Refl: Apakah tidak menghina bila dikatakan bahwa mantan jenderal TNI yang juga 
adalah presiden NKRI sangat tidak cerdas dan juga apakah rakyat keliru memilih 
seorang yang sangat tidak cerdas untuk menjadi presiden mereka?

http://politik.kompasiana.com/2012/02/18/menurut-anas-urbaningrum-sebenarnya-justru-sby-lah-yang-sangat-tidak-cerdas/
Menurut Anas Urbaningrum, Sebenarnya Justru SBY-lah yang Sangat Tidak Cerdas!
OPINI | 18 February 2012 | 13:38 2568 33  1 dari 2 Kompasianer menilai menarik 
--------------------------------------------------------------------------------




Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Mallarangeng dalam keterangan 
persnya, 16 Februari 2012, mengatakan bahwa ketika SBY mendengar Angelina 
Sondakh dipindahkan ke Komisi III yang membidangi hukum, SBY marah besar.


“Pak SBY sebagai Ketua Dewan Pembina segera memerintahkan Ketua Umum dan Ketua 
F-PD untuk membatalkannya. Itu semua sama sekali tidak cerdas,” kata Andi 
meniru SBY (Kompas, 18/02/2012).


Hayono Isman, anggota Dewan Pembina PD pun mendukung SBY dengan mengatakan, “… 
menempatkan Mbak Angie di Komisi III DPR itu sangat tidak cerdas. Tentu semua 
sudah dikoordinasikan dengan DPP … Dewan Pembina Demokrat tidak tahu pemindahan 
komisi tersebut, apakah pemindahan komisi ini perintah Ketua Umum Demokrat Anas 
Urbaningrum, atau pihak lain.”


Padahal, sebenarnya membiarkan Angie di Komisi X yang antara lain membidangi 
pendidikan dan olahraga itu pun, atau ke Komisi manapun di DPR sama tidak 
cerdasnya, atau sama bodohnya, sebagaimana saya sudah tulis di tulisan saya 
yang berjudul SBY, Para Petinggi Demokrat Itu Memang Tidak Cerdas!





Dengan perkataan lain SBY (dan Hayono Isman) telah mengatakan Ketua Umum PD 
Anas Urbaningrum dan/atau Ketua Fraksi PD M Jafar Hafsah telah melakukan 
perbuatan yang sangat bodoh. 


Tetapi, rupanya Anas Urbaningrum berpendapat sebaliknya. Meskipun tidak secara 
langsung mengatakannya, tetapi dari pernyataannya yang diucapkan kemarin (17 
Februari 2012)dapat diartikan bahwa menurut Anas justru SBY (dan Hayono Isman) 
yang sangat tidak cerdas. Karena tidak mengerti mekanisme dan 
kewenangan/otoritas pemindahan kader-kader Demokrat di Komisi-komisi DPR. Bahwa 
pemindahan itu sebenarnya kewenangan (sepenuhnya) Ketua Fraksi. Dia sebagai 
Ketua Umum, atau Ketua Dewan Pembina sekalipun sebenarnya tidak perlu campur 
tangan.


Seperti yang dikutip Harian Kompas edisi Sabtu, 18 Februari 2012, Anas 
mengatakan bahwa mekanisme dan kewenangan pemindahan Angelina Sondakh itu 
merupakan otoritas dan kewenangan sepenuhnya Ketua Fraksi Partai Demokrat di 
DPR. 


“… Mekanismenya kan ada di bawah koordinasi fraksi. Itu otoritas fraksi. Ketika 
anggota DPR pindah (komisi), itu kewenangan (ketua) fraksi,” kata Anas kepada 
wartawan di Bandar Lampung, Jumat 17 Februari 2012.


Seolah-olah, atau memang demikian, Anas ingin mengingatkan SBY (dan Hayono 
Isman) bahwa seharusnya jangan mempersalahkan dirinya. Karena sesungguhnya 
pemindahan Angelina Sondakh itu bukan kewenangannya (meskipun dia Ketua Umum). 
Tetapi adalah kewenangan Ketua Fraksi Jafar Hafsah. Juga jangan mencampuri 
kewenangan Ketua Fraksi dalam menjalankan kewenangannya di DPR itu.


Sedangkan kepada Hayono Isman yang mengatakan bahwa yang memerintahkan 
pemindahan itu (mungkin) adalah Ketua Umum Anas Urbaningrum, diingatkan oleh 
Anas bahwa pasti itu bukan dia, karena seharusnya Hayono sebagai anggota Dewan 
Pembina, mengerti tentang kewenangan pemindahan anggota partai di DPR itu. Itu 
kewenangan Ketua Fraksi Jafar Hafsah, bukan kewenangan dia sebagai Ketua Umum 
Partai Demokrat. Masakan sebagai anggota Dewan Pembina Hayono Isman tidak 
mengerti itu? 


Seolah-olah menguatkan pernyataan Anas itu, Wakil Ketua Fraksi Sutan Bhatoegana 
pun mengatakan, “Ini karena yang lakukan Pak MJH (M Jafar Hafsah) dengan DPP, 
merekalah yang tahu alasan (sebenarnya pemindahan) itu.”


Sedangkan, Ketua Fraksi Jafar Hafsah pun sepertinya tidak mau dikatai tidak 
cerdas, atau bodoh begitu saja oleh SBY. Dalam pernyataannya tentang pemindahan 
Angie tersebut, pada 17 Februari 2012, yang dikutip Kompas, dia mengatakan 
sebagai berikut: “Itu tidak ada maksud-maksud tertentu. Tidak ada satu komisi 
yang kebal terhadap hukum. KPK saja tidak kebal hukum. (Pemindahan itu) hanya 
refreshing saja.”


Seolah-olah dia mau bilang kepada SBY, janganlah terlalu serius menanggapi 
pemindahan Angelina Sondakh ke Komisi III Hukum itu. Cuma refreshing saja, kok. 
Meskipun kemudian dia melaksanakan perintah SBY untuk membatalkan pemindahan 
tersebut.


Apa pun alasannya, dari pernyataannya ini. Juga dari pernyataan Jafar Hafsah 
sebelumnya bahwa pemindahan Angie itu sudah direncanakan sejak lama, dan 
merupakan rutinitas partai, (dan oleh karena itu tidak perlu dipersoalkan), 
menunjukkan adanya kebenaran dari pernyataan SBY bahwa Ketua Fraksi parpolnya 
ini memang sangat tidak cerdas.


Sekalipun itu merupakan rutinitas, tetapi kalau sekarang menjadisangat tidak 
pantas, apakah otaknya tidak bekerja untuk tidak tetap saja menjalankan apa 
yang disebut rutinitas itu?


Pernyataannya yang mengatakan (pemindahan itu) hanya merupakan refreshing saja 
menunjukkan betapa orang ini menganggap enteng permasalahan hukum korupsi yang 
melibatkan para petinggi PD itu. Bagi orang ini rupanya etika tidak perlu 
dipakai, dan oleh karena itulah di Komisi mana pun Angie ditempatkan, 
sebenarnya bukan masalah. Kan Cuma rutinitas, kan Cuma refreshing?


Bagaimana pun juga menyaksikan saling lempar pernyataan yang saling 
bertentangan dan terkesan saling sanggah itu di antara para petinggi Demokrat, 
bahkan termasuk Ketua Dewan Pembinanya sendiri, SBY, menunjukkan bahwa Demokrat 
memang semakin sulit bisa dipercaya. Dan, dari dalam sedang menghancurkan 
dirinya sendiri.


Kalau SBY saja sudah mengatakan anak buahnya di DPR itu sangat tidak cerdas, 
tapi kenapa dia terus mempertahankannya? Apakah menunggu langkah-langkah yang 
lebih tidak cerdas lagi dari yang bersangkutan?


Kalau ada orang tetap mempertahankan bawahannya yang dia ketahui tidak sangat 
cerdas, bukankah orang lain bisa menganggap bahwa orang yang tetap 
mempertahankan orang yang sangat tidak cerdas itu sebenarnya malah lebih tidak 
cerdas lagi? Sudah tahu orangnya sangat bodoh, kok tetap dipertahankan? ***


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke