Refl: Ikan-ikan menjauh, mungkin karena keadaan alam, seperti temperatur 
air laut naik menjadi lebih panas, polusi atau juga karena ikan-ikan itu 
ditangkap (over fishing) sebelum mendekati pantai. Bagaimana menghindari hari 
depan suram yang sudah muali bagi kehidupan penduduk pedesaan pesisir pantai 
yang tergantung pada hasil lautan?


      Di California dulu terdapat ikan sardine yang berlimpah, banyak pabrik 
ikan kaleng. Tiba-tiba pada tahun 1946 hilang ikan sardine tsb. Pabrik-pabrik 
tutup, banyak orang yang bekerja pada pabrik ikan kaleng atau menangkap ikan 
Sardine. Laut Batlik juga dulu banyak ikan, tetapi sekarang ikan sudah sangat 
berkurang, maka untuk mencegah habis ikan diadakan persetujuan untuk 
masing-masing negeri boleh menangkap. Persetujuan ini berlaku untuk Laut Utara 
bagi negeri-negeri Uni Europa. Di bahagian Alaska, USA juga ada peraturan 
demikian dan musimnya pun dibatasi, jadi tidak setiap kali orang boleh 
menangkap ikan untuk komersial.

      Di Maluku juga ada hukum adat yang namanya “sasi”, yaitu tiap penangkapan 
masing-masing ikan jenis ada waktunya begitupun hasil hutan, mungkin sekali 
peraturan demikan dianggap peraturan kafir bodoh sebab dibuat pada masa silam 
zaman nenek moyang kafir, jadi tidak lagi berlaku. Sekarang zaman mereka. 
Merdeka untuk merusak pun boleh dilakukan.


      
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/22/ArticleHtmls/Ikan-ikan-Menjauh-dari-Pulau-Badik-22022012251005.shtml?Mode=0
  

Ikan-ikan Menjauh dari Pulau Badik

     




"Sikap hidup konsumtif manusia sangat berbahaya dan potensial untuk merusak 
bumi."

Luna Vidya Pieter muncul dengan dandanan sederhana. 
Sebelum bercerita, ia menyapu sedikit area panggung dengan sapu lidi di 
tangannya. Tak berapa lama, ia terduduk. Wajahnya terlihat cukup terang 
dikelilingi sinar temaram cahaya lilin yang berjejer di depannya. Ia mulai 
menuturkan kisah tentang Pulau Badik di hadapan puluhan remaja dalam kegiatan 
aksi penyambutan Earth Our 2012 di depan Monumen Mandala Makassar, Jumat lalu.

“Saya tidak tahu, apakah kalian yang ada di sini tahu tentang Pulau Badik,“ 
ujar Luna. “Tidak Jauh kok, hanya 15 mil dari Makassar. Tapi mungkin tidak ada 
yang tahu kalau sekarang masyarakatnya sering terancam oleh debit air laut yang 
semakin tinggi,“kata Luna, dengan mimik pesimistis.

Ia terus bertutur dengan gaya khas monolognya. Tentang pentingnya menyelamatkan 
bumi, juga tentang Pulau Badik dan tentang penduduknya yang hanya mengandalkan 
kehidupan dengan mencari ikan. Mereka tidak perlu menggunakan banyak barang 
elektronik yang menyerap energi tinggi hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup 
sehari-hari mereka.

Seiring dengan perkembangan teknologi, masyarakat Pulau Badik justru harus 
berjuang lebih keras untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.“Jika dulu mereka 
dengan mudah menangkap ikan di sekitar pulau, kini mereka harus menempuh jarak 
sekitar 45 kilometer karena ikan-ikan menjauh dari Pulau Badik,“ Luna 
menceritakan.

Melalui monolognya, Luna ingin menyampaikan sebuah perbandingan kenyataan 
tentang keadaan lingkungan pada masyarakat perkotaan dan masyarakat penduduk 
pulau yang masih berpegang pada nilai-nilai tradisional. Sedangkan masyarakat 
perkotaan terlalu sibuk dengan BlackBerry atau segala sesuatu yang berbau 
elektronik.

Menurut Luna, banyak manusia di dunia yang terlalu heboh mencipta, membangun 
sana dan sini, tapi tak tahu siapa yang mau berkontribusi terhadap penyelamatan 
energi bumi. Hutan dibabat habis, tambang-tambang dibangun tanpa menyadari efek 
buruk yang diakibatkan, sehingga sering kali masyarakat lokal dan tradisional 
yang terkena imbasnya.

“Mari kita menghindari sikap konsumtif karena sikap hidup konsumtif manusia 
sangat berbahaya dan potensial untuk merusak bumi,“ Luna menambahkan.
“Mungkin kita tidak mampu untuk mencegah kekuatan modal besar terus 
mengeksploitasi energi bumi, tapi kita bisa melakukan hal kecil dengan mengubah 
pola hidup keseharian.“

Sebelum Luna, guyonan pelawak Stand-Up Comedy Makassar mengalir memberi lelucon 
yang mengundang tawa. Aksi penyambutan Earth Our 2012 di Makas sar ini diikuti 
oleh 30 komunitas di Makassar. Berbagai selebaran dan stiker tentang pesan 
untuk menjaga bumi disebar. Di antaranya ajakan untuk mematikan lampu dan 
penyejuk udara bila tak digunakan.

Ketua Panitia Penyambutan Earth Our 2012 di Makassar, Abadi Gunawan, mengatakan 
bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah membangun kekuatan kampanye lebih besar 
dalam hal penghematan energi. “Kami sengaja mengadakan peringatan lebih awal,“ 
ucapnya. Earth Our Day sendiri akan berlangsung pada 31 Maret mendatang. “Kami 
tidak akan menyalakan lampu atau menggunakan energi listrik selama 60 menit 
pada jam aktif pukul 17.00-22.00 Wita,“ ucap Abadi. Adapun target utama dari 
kampanye ini adalah rumah tangga, sebagai konsumen energi listrik terbesar. 
ISMIRA SYAHRIR 

     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke