ah, ini mah paranoid, daripada menuduh kambing hitam melakukan pembusukan dari 
dalam, mending melakukan pencerahan dari dalam...:-)

--- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
>
> 
> Sekedar menambahkan pernak-pernik lainnya:
> 
> Orde Baru juga terang-terangan memakai strategi 'pembusukan 
> dari dalam' ini lewat gerakan korupsi untuk melemahkan 
> lawan-lawannya yang memang lemah - sama seperti Barat ketika 
> menghancurkan Uni Soviet.
> 
> Sedangkan untuk mempertahankan kekuasaannya, Orba memodifikasi 
> strategi 'pembusukan dari dalam' itu menjadi 'perubahan dari 
> dalam', yang gencar diterapkan sejak SU MPR '78 (dan mulai 
> digemborkan lagi oleh rezim sekarang). Intinya adalah membujuk 
> pemuda/i & mahasiswa/i yang kritis agar menghindari posisi frontal 
> terhadap pemerintah. Dengan cara, ikut melakukan perubahan dari 
> dalam. Pada kenyataannya, para kritis yang terbujuk masuk ke 
> berbagai organisasi asuhan Golkar, justru 'dibusukkan di dalam'.
> 
> Melihat perkembangan kebodohan-beragama yang merebak sampai 
> ke lembaga pemerintah & alat negara sekarang ini sangat mungkin 
> banyak pejabat yang 'dibusukkan di dalam'. Metodenya barangkali 
> semirip para bocah pengangguran yang dibusukkan kemanusiaannya 
> hingga tinggal tersisa sebagai bom berjalan tempohari. 
> 
> 
> "This country, the Republic of Indonesia, does not 
> belong to any group, nor to any religion, nor to any 
> ethnic group, nor to any group with customs and 
> traditions, but the property of all of us from Sabang 
> to Merauke!" — Soekarno 
> 
> 
> --- "KARTONO MOHAMAD" <kmjp47@> wrote:
> 
> > PEMBUSUKAN DARI DALAM
> > Untuk mematangkan keadaan yang memungkinkan Partai Komunis
> > menggulingkan pemerintah, mereka mempunyai strategi "pembusukan
> > dari dalam". Strategi ini diperkenalkan oleh Partai Komunis China
> > (Mao Ze Dong). Mereka memasukkan orang-orang mereka ke tubuh
> > organisasi pemerintah, melakukan perbuatan yang membuat rakyat
> > benci, seperti memeras, korupsi, menyalah gunakan kekuasaan, dsb.
> > Untuk masyarakat feodalistik seperti China, strategi ini berhasil.
> > Rakyat jadi benci pada pemerintah dan birokrat. Strategi serupa juga
> > dilakukan oleh PKI di Indonesia di awal tahun 60-an karena ada
> > kesamaan antara masyarakat China dengan Indonesia. Dengan
> > menjauhkan Bung Karno dari rakyat dan membuat rakyat benci birokrat
> > dan aparat negara karena perilaku mereka yang makin busuk. Situasi
> > seperti itu kemudian akan memudahkan PKI kelak merebut kekuasaan.
> > Didahului dengan "pembusukan dari dalam" dan strategi "dari desa
> > mengepung kota". Keduanya adalah teori PK China yang juga
> > diterapkan oleh PKI. Istilah "Kapitalis Birokrat", "Tujuh Setan
> > Desa", mulai diperkenalkan. Apakah Gerakan 30 September 1965
> > merupakan gerakan PKI atau bukan, itu soal lain tetapi bahwa PKI
> > berniat suatu saat merebut kekuasaan itu jelas. Mereka akan
> > mematangkan emosi rakyat untuk marah kepada pemerintah dan
> > aparatnya sehingga akan mudah dibakar untuk melakukan revolusi.
> > Strategi "pembusukan dari dalam" bisa juga dilakukan terhadap Islam
> > oleh orang-orang yang tidak ingin membuat Islam kuat di Indonesia.
> > Lawan-lawan Islam itu akan memasukkan orang-orang mereka ke dalam
> > kelompok-kelompok Islam dan kemudian berbuat hal-hal yang akan
> > membuat masyarakat makin membenci Islam atau orang Islam.
> > Orang-orang yang akan menampilkan wajah Islam yang garang dan
> > menakutkan, melakukan terror bukan dengan bom tetapi dengan
> > intimidasi, pengusakan, dan kekerasan. Masyarakat, atau umat Islam
> > Indonesia yang pemahaman keislamannya baru superfisial, retorik,
> > literer, dan lebih menekankan ritus daripada perilaku, menjadi
> > lahan yang subur untuk itu. Dan karena menggunakan label "Islam",
> > kelompok pembusuk dari dalam itu mudah sekali mendapat simpati.
> > Label "Islam" membuat mereka yang tidak senang kepada kelkompok
> > pemkbusuk itu akan dicap sebagai "anti Islam". Maka tujuan mengadu
> > antara sesame Islam pun tercapai. Islam yang satu membenci dan
> > menghujat Islam yang lain, bahkan sampai mengakfirkan mereka.
> > Pendidikan Islam yang menekankan kepada sikap dan perilaku serta
> > adab makin tidak mendapat perhatian.  Keislaman hanya diukur dari
> > cara berpakaian, dan ketaatan melakukan ritus. Pemahaman yang
> > mencoba menggali Islam secara non-literer akan doihujat.
> > Upaya yang pernah dilakukan Snouck Hurgronye dan Van der Plas dulu
> > diulang.
> > Dengan cara yang lebih modern. Hasilnya akan sama saja. Orang Islam
> > Indonesia akan terpecah-pecah, dan masing-masing merasa paling Islam
> > sementara yang lain bukan. Orang yang bukan Islam akan makin
> > menjauh dan melihat Islam sebagai agama yang garang dan penuh
> > kekerasan. Masalah-masalah kecil sepertu penghormatan bendera merah
> > putih, menynyikan lagu-lagu patriotik yang dulu tidak apa-apa, kini
> > mulai digugat dan dianggap syirik.
> > Kalau pun kelak NKRI terpecah, itu juga mungkin masuk dalam
> > cita-cita.
> > Orang Islam atau orang yang justru berlatar belakang organisasi
> > atau partai Islam yang ada di birokrasi dan parlemen melakukan
> > korupsi secara memuakkan. Ini juga bagian darikeberhasilan
> > "pembusukan dari dalam". Islam di Indonesia hanya dilihat dari 5
> > rukun Islamnya saja, tetapi 6 rukun Iman yang juga menjadi dasar
> > diabaikan.
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke