.. berak salman rusdi masih banyak dikepala lu, tem...
.. cepet mandi..



On Mon, Feb 20, 2012 at 6:36 PM, item abu <[email protected]> wrote:

> **
>
>
> "auloh" ga bilang asap tembakau itu ada manfaatnya, yg dibilang "auloh"
> sbg obat adalah air wudhu lalat, hehehe...
>
> Cuma orang tolol aja yg mau percaya dgn kibulan di bawah ini. Tp yg lbh
> tolol lagi itu adlaah yg percaya "auloh" tp ga mau minum air wudhu lalat.
>
>
> From: holy uncle <[email protected]>
> >To: NATIONAL <[email protected]>; MEDIACARE <
> [email protected]>; PROLETAR <[email protected]>
> >Sent: Monday, February 20, 2012 8:58 AM
> >Subject: [proletar] Asap Tembakau juga ”Ayat” Tuhan
>  >
> >
> >
> >Asap Tembakau juga ”Ayat” Tuhan
> >
> >Monday, 20 February 2012
> >
> >Saya tiba di Desa Sukorejo, Weleri,Kendal, Jawa Tengah, siang hari. Saat
> masih ada di Kota Semarang tadi, udara terasa panas,tapi di Sukorejo sejuk
> dan malamnya dingin minta ampun.
> >
> >Desa itu terletak di lereng Gunung Perahu yang memproduksi tembakau dan
> sayur-sayuran,jagung dan buahbuah jambu, yang kelihatan agak istimewa. Ada
> juga kebun kakao di sana sini, di ladang-ladang yang udaranya dingin
> itu.Semuanya milik petani setempat. Kakao mereka rusak dimakan hama yang
> menggagalkan panenan yang didambakan petani. Kerusakan terjadi pada buah.
> Buah muda sakit dan busuk. Buah setengah tua sakit dan membusuk. Begitu
> buah yang sudah tua, yang merah warnanya.
> >
> >Ketika busuk, tampak warga agak gelap, lalu mengering, dan tak berguna
> buat apa pun. Ibu Gretha, dengan dua asistennya, membantu petani memerangi
> hama itu. Dua asisten menyiapkan tembakau untuk dibakar dengan cara khusus
> dan asapnya disemprotkan pada pohon-pohon kakao yang sakit tadi. Itulah
> pengobatan dengan menggunakan asap tembakau, yang dikerjakan dengan
> cekatan. Mas Sidiq dan Mas Aziz,dua asisten andalan Bu Gretha,”memetakan”
> lokasi untuk menentukan dari sudut mana permulaan pengasapan dimulai.
> >
> >Mereka berkonsultasi dengan Bu Gretha dari dulu tentang pengobatan
> tanaman itu. Beberapa petani setempat sibuk membantu menempatkan dan
> kemudian memindahmindah alat pembakaran tembakau dari satu tempat ke tempat
> lain di kebun tersebut. Petani, pemilik kebun itu, pernah menceritakan
> kerusakan tanaman kakaonya kepada Bu Gretha yang dengan ringan hati
> menolongnya. Pak Taufik, kepala desa,juga hadir di lokasi. Sebelumnya sudah
> dijelaskan kepada para petani bahwa asap tembakau mampu mengusir
> jenis-jenis tanaman yang merusak ladang mereka.
> >
> >Selebihnya, asap tembakau mempersubur tanah. Di Kalimantan Tengah Bu
> Gretha sudah melakukan suatu “uji coba”.Tanah gambut yang kering dan
> gersang— yang tak bisa diharap banyak— berkat sentuhan pengasapan tembakau,
> tanah berubah menjadi subur. Ada tanaman singkong, kacang tanah, tembakau,
> dan sayur-sayuran yang bagus sekali perkembangannya. Ibu Gretha mengatakan
> bahwa produksi pertanian bisa meningkat tiga kali lipat dari biasanya
> sesudah tanah diasapi dengan asap tembakau tadi. Malam sebelumnya petani
> setempat datang ke klinik Bu Gretha dan mereka berdialog tentang tanaman.
> >
> >Bagi orang yang kritis dan sangat sensitif, akan segera terasa bahwa
> mungkin Bu Gretha sedang mengiklankan produknya. Tapi bukan itu faktanya.
> Saya bisa memastikan—mungkin lebih bagus “menjamin”— demi kebenaran bahwa
> dia tidak sedang pasang iklan. Dia tak punya produk siap pakai yang tiap
> saat tersedia.Produknya tidak untuk dijual.Sampai saat ini apa yang
> dilakukannya ialah meyakinkan orang banyak, di sana-sini, dengan memberikan
> bukti nyata bahwa tanaman yang diasapi tembakau dan yang tidak sangat beda
> dilihat dari segi kesuburan dan kesehatan maupun produknya.
> >
> >Sesudah diasapi, tanaman menjadi jauh lebih subur, lebih sehat, dan
> produksinya lebih banyak.Pendek kata, tanaman yang diasapi itu lebih sehat
> karena asap tadi membunuh hama yang merusaknya. Selebihnya,sekali
> lagi,tanah menjadi lebih subur dan asap tembakau yang dibakar itu, di
> udara,tak meninggalkan setitik pun kotoran. Tak ada dan tak bakal ada
> polusi udara yang diakibatkan oleh pengasapan tembakau tadi. Tanaman sangat
> membutuhkan asap tersebut. Tanaman yang parah sekali sakitnya membutuhkan
> obat—pengasapan tadi—lebih banyak dibandingkan tanaman yang sakitnya
> relatif lebih ringan,lebih terbatas.
> >
> >Saya sangat awam di bidang pengobatan tanaman meskipun saya memiliki
> keterampilan alami bercocok tanam dan mengurus tanaman. Apa yang saya tanam
> selalu subur dan buahnya memuaskan. Tapi mengobati tanaman, boleh dibilang,
> saya orang “buta huruf”. Maka di tengah kesibukan petani, Bu Gretha, dan
> asisten-asistennya tadi, saya berusaha selalu dekat, mengamati secara
> cermat, dan bertanya. Bu Gretha menjelaskan perputaran asap dan mekanisme
> alami penyembuhan tanaman kakao yang sakit tadi.
> >
> >Asap itu memiliki partikel-partikel yang kecil dan karena kecilnya, dia
> bisa menembus suatu objek dengan cepat sekali.Partikel pada penyakit yang
> parah memiliki sifat “menerima” kedatangan asap tadi. Elektromagnetiknya
> besar.Tapi karena sakit,partikel itu terasa padat dan seolah menolak asap
> tadi. Maka, kata Bu Gretha, asap berembus dulu ke arah lain, ke
> bagian-bagian tanaman yang penyakitnya lebih sedikit. Proses penyembuhan
> bermula di situ.Tapi tak lama kemudian, asap pun beralih ke tempat di mana
> terdapat penyakit yang tanamannya lebih banyak.
> >
> >Pelan-pelan, partikel-partikel asap itu terserap oleh bagian yang
> partikelnya padat tadi dan asap pun kemudian berputar lagi ke tempat lain.
> Saat itu,tanaman yang sakitnya sedikit dan yang sakitnya banyak sudah
> hampir sama saja. Keduanya sudah mampu menyerap asap dengan baik dan
> pelan-pelan penyembuhan terjadi. Tanaman akan sembuh total dan buahnya akan
> sehat. Asap tembakau bukan hanya untuk menyehatkan tanaman.
> >
> >Penyembuhan tanaman ditempuh Bu Gretha baru beberapa saat akhir-akhir
> ini. Sebelumnya, berpuluh tahun lalu,dia sudahgigih menyembuhkan orangorang
> sakit kanker, yang tak mampu membayar biaya rumah sakit yang mahal, atau
> membantu para penderita kanker yang sudah sangat parah, yang para dokter
> tak mampu menanganinya. Di tangan Bu Gretha, pasien yang divonis dokter
> hanya akan mampu bertahan hidup selama enam bulan ternyata sembuh total dan
> segar bugar. Penyembuhan dengan asap tembakau ini membuat saya merasa perlu
> mencatat.
> >
> >Agaknya atau “mungkin”atau “rupanya”, bisa juga “ternyata”,ilmuilmu Allah
> dalam bidang kesehatan belum seluruhnya dilimpahkan kepada dunia kesehatan
> modern. Allah hanya membukakan sedikit rahasia ilmu-Nya kepada mereka.
> Selebihnya diberikan pada kemampuan “tradisional”, yang jauh lebih tua.
> Orang Indian di Amerika sejak berabad-abad lalu menggunakan tembakau
> sebagai obat. Kita, di kampung, menggunakan tembakau untuk berbagai jenis
> obat pula. Tembakau bukan racun terkutuk. Tuhan menciptakannya untuk
> sesuatu yang mulia bagi kemanusiaan.
> >
> >Maka ada baiknya para dokter bersikap rendah hati di hadapan Allah untuk
> memahami bahwa bukti empirik mengenai tembakau sebagai obat itu ternyata
> juga sebuah “ayat”yang layak dibaca dengan hati. Syukur dengan sedikit
> hati-hati.●
> >
> >M SOBARY
> >Esais, Anggota Pengurus Masyarakat Bangga Produk Indonesia, untuk
> Advokasi, Mediasi, dan Promosi. Penggemar Sirih dan Cengkih, buat
> Kesehatan. Email: [email protected]
> >
> >http://www.seputar-indonesia.com/edisic ... ew/470746/
> >
> >[Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> >
> >
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke