Bagi yang berilmu & berpengetahuan, "kekacauan" bukan hal yang anomali, melainkan "koreksi" atas hilangnya keseimbangan. Contoh sederhananya, marah, ketawa, nangis dsb itu adalah bentuk koreksi atas keadaan tidak tertib akibat hilangnya keseimbangan nalar & emosi.
Kaok-kaok si uplik soal fungsi surau sebagai tempat melahirkan misalnya, jelas mengguncang suasana batin khalayak yang mendengar kaok-kaok si uplik. Guncangan yang merusak keseimbangan nalar ini tentu membuat ketertiban batin publik pun jadi kacau, chaos. Nah, sebelun berkembang jadi kekacoan sosial, maka (inilah hebatnya manusia) sistem metabolisme di masing-masing orang akan bereaksi untuk mengoreksi ketidakseimbangan ini. Ada yang muncul sebagai kemarahan, saking sedihnya liat orang sedungu itu; ada yang nangis bombay (saking gelinya liat orang sedungu itu); dan yang paling umum, pada terpingkel-pingkel melihat ketololan di luar dugaan itu. Gimana nggak tolol, bandingin aja peristiwa biofisika yang begitu lentur terhadap gempuran situasi dengan sikap kaku si uplik yang mati-matian bertahan pada disertasi bodohnya soal fungsi surau hanya lantaran pengin dikatain "konsisten" sesuai definisi "konstanta" pada buku-buku teks - kecuali terhadap pengaruh si bleki tentu aja. Kardus banget kan? - kita kadang kagum ya sama kimhook yang gaya koreksinya sampe klojotan di lante begitu, haha.. top! --- "johny_indon" <johny_indon@...> wrote: > yoi, "kekacauan" adalah definisi murni buatan manusia yg senang > dengan "ketertiban", yg mana "ketertiban" itu sendiri adalah juga > definisi murni ciptaan manusia. > buat para atom2 mah sebenernya biasa2 wae, ngga ada tuh yg kacau > balau, semua berfungsi dengan tertib sesuai 'tugasnya' masing2. > hehe. > > --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > Kehebatan dari ilmu pengetahuan adalah membuka mata orang > > bahwa seantero jagat ini memang terikat hukum 'sebab-akibat'. > > > > Seliar apapun suatu peristiwa, itu hanyalah problem chaos, > > entropi, ketidakseimbangan, yang pada hakekatnya tetap > > terikat hukum sebab-akibat. Ada situasi yang menyebabkan > > keseimbangan / keteraturan terganggu dan selanjutnya timbul > > "kekacauan". > > > > Apa yang kita lihat sebagai kekacauan itu hanyalah akibat dari > > suatu sebab. Itu pasti. Jadi, kekacauan itu samasekali bukan hal > > yang misterius. > > > > Meyakini Afriani berkelakuan ujug-ujug nyruduk tanpa sebab, > > itu jelas dogma. > > > > --- "wawan" <selarasmilis@...> wrote: > > > > > benernya kelo ilmuwan sekelas Albert Einsten, Stephen Hawking, > > > Werner Heisenberg, apalagi Richard Feynman, sudah tahu bahwa > > > satu-satu-nya existence/eksistensi adalah partikel... > > > > > > yg jadi persoalan, orang2 seperti Heisenberg ataupun Feynman > > > tahu betul bahwa karakter partikel di alam semesta itu > > > kelakuannya kayak Afriani, yang setelah pulang dari stadium, > > > mberesin pejalan kaki di tugu tani... > > > > > > jadi ilmuwan tahu benar apa penyebab misteriusnya alam semesta > > > (yaitu interaksi uncertainty partikel), tapi yg sulit ditebak > > > adalah setelah afriani mberesin pejalan kaki di tugu tani, > > > lantas afriani ini mau beraksi apa lagi... > > > > > > --- ayub yahya <ayubyahya@...> wrote: > > > > > > > sementara orang religius pasti menjawab dari tuhan.... > > > > entah kalo ilmuwan..?? > > > > > > > > AY > > > > > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
