Jakarta-Surabaya Hanya 3 Jam 

Wednesday, 22 February 2012 

JAKARTA– Jalur darat Jakarta–Surabaya bisa ditempuh hanya dalam 3 jam? Hal itu 
bukanlah mimpi. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera memulai proses 
pembangunan kereta api supercepat yang diberi nama Argo Cahaya. 

Dengan kecepatan rata-rata 300 km/jam,kereta yang rencananya dibuat di Jepang 
itu akan mampu menempuh Jakarta– Surabaya sepanjang 685 km dalam waktu 2 jam 53 
menit, seperempat dari waktu tempuh kereta Argo yang dioperasikan PT Kereta Api 
Indonesia (KAI) saat ini.Untuk mendukung terwujudnya rencana tersebut, 
dibutuhkan dana Rp180 triliun. Hanya masyarakat perlu bersabar sedikit karena 
pembangunan KA supercepat sekelas Shinkansen Jepang ini baru bisa dilakukan 
setelah proyek kereta api bandara dan jalur ganda lintas utara Jawa selesai. 

“Kalau pembangunan jalur ganda kereta api lintas utara Jawa sudah selesai pada 
2014, kereta supercepat ini sudah dapat dijadikan prioritas untuk dibangun,” 
ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Tunjung Inderawan dalam jumpa 
pers di Jakarta kemarin. Dia menjelaskan, pada tahap awal,mulai April 
2012,Kemenhub dan pihak Japan International Cooperation Agency (JICA) akan 
membuat prastudi kelayakan(feasibilitystudy).

Menurut dia,pihaknya dibantu Atase Perhubungan di Jepang akan melakukan 
serangkaian pembicaraan melalui program Railway Talk untuk membahas isuisu 
sekaligus melakukan update rencanapembangunanperkeretaapian di Indonesia ke 
depan. Agenda Railway Talk tersebut juga akan dihadiri perusahaan kereta api 
berskala internasional, operator kereta api dari mancanegara, serta perusahaan 
pembiayaan. “Kita akan buat rencana yang jelas dan rencana itu sangat masuk 
akal untuk direalisasi. Sudah ada pembicaraan awal dengan pihak Jepang dengan 
loan (pinjaman) selama 40 tahun,”kata Tunjung. 

Jauh sebelumnya, sejak 2008 hingga 2009, Kemenhub sudah melakukan studi 
kelayakan usaha bersama Jepang. Namun menurut Wakil Menteri Perhubungan Bambang 
Susantono, studi kelayakan belum dilakukan pemerintah karena harus dibahas 
lebih mendalam dengan lintas kementerian dan di tingkat Presiden. “Kereta cepat 
masih prastudi kelayakan dan belum menjadi prioritas, mungkin nanti setelah 
proyek double track (jalur ganda) Jakarta– Surabaya selesai dibangun pada 2014, 
baru akan diprioritaskan Argo Cahaya,” kata Bambang. Dia lantas menuturkan, 
sejumlah negara di wilayah Asia juga tengah menggagas proyek pembangunan kereta 
cepat. 

Hal ini berangkat dari pertimbangan kereta cepat bisa mengangkut lebih banyak 
penumpang dibandingkan pesawat udara dan lebih hemat bahan bakar.Selain 
itu,beban jalan menjadi berkurang. Bambang memprediksi, masa pembangunan proyek 
kereta cepat Argo Cahaya untuk tujuan Jakarta–Surabaya akan memakan waktu 10 
tahun. Tahap pembangunannya sendiri terbagi dalam tiga periode, yaitu pembuatan 
grand design selama tiga tahun, pengerjaan konstruksi selama 5–6 tahun, dan 
sisanya adalah tahap uji coba. 

“Untuk konstruksinya diperkirakan mencapai USD14,3 miliar, tetapi jika termasuk 
biaya pembebasan lahan mencapai USD20 miliar atau Rp261 miliar per kilometer, 
di tiap negara biaya pembangunannya berbeda,di China Rp223 miliar per kilometer 
dan Taipei Rp331 miliar per kilometer,”jelasnya. Meskipun belum mau menyebutkan 
secara gamblang, namun Bambang menyatakan telah ada investor dari China dan 
Jepang yang berminat untuk berinvestasi dalam proyek pembangunan kereta cepat 
ini.

Nantinya proyek ini direncanakan akan menggunakan skema public private 
partnership atau kerja sama pemerintah swasta. Jadi pemerintah turut andil 
dalam pembiayaannya. “Dipilihnya rute Jakarta– Surabaya karena kedua kota 
tersebut menghubungkan dua pusat pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia 
seperti Tokyo-Osaka di Jepang, China menghubungkan Beijing- Shanghai, di 
Amerika Serikat menghubungkan Boston-Washington,” ungkap Bambang. 

Sementara itu,Direktur Komersial PT Kereta Api Indonesia (Persero) Sulistio 
Wimbo Hardjito mengatakan perusahaannya siap jika pemerintah menunjuk PT KAI 
sebagai operator untuk mengelola kerat cepat Argo Cahaya. Dia juga menyambut 
baik jika pemerintah benar-benar serius membangun megaproyek senilai ratusan 
triliun ini.Pasalnya,negaranegara lain di wilayah Asia Tenggara juga telah 
membangun proyek serupa. 

“Namun kuncinya ada di feasibility study (studi kelayakan) dan itu dilakukan 
pemerintah, PT KAI dalam hal ini hanya bertindak sebagai pengelola dan kami 
siap jika ditunjuk. Kalaupun dilakukan tender, perseroan juga pasti akan turut 
mengajukan sebagai peserta,” kata Wimbo melalui sambungan telepon. Meskipun 
belum melakukan studi kelayakan,lanjut dia, perseroannya telah melakukan kajian 
prastudi kelayakan mengenai proyek pembangunan kereta cepat ini. 

Kajian yang dilakukan PT KAI berbeda dengan yang dilakukan Kemenhub karena 
menurutnya pemerintah dalam hal ini sebagai lembaga yang membangun sarana 
infrastruktur. heru febrianto 

http://www.seputar-indonesia.com/edisic ... 471599/38/

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke