiden Susilo Bambang Yudhyono menyampaikan 
hal ini dalam pertemuan dengan 128 perwakilan asing, perwakilan tetap untuk 
ASEAN, dan organisasi internasional, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar 
Negeri, Rabu (15/2) pagi.

"Kita hidup dalam percaturan global juga harus fair satu sama lain. Melarang 
sebuah negara untuk tidak berkebun kelapa sawit, padahal itu punya makna 
ekonomi dan kesejahteraan bagi rakyat di negara berkembang yang masih ada 
kemiskinan dan masalah, menurut saya bukan opsi yang baik," kata PresidenSBY. 

Presiden sepakat agar ada kontrol lebih efektif terhadap perkebunan kelapa 
sawit yang merusak lingkungan. Presiden juga menyambut baik dan mengajak 
lembaga swadaya masyarakat (LSM) bekerja sama mengawasi perkebunan yang merusak 
lingkungan. "Namun, setelah kami melakukan itu semua, kami divonis kepala sawit 
berbahaya dan tidak boleh dijadikan sumber pencaharian," ujar SBY. Menurut 
Presiden, hal ini tidak adil bagi Indonesia. 

Menyangkut isu lingkungan hidup, Presiden SBY menegaskan bahwa Indonesia sangat 
serius dalam menanganinya. Dunia memang memiliki kepentingan terhadap hutan 
Indonesia sebagai paru-paru dunia. Namun, Indonesia juga memiliki kepentingan. 
"Kalau ada apa-apa dengan hutan kami, akan membawa kesengsaraan bagi masa depan 
kami, anak cucu-cucu, dan tanah air kami," SBY menjelaskan. 

Indonesia, lanjut Kepala Negara, telah menjalankan komitmen untuk mengurangi 
emisi karbon hingga 26 persen. "Silakan untuk mengikuti apa saja yang kami 
lakukan untuk menuju pengurangan emisi karbon sebanyak 26 persen tersebut," 
kata Kepala Negara.

Langkah pengurangan emisi karbon ini, antara lain, berupa pencegahan perusakan 
hutan, melaksanakan reforestasi, dan mencegah kebakaran hutan, dan melawan 
pembalakan liar. "Saya minta kerja sama dengan negara sahabat, karena ada 
sindikat internasional yang menadah curian (illegal logging) dari Indonesia," 
ajak SBY.

Indonesia juga menetapkan moratorium untuk penggunaan lahan gambut karena 
merusak. Kemudian memperbaiki tata ruang daerah yang ada kawasan hutannya, 
seperti Kalimantan dan Papua. Saat ini, lanjut Presiden, Indonesia terus 
menggalakkan penanaman pohon melalui program Tanam Satu Miliar Pohon.

“Saya yakin 35 tahun lagi dengan satu tahun 1 milar pohon lebih, Indonesia akan 
menjadi lebih bagus, lebih bersih, dan mampu berkontribusi menghadapi perubahan 
iklim dan pemenasan global pada tingkat dunia,” Presiden SBY menandaskan. (dit) 


http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/181317/1843448/4/inggris-suntik-us--80-juta-untuk-hutan-indonesia?f9911023



Rabu, 15/02/2012 18:13 WIB

Inggris Suntik US$ 80 Juta untuk Hutan Indonesia  
Feby Dwi Sutianto - detikFinance 


 


Jakarta - Pemerintah Kerajaan Inggris memberikan bantuan US$ 80 juta kepada 
Indonesia. Bantuan ini akan digunakan untuk penanganan kerusakan hutan dan 
mengatasi perubahan iklim global.

"Total bantuan yang diberikan US$ 80 juta setara 50 juta poundsterling untuk 4 
tahun ke depan untuk perubahan iklim dan kerusakan hutan," kata Menteri 
Pembangunan Internasional Inggris Andrew Mitchel usai menemui Menko 
Perekonomian Hatta Rajasa di kantor menko perkonomian, Lapangan Banteng, 
Jakarta, Rabu (15/2/2012)

Ia mengatakan dalam kunjungannya ke Indonesia, selain di Jakarta ia juga ke 
Balikpapan Kalimantan untuk meninjau hutan Indonesia. Ia juga optimistis di 
bidang lain seperti perdagangan kedua negara akan terus meningkat.

Sementara itu Hatta menambahkan bahwa Inggris adalah mitra utama Indonesia juga 
negara sahabat. Hubungan kedua negara terus meningkat terutama di bidang 
ekonomi meskipun situasi ekonomi Eropa dalam kondisi tidak begitu baik secara 
keseluhan.

"Kami sepakat pentingnya hubungan kerjasama kedua negara tidak hanya bidang 
global climate change, kehutanan, bidang mengurangi emisi karbon, tetapi juga 
penting juga Indonesia dan Inggris meningkatkan kerjasama perdagangan dan 
investasi," katanya.

Indonesia saat ini bersama Uni Eropa termasuk Inggris di dalam sedang menjajaki 
perdagangan bebas komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership 
Agreement (CEPA).

"Kita berpesepakat, untuk masuk ke tahap berikutnya masuk ke CEPA antara 
Indonesia dan Uni Eropa di mana tentunya sangat menguntungkan kedua pihak, 
karena kondisinya melengkapi satus sama lain," katanya.


a.. Rabu, 15/02/2012 17:58 WIB
Babat Hutan Berhektar-Hektar, Freeport Cs Belum Kantongi Izin! 
a.. Rabu, 15/02/2012 16:18 WIB
Kemenhut Klaim Paling Pelit Kasih Izin Pinjam Pakai Hutan 

++++
http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2012/02/15/7674.html

Rabu, 15 Februari 2012, 11:16:05 WIB
SBY: Tidak Fair Memboikot Kelapa Sawit Indonesia
 
Presiden SBY ketika memaparkan perkembangan Indonesia kepada 128 perwakilan 
asing, di Kemenlu, Jakarta, Rabu (15/2) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Aksi boikot atau pelarangan perkebunan kelapa sawit Indonesia oleh 
lembaga asing sebagai tidak fair. Presiden Susilo Bambang Yudhyono menyampaikan 
hal ini dalam pertemuan dengan 128 perwakilan asing, perwakilan tetap untuk 
ASEAN, dan organisasi internasional, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar 
Negeri, Rabu (15/2) pagi.

"Kita hidup dalam percaturan global juga harus fair satu sama lain. Melarang 
sebuah negara untuk tidak berkebun kelapa sawit, padahal itu punya makna 
ekonomi dan kesejahteraan bagi rakyat di negara berkembang yang masih ada 
kemiskinan dan masalah, menurut saya bukan opsi yang baik," kata PresidenSBY. 

Presiden sepakat agar ada kontrol lebih efektif terhadap perkebunan kelapa 
sawit yang merusak lingkungan. Presiden juga menyambut baik dan mengajak 
lembaga swadaya masyarakat (LSM) bekerja sama mengawasi perkebunan yang merusak 
lingkungan. "Namun, setelah kami melakukan itu semua, kami divonis kepala sawit 
berbahaya dan tidak boleh dijadikan sumber pencaharian," ujar SBY. Menurut 
Presiden, hal ini tidak adil bagi Indonesia. 

Menyangkut isu lingkungan hidup, Presiden SBY menegaskan bahwa Indonesia sangat 
serius dalam menanganinya. Dunia memang memiliki kepentingan terhadap hutan 
Indonesia sebagai paru-paru dunia. Namun, Indonesia juga memiliki kepentingan. 
"Kalau ada apa-apa dengan hutan kami, akan membawa kesengsaraan bagi masa depan 
kami, anak cucu-cucu, dan tanah air kami," SBY menjelaskan. 

Indonesia, lanjut Kepala Negara, telah menjalankan komitmen untuk mengurangi 
emisi karbon hingga 26 persen. "Silakan untuk mengikuti apa saja yang kami 
lakukan untuk menuju pengurangan emisi karbon sebanyak 26 persen tersebut," 
kata Kepala Negara.

Langkah pengurangan emisi karbon ini, antara lain, berupa pencegahan perusakan 
hutan, melaksanakan reforestasi, dan mencegah kebakaran hutan, dan melawan 
pembalakan liar. "Saya minta kerja sama dengan negara sahabat, karena ada 
sindikat internasional yang menadah curian (illegal logging) dari Indonesia," 
ajak SBY.

Indonesia juga menetapkan moratorium untuk penggunaan lahan gambut karena 
merusak. Kemudian memperbaiki tata ruang daerah yang ada kawasan hutannya, 
seperti Kalimantan dan Papua. Saat ini, lanjut Presiden, Indonesia terus 
menggalakkan penanaman pohon melalui program Tanam Satu Miliar Pohon.

“Saya yakin 35 tahun lagi dengan satu tahun 1 milar pohon lebih, Indonesia akan 
menjadi lebih bagus, lebih bersih, dan mampu berkontribusi menghadapi perubahan 
iklim dan pemenasan global pada tingkat dunia,” Presiden SBY menandaskan. (dit) 





Berita Lain
  a.. Rabu, 15/02/2012 17:58 WIB
  Babat Hutan Berhektar-Hektar, Freeport Cs Belum Kantongi Izin! 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke