Refl: Mereka, mereka itu juga, ibarat tua tua keladi, sudah tua mau lagi. 

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/24/ArticleHtmls/Calon-Presiden-2014-Didominasi-Orang-Tua-24022012007010.shtml?Mode=0#


Calon Presiden 2014 Didominasi Orang Tua 
JAKARTA
           
     

                       
                  Megawati, Prabowo, dan Jusuf Kalla masih teratas.

                  Peneliti utama Lembaga Survei Indonesia (LSI), Saiful Mujani, 
menyatakan popularitas politikus muda belum mampu mengalahkan politikus senior 
untuk bersaing menjadi calon presiden pada pemilihan presiden 2014. Menurut 
Saiful, beberapa nama politikus muda yang berpeluang menjadi calon presiden 
dianggap belum mampu memberikan perubahan besar oleh pemilih.“Mereka (politikus 
muda) belum mampu menunjukkan kiprah lebih baik dibanding yang senior,” ujar 
Saiful di kantornya di Menteng, Jakarta, kemarin. 
                  Terseretnya beberapa politikus muda dalam kasus korupsi, kata 
Saiful, turut menurunkan kepercayaan masyarakat. Ini seperti yang dialami Ketua 

                  Umum Demokrat Anas Urbaningrum dan Ketua Umum Partai 
Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar. “Kasus korupsi yang dialami politikus 
muda ini meyakinkan pemilih bahwa politikus muda tidak berbeda dengan yang 
lebih tua.“ 
                  Saiful menyampaikan hal ini setelah melihat hasil survei 
lembaga miliknya tentang calon presiden pilihan masyarakat. Berdasarkan survei 
terhadap 2.050 responden di 33 provinsi pada 1-12 Februari 2012 lalu, Megawati 
Soekarnoputri masih dijagokan menjadi presiden pada pemilu 2014. Dalam survei 
yang dilakukan LSI dengan beberapa formula, nama Megawati muncul sebagai yang 
tertinggi di setiap formula.
                  “Megawati muncul di urutan pertama,“ ujar peneliti LSI, 
Burhanudin Muhtadi.

                  Saat diberikan pertanyaan terbuka siapa yang akan dipilih 
menjadi presiden, muncul beberapa nama. Megawati men dapat 6,2 persen, Prabowo 
Subianto 5,2 persen, Jusuf Kalla 2,7 persen, Aburizal Bakrie 2 suara, dan Surya 
Paloh 1,9 suara.“Dalam ingatan masyarakat, (nama) Megawati masih dianggap 
paling melekat untuk menjadi presiden,” ujar Burhanudin. 

                  Saat responden diminta memilih calon presiden dengan model 
semi-terbuka, nama Megawati kembali menempati posisi teratas. Responden 
disodori 24 nama yang mungkin dipilih untuk menjadi presiden dengan tetap 
diberi kesempatan menyebutkan nama calon. Urutannya, Megawati, Prabowo, Jusuf 
Kalla, Aburizal Bakrie, Sri Sultan Hamengku Buwono,Wiranto, Boediono, Surya 
Paloh, dan Hatta Rajasa. 

                  Ketika LSI mengerucutkan nama menjadi 18, Megawati kembali 
bercokol di urutan pertama. Dia disusul Prabowo dan Jusuf Kalla. Sedangkan 
Aburizal Bakrie berada di posi

                  si keempat. Nama lain yang sudah digadang-gadang sebagai 
calon presiden adalah Wiranto, Surya Paloh, dan Hatta Rajasa. 
                  Masih penasaran, LSI pun memunculkan 10 nama untuk dipilih 
responden. Sepuluh nama ini diambil dari nama-nama yang sudah dijagokan sebagai 
presiden oleh setiap partai.
                  Selain dianggap memiliki perahu, 10 nama yang diajukan juga 
dianggap sudah memulai proses sosialisasi untuk maju menjadi presiden.

                  Dari 10 nama itu, Megawati kembali menempati posisi pertama 
dengan 22,2 persen suara, kemudian Prabowo dengan 16,8 persen, Aburizal 10,9 
persen, Wiranto 10,6 persen, dan Hatta Rajasa 5,4 persen. Menurut Burhanudin, 
meski nama Mega tetap berada di posisi pertama, suara dia condong terus 
turun.“Dibanding Februari 2010, suara Mega turun hampir setengahnya.“

                  IRA GUSLINA | SUNUDYANTORO 
                 
           
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke