Veto China-Russia Bukti Kekalahan Sunni !!!
                                   
Politik luar negeri Amerika tetap sama, yaitu keseimbangan kekuatan diseluruh 
regional dunia manapun juga.  Khusus menyangkut umat Islam dan negara2 Islam 
juga politik Amerika tidak berubah, yaitu tetap merupakan pelindung semua 
negara2 Islam tanpa membedakan aliran2nya yang saling membantai.

Jadi kalo ditinjau dari segi konflik antara Syiah dan Sunni, meskipun Amerika 
tidak berpihak secara ideologis maupun religius, namun dominasi Sunni didunia 
Islam betul2 harus menjadi perhatian Amerika, oleh karena itu Amerika harus 
menjalani politik secara tersembunyi untuk meningkatkan jumlah maupun kekuatan 
Islam Syiah.

Ajaran Islam aliran manapun wajib memusuhi, memerangi, membenci dan membantai 
kafir meskipun Islam sendiri kalo lain alirannyapun dimasukkan kategori kafir.

Secara turun menurun para penjajah Barat-lah yang menyebarkan maupun memajukan 
Islam Sunni padahal sebelum masuknya para penjajah ke Timur Tengah, seluruh 
Timur Tengah dikuasai oleh Islam Syiah dan Islam Sunni  betul2 merupakan 
minoritas hanya ada di Arab Saudia saja.

Demikianlah, penjajah Barat pula yang mencetak, mendesign dan mengarang isi 
AlQuran yang digunakan Islam Sunni dan Napoleon lah yang menyumbangkan cetakan 
Quran ke Universitas Al-Azhar di Cairo.  Padahal Al-Azhar Cairo dulunya 
hanyalah mesjid bukan Universitas dan aliran penguasa Mesir adalah Islam Syiah 
aliran Fatimid.  Namun Islam Fatimid habis dibantai barat yang dibantu Islam 
Sunni.

Demikianlah sejarah perkembangan mula2 Islam yang hingga kini tidak banyak 
berubah dimana pihak Barat lebih mendominasi Islam Sunni.

Namun Amerika setelah menang Perang Dunia kedua, berusaha mengambil alih 
seluruh dunia termasuk juga dunia Islamnya.  Jadi wajar kalo Arab Saudia yang 
menjadi simbol Islam sedunia secara abadi tetap menjadi kaki tangan Amerika 
untuk dunia Islam.

Namun politik keseimbangan kekuatan Amerika mengharuskan Amerika juga memacu 
perkembangan Islam Syiah yang minoritas.  Itulah sebabnya, karena pusat Islam 
Syiah di Iran, maka Syah Iran dipaksa mundur dan Amerika membantu kembalinya 
Khomeini yang siap mengeksport revolusi Islam kedunia Sunni tentunya.

Demikianlah, Suriah yang mayoritasnya adalah Islam Sunni, sekarang ini dipimpin 
presiden Assaad yang juga Islam Sunni tetapi bersimpati atau beralih kepada 
Islam Syiah.  Perkembangan Islam syiah yang begitu cepat tentunya menguatirkan 
Arab Saudia.

Demi menjaga hubungan dengan Arab Saudia, maka secara formal Amerika berpihak 
se-olah2 kepada Islam Sunni, namun dalam politiknya ternyata sambil memusuhi 
Islam Syiah Amerika memberikan banyak bantuan untuk memajukan Islam Syiah untuk 
mampu berkembang mengalahkan Islam Sunni.

Presiden Bashir Assaad yang memang adalah antek setia Amerika seperti Suharto 
dan SBY, namun seperti juga Suharto yang dibenci rakyatnya, demikian juga 
dengan presiden Bashir Assaad.  Presiden Assaad ini membantai rakyatnya sendiri 
yang Sunniu.  Negara2 Arab Sunni berang dan menekan Amerika agar memaksa 
presiden Assaad diturunkan.

Demikianlah, Amerika berusaha menyudutkan presiden Bashir Assaad dengan 
mengajukan embargo ketat hingga sang presiden mengundurkan diri.  Namun kalo 
hal ini terjadi tentunya merugikan kepentingan Amerika dalam keseimbangan 
kekuatan, karena Bashir Assaad adalah generasi baru Arab yang bersimpati kepada 
Syiah dan hal inilah yang harusnya didukung Amerika.

Kalo Amerika mendukung Bashir Assaad, maka mayoritas Islam dunia pasti membenci 
dan memusuhi Amerika, itulah sebabnya Amerika harus berpihak kepada rakyat 
banyak yang didorongnya untuk memecat Bashir Assaad.  Tetapi hal itu tidak akan 
pernah terjadi.  Amerika mengajukan usul embargo ekonomi kepada Suriah sehingga 
biaya perang yang mahal bisa dihindari dan hasilnya tetap menang.

Ternyata mayoritas Islam Sunni yang berpihak kepada Amerika mendukung 
pemberontakan rakyat Suriah yang mayoritasnya Sunni.  Agar kedua pihak aliran 
Islam ini bisa tetap berpaling kepada Amerika, maka diatur agar Amerika 
mengajukan embargo ekonomi Suriah tetapi sebaliknya China dan Russia diaturnya 
untuk memveto usul Amerika ini.

Inilah yang disebut "win-win solution" untuk keuntungan kedua belah pihak 
Cina-Russia vs. Amerika.  Perang tidak akan berakhir untuk jangka lama karena 
Bashir Assaad tetap memaksakan mempertahankan kedudukannya.  Padahal embargo 
ekonomi yang diusulkan Amerika bertujuan baik, bertujuan melindungi muslim 
Sunni, tapi diveto oleh Russia dan Cina.

Namun kalo di analisa dengan teliti, ternyata veto Russia dan Cina ini bukan 
saja lebih menguntungkan Amerika secara politis, tapi juga mencapai tujuan 
Amerika dalam keseimbangan kekuatan sehingga tidak ada Islam yang mendominasi.  
Secara politik formal, Amerika memiliki ikatan perjanjian keamanan dengan Arab 
Saudi sehingga secara formal Amerika harus berpihak ke Arab Saudi dalam konflik 
religious-nya dengan Iran.  Tetapi dilain pihak, Amerika juga tidak mau 
menjadikan Arab Saudia sebagai satu2nya kekuatan yang mendominasi Timur Tengah 
dan Islam didunia.

Demikianlah, dengan veto Cina dan Russia, perang saudara di Syria selain tidak 
bisa dicegah juga akan makin berkepanjangan, veto ini bisa menunjukkan bahwa 
semua pihak tidak perlu mengalah karena masing2 sudah punya backing yang bisa 
dipercayainya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke