Si dungu ini kaing2 pindah gawang. Gua itu lagi ngomongin ga becusnya orang Indonesia ngurus pabrik, shg pabrik gula dr jaman Belanda itu bukannya tambah maju, tapi tambah mundur, sampe bisa kejadian ngangkut tebu pake kereta api jadi pake tenaga binatang. Si dungu ini jg ga bisa baca dgn benar. Yg gua bilang itu adalah "Lebih konyol lagi, kalo dulu tebu diangkut dr ladang ke pabrik pake kereta api, sekarang bisa diangkut dgn tenaga binatang", artinya ga semua pake truk spt yg lu bilang, tp ada kasus di mana tenaga binatang yg dipake. Kalo lu ga tau ada yg make tenaga binatang unt ngangkut tebu ke pabrik gula, mencingan lu tutup mulut aja. Ngangkut pake truk itu jg banyak bikin masalah. Jalanan cepat rusak, bikin macet jg krn truk hrs ngantri. Kadang ngantri bisa sampe 3 hari, bikin kualitas tebunya menurun. Tp, hehehe... pabrik gula itu ga peduli dgn masalah2 spt itu, buat mereka sih yg penting ngegiling tebu dan bikin gula, mau gulanya butut, produksinya rendah dan ga efisien, atau bikin jalanan rusak, peduli amat. Yg penting petingginya bisa korupsi. Mending mana dijajah orang Belanda atau dijajah orang Indonesia? Yg pasti sih, orang Indonesia yg ngejajah Indonesia ini korupsinya jauh lbh gede dan jumlah koruptornya jg jauh lbh banyak.
From: Musik hari Ini <[email protected]> >To: "[email protected]" <[email protected]> >Sent: Thursday, February 16, 2012 9:12 AM >Subject: Re: [proletar] Indonesia Butuh Impor Gula 220 Ribu Ton > > > >Banyak pabrik gula yg berasal dr jaman Belanda? > >hanya di pulau jawa saja lokasinya ada sejak jaman kolonial >Pada praktiknya peraturan itu dapat dikatakan tidak berarti karena > >seluruh wilayah pertanian wajib ditanami tanaman laku ekspor > >dan >hasilnya diserahkan kepada pemerintahan Belanda. Wilayah yang digunakan > >untuk praktik cultuurstelstel pun tetap dikenakan pajak. > >Warga yang tidak memiliki lahan pertanian wajib bekerja selama setahun penuh >di lahan pertanian. > >Banyak pabrik gula yg berasal dr jaman Belanda >Ini omongan "anak monyet berlagak orang nederland! >mesin produksinya baru semua rel lorinya betul peninggalan belanda?siapa bilang > >Tanam paksa adalah era paling eksploitatif dalam praktik ekonomi Hindia >Belanda. > >Sistem tanam paksa ini jauh lebih keras dan kejam dibanding sistem monopoli >VOC > >karena ada sasaran pemasukan penerimaan negara yang sangat dibutuhkan >pemerintah. > >Petani yang pada zaman VOC wajib menjual komoditi tertentu >pada VOC > >kini harus menanam tanaman tertentu dan sekaligus menjualnya > >dengan harga yang ditetapkan kepada pemerintah. > >Aset tanam paksa inilah >yang memberikan sumbangan besar > >bagi modal pada zaman keemasan >kolonialis liberal Hindia-Belanda pada 1835 hingga 1940. >Akibat sistem yang memakmurkan dan menyejahterakan negeri Belanda ini > >Van den Bosch selaku penggagas dianugerahi gelar Graaf oleh raja Belanda, pada >25 Desember 1839. ><Wiki> > >Lebih konyol lagi, kalo dulu tebu diangkut dr ladang ke pabrik pake kereta >api, > >sekarang bisa diangkut dgn tenaga binatang.? >Ini jelas pengetahuan konyol,saat ini tebu diangkat dengan lori&truck > >Lebih konyol lagi, kalo dulu tebu diangkut dr ladang ke pabrik pake kereta >api, > >sekarang bisa diangkut dgn tenaga binatang.? >badut tua yang tolol > >________________________________ >From: item abu <[email protected]> >To: "[email protected]" <[email protected]> >Sent: Wednesday, February 15, 2012 6:54 PM >Subject: Re: [proletar] Indonesia Butuh Impor Gula 220 Ribu Ton > > > >Banyak pabrik gula yg berasal dr jaman Belanda, Banyak pabrik gula yg berasal >dr jaman Belanda. Lebih konyol lagi, kalo dulu tebu diangkut dr ladang ke >pabrik pake kereta api, sekarang bisa diangkut dgn tenaga binatang. > >Lebih konyol lagi, kalo dulu tebu diangkut dr ladang ke pabrik pake kereta >api, sekarang bisa diangkut dgn tenaga binatang. > > > >From: Sunny <[email protected]> >>To: [email protected] >>Sent: Friday, February 17, 2012 5:42 AM >>Subject: [proletar] Indonesia Butuh Impor Gula 220 Ribu Ton >> >> >> >>http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/15/ArticleHtmls/Indonesia-Butuh-Impor-Gula-220-Ribu-Ton-15022012105022.shtml?Mode=0 >> >>Indonesia Butuh Impor Gula 220 Ribu Ton >>JAKARTA >>Gula impor harus dija- min tak merembes ke Jawa dan Sumatera. >> >>Produksi gula Indonesia saat ini belum mampu menutupi kebutuhan masyarakat >>setara satu bulan sebelum musim giling. Dewan Gula Indonesia (DGI) >>mengusulkan pemerintah untuk mengimpor gula mentah (raw sugar) sebanyak 240 >>ribu ton atau setara dengan 220 ribu ton gula kristal putih (GKP) untuk >>memenuhi kebutuhan tersebut. >>Ketua DGI Suswono menyebutkan, ketersediaan fisik gula kristal putih di >>gudang sampai 31 Januari 2012 sebanyak 530.578 ton. Sedangkan produksi gula >>per Januari sampai 30 April 2012 di wilayah Sumatera 68.354 ton, sehingga >>diperkirakan kebutuhan GKP hing >> >>ga Mei mencapai 598.932 ton. Adapun kebutuhan gula untuk empat bulan ke depan >>diperkirakan 860 ribu ton, sehingga akan ada kekurangan sampai 31 Mei 2012 >>sebesar 261.068 ton. >>“Dulu perkiraan akan kurang dari dua bulan sebelum musim giling. Tapi, dari >>survei yang dilakukan, hanya kurang dari satu bulan ke depan atau sekitar 220 >>ribu ton gula putih,”ucap Suswono, yang juga Menteri Pertanian, kemarin. >> >>Dia memastikan hanya akan mengimpor gula mentah agar bisa diproses oleh >>pabrik gula nasional. Gula mentah impor ini akan diprioritaskan untuk >>Indonesia bagian timur karena kebutuhan Sumatera dan Jawa sudah tercukupi. >>Kebijakan impor tetap harus diputuskan dalam rapat bersama di Kementerian >>Koordinator Bidang Perekonomian. >> >>Pelaksana impor terbuka bagi setiap perusahaan swasta gula ataupun BUMN gula >>yang memenuhi persyaratan lisensi. Perusahaan itu harus bisa memproses gula >>mentah ke GKP dan menjadi pelaku langsung untuk menyalurkan ke wilayah >>Indonesia timur. >>Perusahaan yang memperoleh izin juga harus menjadi pelaku langsung, dan tidak >>boleh menjual hasil impor ke pabrik gula lain untuk diolah. >> >>Pelaksanaan impor gula sendiri akan berlangsung sejak Februari hingga akhir >>April sebelum masa giling tiba. Jika melewati batas waktu, importir akan >>dikenai sanksi. “Tapi, untuk proses tender dan kuota, biasanya tergantung >>keputusan Kementerian Perdagangan.” Direktur Pusat Penelitian Perkebunan Gula >>Indonesia >> >>Suyoto Hadisaputro mengatakan negara asal gula impor belum ditentukan.“Tapi >>ada kemungkinan impor diambil dari Thailand atau Australia,”kata dia. >>Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Sumitro Samadikun meminta >>pemerintah menjaga kestabilan harga gula di dalam negeri saat keran impor >>gula mentah ini dibuka. Ia khawatir impor gula membuat harga gula di tingkat >>petani anjlok seperti pengalaman yang di masa lalu. “Kalau harus ada impor, >>kami tidak ingin ini berpengaruh pada harga petani.” Dia juga meminta agar >>ada pengawasan ketat terhadap pelaksanaan impor. Pemerintah harus menjamin >>bahwa gula impor tidak merembes ke pasar Jawa dan Sumatera yang tidak >>mengalami kekurangan. >> >>[Non-text portions of this message have been removed] >> >> >> >> >> > >[Non-text portions of this message have been removed] > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
