On 15 Jul 2005, at 10:01, bening hati wrote:

> Jusfiq :
> Tanpa bukti...
> 
> Agar jelas: semua hadits itu berdasarkan kepada 'katanya..'
> 
> al-Mushaf itu juga "katanya" berisi wahyu Allah, tapi TIDAK ada
> bukti....
> 
> Biar jelas saya ulang: seluruh ajaran Islam itu berdasarkan kepada
> "katanya..."
> 
> Bening :
> 
> Bung Jusfiq, kalau anda Islam dan sempat belajar ke pesantren,
> anda akan mengerti apa yang dimaksud dengan "sanad". Sanad adalah
> urutan keilmuan, dimana Ilmu itu didapat. Misalnya saya belajar
> al-qur'an dari Guru saya yang bernama A, dan A ini belajar dari B,
> dan B ini menerima dari C, seterusnya urut sampai terakhir kepada
> Nabi, dan semua urutan Guru ini kita ketahui semuanya. Bukan dari
> "katanya". 
> 

    Semua itu berdasarkan: "Katanya..." 

    Tidak ada bukti bahwa A (Bukhari,Muslim dll.) mendengar dari B
    yang diceritain oleh C dst. 

    Dan tidak ada pula bukti bahwa B memang diceriain oleh C dst... 

    Semua itu hanyalah omongan yang tidak berbukti. 


> Jadi dalam tradisi Islam pesantren, kita dilarang menerima Ilmu
> hanya dari membaca suatu buku, tanpa ada Guru pembimbing yang
> bersambung sampai kepada Nabi. Urutan silsilah keilmuan ini
> disebut Sanad, dan urutannya jelas tercatat. Saya memiliki
> rangkaian Guru sebanyak 35 ( generasi saat ini memang biasanya
> baru sampai 35-37 ) yang berakhir kepada Nabi. 
> 


    Tidak ada bukti bahwa Bukhari atau Muslim atau pencatat hadits
    lain memang pernah mendengar apa yang dicatatnya... 

> Sekarang ini banyak "Islam keras', disebabkan karena
> kebanyakan/tidak semua, mereka menafsirkan suatu ajaran dari Guru
> yang tidak syah. Atau asal guru yang berasal hanya dari membaca
> buku. 
> 

    Nggak fokus... 


> Saya sering 'sedih', kalau mendengar khotbah\imam solat jum'at,
> dimana bacaan al-qur'annya dari hasil belajar sendiri/dari membaca
> buku. ( karena bagi orang yang mengerti Al-qur'an, sangat jelas
> terlihat orang yang belajar alqur'an dengan guru atau belajar
> sendiri ). Dengan Gurupun juga terlihat berbeda, Guru yang
> memiliki Sanad atau "asal guru". 
> 
> Jadi Bung Jusfiq, selami tradisi keagamaan dengan baik, barulah
> anda menganalisa. Jangan asal menganalisa dimana anda sendiri
> belum pernah merasakan masuk di dalamnya. 
> 
> Anda tidak akan bisa menganalisa "orgasme" kalau anda sendiri belum merasakan.
>

    Nggak fokus.. 

 
> Salam,
> 



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke