Dasar yang paling dasar, yaitu JANGANLAH PUTER2 KATA MENIPU FAKTA !!! Bagaimanapun, dalam memperbaiki negara tidak bisa terlepas dari memperbaiki Undang2-nya !!!!
Namun celakanya, UU itu penuh kata2 jebakan yang tipu menipu yang susah dikenali masyarakat maupun masing2 pejabatnya sewaktu disodorkan untuk pertimbangan setuju atau tidak. Untuk memikirkan kemungkinan2 kembangan dari permainan kata2 itu sendiri bisa membutuhkan waktu ber-bulan2, bahkan UU tipuan itu seringkali ketahuan setelah jatuh banyak korban dan menguntungkan kelompok mereka yang mengajukannya. Begitulah, cara terbaik dalam menghindari jebakan2 kata2 ini adalah menguasai satu atau dua filsafat utama saja agar dengan mudah bisa menembus rahasia yang ada dibalik setiap kata. Agar bisa terbuka mata anda, sebaiknya anda membuat contrast, atau perbedaan antara dua falsafah yang digunakan AMERIKA, dan yang digunakan pemerintah INDONESIA. INDONESIA: Demi melindungi kepentingan orang banyak, maka kepentingan pribadi harus dikorbankan, atau boleh dikorbankan. AMERIKA: Demi kepentingan orang banyak, maka kepentingan pribadi harus nomor satu dilindungi. Karena hanya dengan melindungi kepentingan pribadi2 itulah kepentingan orang banyak menjadi terlindung. Semua UU yang dibuat sebenarnya bernafaskan satu dari kepentingan falsafah diatas. Dalam hal ini RI selalu membela "Kepentingan Orang Banyak" dengan mengorbankan kepentingan pribadi. Demikianlah, hanya dengan merenungkan kedua filsafat diatas saja, anda sudah akan mampu membedakan Undang2 mana yang tipuan yang selalu menyebut masalah kepentingan orang banyak dengan menggusur rumah2 orang tanpa ganti rugi. Pejabat2 dengan kekuasaannya bisa mewailik kepentingan orang banyak, dan rakyat miskin yang tidak berdaya dianggapnya sebagai pribadi2 yang harus dan boleh dikorbankan demi kepentingan orang banyak. Dari sini jugalah kita bisa memulai menyusun UU yang bisa kemudiannya dirangkai menjadi sebuah system yang benar2 lebih adil dari yang ada sekarang ini. Contohlah....masalah yang paling rumit sekarang ini adalah masalah ekonomi, berbagai ahli2 ekonomi gagal memperbaikinya. Dalam hal inipun pola pikirnya harus disederhanakan, kita harus menyadari, bahwa ekonomi tidak perlu diatur untuk bisa berkembang pesat. Secara alamiah tanpa campur tangan pemerintah atau penguasa ekonomi akan berkembang secara alamiah. Justru yang merusak ekonomi ini adalah campur tangan pemerintah dalam bentu UU yang tertujuan untuk merusak perkembangan ekonomi yang alamiah ini hingga bisa cuma berekmbang hanya pada mereka2 yang memang ingin memperkaya sepihak saja. Dan disinilah asal muasal terjadinya kerusakan ekonomi itu. Agar jelas, secara alamiah, ekonomi berkembang berdasarkan persaingan yang alamiah fair. Bentuk kapitalisme bukanlah bentuk persaingan yang alamiah meskipun kaum kapitalist sendiri sering menyombongkan kata2 persaingan. Justru kapitalist2 ini adalah mereka yang takut, dan tak mau susah2 untuk bersaing, itulah sebabnya mereka menyogok penguasa untuk mengatur ekonomi yang kita sebut sebagai monopoli. Monopoli itu bukan persaingan, melainkan membunuh persaingan. Celakanya, istilah, ataupun kata2 persaingan ini artinya bisa diputer2, dalam hal inilah saya memerlukan waktu dan tulisan yang lebih panjang lagi dalam menjabarkannya. Namun satu hal yang paling penting yang perlu saya kemukakan disini adalah masa jabatan presiden tidak boleh terpilih lebih dari dua kali adalah salah satu dari bentuk persaingan yang lebih sehat katimbang terpilih berulangkali karena semua yang berkuasa sangat mudah merekayasanya. Demikianlah, hal2 diatas adalah kunci2 penting yang saya jamin tidak bisa anda tembus, karena disanalah letaknya kenikmatan seorang pejabat. Cukup anda renungkan pengembangan kata2 atau prinsip2 dasar dalam memperbaiki negara ini yang saya tulis diatas, karena artinya jauh lebih mudah dimengerti katimbang berbagai teori2 yang kata2nya bisa di-puter2 sehingga anda malu untuk bertanya karena tidak mengerti, meskipun yang berteori itu sendiri juga bukanlah mengerti melainkan sengaja menipu dalam mengeduk keuntungan sendiri. Ibarat jago silat, tak perlu banyak gerak2 tipu, cukup kunci2 yang mampu menghentikan semua gerak2 tipu lawan. Membela kepentingan orang banyak diatas kepentingan pribadi sebenarnya tidak lebih daripada selubung ke-sewenang2an yang asal muasalnya bersumber pada ajaran kitab2 suci berbagai agama. Semua agama selalu mewajibkan umat untuk rela berkorban untuk agamanya, untuk Tuhannya, dan pada pengembangan yang lebih mulia lagi, juga berkorban untuk rajanya, untuk presidennya, bahkan juga untuk pejabat2nya dengan urut2an dan tingkatan disesuaikan dengan masing2 pejabat itu sendiri yang akibatnya mereka yang terbawah habislah rata kelindes jadi keset untuk di-injak2 atas nama kepentingan orang banyak !!!! Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
