negara yg hidupnya terlalu tergantung dengan ekspor akan menjerit 
ketika mata uang lokalnya menguat, contoh: jepang.
di jepang itu, konon, nilai yen menguat beberapa poin
aja bisa bikin bangkrut puluhan bahkan ratusan perusahaan.
di indonesia mah rupiah bergeser 500 poin pun hampir ngga ngaruh.

sebaliknya, negara yg hidupnya lebih banyak dari impor akan teriak 
saat mata uang lokalnya melemah, contoh: singapur.
di singapur dari mulai kangkung sampe sarung, semuanya impor.
kalo sing dollar lemah syahwat, bukan cuman mereka ngga bisa beli kangkung, 
tapi bisa2 singapur gelap gulita, 
karena negara ini listriknya 100% ditenagai minyak, dan 
minyaknya 100% impor.

indonesia mestinya ngga perlu tergantung 2-2nya, karena 
di atas kertas negara kita ini mestinya bisa swasembada segala.
kalaupun harus impor, kita hanya butuh barang2 hi tech yg 
memang belum kita kuasai teknologinya.
tapi untuk barang2 konsumsi, indonesia itu sorga.
baju, sepatu, makanan, semuanya murah dan tersedia setiap saat sepanjang tahun.
di eropa susah bener cari sepatu atau baju yg tidak bertuliskan "made in 
indonesia".
duit 100 ribu di stasiun kereta zurich cuman dapet chicken burger
ukuran kecil + coca cola.
duit segitu di indonesia bisa dapet 2 mangkok sop buntut kelas dunia.
di tempat yg sama, kaos oblong warna putih polos bertuliskan "swiss military" 
harganya 300 ribu (bisa dipastikan made in indonesia pula).
di bandung kaos dgn kualitas yg sama bisa dapet selosin.

konsep habibie bikin iptn, pindad, pt pal, pt inti itu sebenernya 
bagus,tujuannya supaya kita menguasai teknologi, yg ujung2nya kita bisa mandiri.
kita ini minyak punya, hasil laut melimpah, hutan banyak, barang tambang 
berjibun, asal punya teknologi udah pasti bisa mandiri.
kalo kita mandiri dalam teknologi, amerika dan eropa bisa manyun karena 
barang2nya udah ngga diperlukan lagi.

dalam 12 tahun terakhir ekonomi kita sangat membaik.
pemerintah mulai memberlakukan pajak progresif untuk kendaraan, 
karena populasi mobil dan motor tiap tahun makin menggila.
lambhorgini terbaru tipe aventador seharga 9,7 milyar (off the road, on the 
road bisa lebih dari 10M) itu sudah 
diantri oleh 10 orang indonesia, padahal jatah 
buat indonesia dari pabriknya per tahun cuman 8 unit.

http://mobil.otomotifnet.com/read/2012/02/06/327784/176/1/Waduh__Inden_Lamborghini_Aventador_di_Indonesia_Sampai_2014_

http://www.autobildindonesia.com/read/2012/02/06/5260/15/6/Lamborghini-Aventador-Resmi-Di-Indonesia

padahal waktu di italy gua malah ngga pernah liat orang sono wara wiri pake 
lambo atau ferrari. 

di zimbabwe, orang yg naik lambo aventador akan dijadiin pengganti yesus dan 
disembah sampe 7 turunan.

--- In [email protected], safin _blanc <pandan.wangi558@...> wrote:
>
> ... "resminya" ya seperti ditulis dibawah ini,... dibaliknya, who knows?
> 
> ... untuk kasus indonesia memang rada confused gw.. kalau dollar turun
> ataupun naik (significant), pasti ada yg teriak mana tahaann...
> 
> .. bagi rakyat kecil, konsekwensinya harus banting tulang terus, taraf
> kehidupan ya gitu2 saja dari dulu... kalau kagak kerja ato udah
> pensiun, bisa dipastiin mati pelan2 kalo kgak cepat ke pinggiran.....
> mungkin orang yg biasa nomad seperti di irian, pindah tempat kalo
> makanan sudah hampir habis, hidup bisa lebih dinikmati... garin
> nugroho (kalo kgak salah),.. pernah bilang bhw orang asmat itu laki2
> sejati setelah melihat cara hidup dan tinggal beberapa waktu dengan
> mereka...
> ..
> 
> 
> 
> Mugabe Runs Economy Into the Ground
> 
> In March 2002, Zimbabwe was suspended from the Commonwealth of
> Nations. That month Mugabe was reelected president for another six
> years in a blatantly rigged election whose results were enforced by
> the president's militia. In 2003, inflation hit 300%, the country
> faced severe food shortages, and the farming system had been
> destroyed. In 2004, the IMF estimated that the country had grown
> one-third poorer in the last five years.
> 
> Parliamentary elections in March 2005 were judged by international
> monitors to be egregiously flawed. In April, Zimbabwe was reelected to
> the UN Commission on Human Rights, outraging numerous countries and
> human rights groups. In mid-2005, Zimbabwe demolished its urban slums
> and shantytowns, leaving 700,000 people homeless in an operation
> called "Drive Out Trash." In 2006, the government launched "Operation
> Roundup," which drove 10,000 homeless people out of the capital.
> 
> Since 2000, Zimbabwe has experienced precipitous hyperinflation and
> economic ruin. By the end of 2008, inflation skyrocketed to a
> mind-boggling 231,000,000%, up from 7,000% in 2007, unemployment
> reached 80%, and the Zimbabwean dollar was basically worthless.
> According to the World Health Organization, Zimbabwe has the world's
> lowest life expectancy.
> 
> 
> 
> http://www.infoplease.com/ipa/A0108169.html?pageno=4#ixzz1mbze8Chn
> 
> On 2/17/12, johny_indon <johny_indon@...> wrote:
> >
> >
> > kalo kata si bleki dan ambon sih pasti gara2 75% penduduk
> > zimbabwe itu kresten.. hehhe
> >
> > penyebab utama hiperinflasi di zimbabwe karena perang sodara
> > dan gara2 robert mugabe seenak dewe membagi2 tanah dari "pemilik awal"
> > orang kulit putih ke pemilik baru orang kulit item.
> > nah, si item2 ini begitu dapet rejeki nomplok malah kebingungan
> > sendiri, bukannya gawe malah ribut2.
> > anjlok deh produktifitas negara secara keseluruhan.
> > emang, yg "item item" itu cocoknya jadi orang melarat, ngga cocok
> > jadi orang kaya.
> >
> > --- In [email protected], safin _blanc <pandan.wangi558@> wrote:
> >>
> >> ... kata orang, sebelum inggris ditendang keluar zimbabwe oleh robert
> >> mugabe,.. dollar zimbabwe hampir setara dengan poundsterling...
> >>
> >> ... kok bisa sampe gitu anjlok ya?..
> >>
> >
> >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke