> Wal Suparmo <wal.suparmo@...> wrote:
> MOMENTUM pendirian Palestina sekarang
> sudah HILANG dan harus menyerah tentang
> luas negara itu yg ditentukan oleh
> Israel.

wah... yang namanya otoritas itu sih bukanlah negara juga bukan luas sebuah 
negara, sama halnya pulo Batam khan juga bukanlah negara dan juga bukan 
perluasan negara Indonesia tetapi mutlak wilayah RI sama seperti halnya 
Westbank dan Gaza.  Tapi anda betul, momentum berdirinya Palestina sudah hilang 
karena dihilangkan oleh Abbas sendiri yang mungkin sengaja karena disogok 
Israel, atau memang dia bodoh tidak mengerti...  tapi kemungkinan dia bodoh itu 
juga kecil sekali karena se-goblok2nya seorang pemimpin khan ada penasihatnya 
tempat berkonsultasi, juga dia harusnya mampu membayar konsultant dari UN untuk 
kepentingan ini.  Tapi yang paling masuk akal itu justru Abbas itu sendiri yang 
disogok oleh Israel untuk sengaja meng-ulur2 waktu sehingga semuanya mubazir 
dibatalkan.  Itulah sebabnya, sekarang Abbas bertugas untuk berdamai dengan 
Hamas untuk ber-sama2 memegang jabatan otoritas Gaza dan Westbank dibawah 
pemerintahan resmi Israel.

Jadi tentara yang ada di pulo Batam adalah TNI bukan tentara pembebasan negara 
Batam.

Tidak berbeda dengan di Gaza dan di Westbank hanya ada tentara Israel, 
sedangkan El-Fatah hanyalah dipekerjakan sebagai sekuriti atau satpam saja yang 
digaji oleh otoritas pulo Batam.

Jadi otoritas Gaza dan Westbank betul2 sudah syah sebagai otoritas perdagangan 
Israel kesemua negara2 di Timur Tengah yang tidak punya hubungan diplomatik 
resmi dengan Israel tetapi punya hubungan dagang resmi dengan otoritas Gaza dan 
Westbank.

Jadi sekali lagi saya tekankan, bahwa Gaza dan Westbank SUDAH RESMI menjadi 
otoritas perdagangan Israel BUKAN dalam proses menjadi...  tapi sudah syah 
tanpa harus disyahkan UN, Amerika, Perancis, Russia, Inggris, atau Cina.  Sama 
persis dengan otoritas pulo Batam juga resmi menjadi otoritas perdagangan RI 
tanpa perlu dan tidak akan pernah diresmikan atau disyahkan oleh UN, Amerika, 
Perancis, Russia, Inggris, atau Cina.

Dunia berita pun sudah tidak ada lagi yang memberitakan masalah negara 
Palestina, karena masalahnya sudah tuntas tidak ada lagi perundingan2 
perdamaian untuk mendirikan negara Palestina yang izinnya sudah dicabut oleh UN.

Ny. Muslim binti Muskitawati.









 ________________________________
>  Dari: muskitawati <muskitawati@...>
> Kepada: [email protected] 
> Dikirim: Sabtu, 25 Februari 2012 10:31
> Judul: -:: Milist NB::- Gaza dan Westbank Sudah Menjadi Otoritas Perdagangan 
> Israel !!!
>  
> 
>   
> Gaza dan Westbank Sudah Menjadi Otoritas Perdagangan Israel !!!
> 
> Sama seperti pulo Batam yang menjadi Otoritas Perdagangan RI yang merupakan 
> pintu eksport import semua produksi Indonesia, tidak berbeda dengan Gaza dan 
> Westbank yang meskipun pengorganisasiannya belum rampung sepenuhnya, namun 
> aktivitas sebagai otoritas Perdagangan Israel sudah berjalan sepenuhnya.  
> Pabrik2 baru sudah banyak yang berdiri, dan banyak yang masih dalam proses 
> pembangunannya dan semua pekerja2nya adalah Arab2 Palestina yang memang 
> menggantungkan kehidupannya dari pekerjaan yang dibangun Israel ini termasuk 
> semua pekerja konstruksi pembangunan pemukiman dikedua wilayah Gaza dan 
> Westbank ini.
> 
> Abbas, Hamas, dan banyak negara2 Islam maupun kaum ulama/muslimin di 
> Indonesia dan diseluruh dunia yang SALAH memahami realitas yang sudah dan 
> sedang berjalan di Gaza dan Westbank.  Mereka secara umum beranggapan bahwa, 
> "cepat atau lambat tentu akhirnya negara Palestina akan lahir dan tidak 
> mungkin dicegah".
> 
> Untuk memperjelas kesalahan pemahaman ini saya merujuk anda untuk memahami 
> "otoritas pulo Batam" yang menjadi otoritas perdagangan RI mengeksport dan 
> mengimport produk2 dari dalam dan luar negeri.
> 
> Seperti Gaza dan Westbank, juga pulo Batam tidak mendapat pengakuan UN, juga 
> bukan anggauta UN.  Tapi karena pulo Batam dibawah penguasaan RI, maka hanya 
> RI sajalah yang bisa menetapkan Pulo Batam sebagai wilayah otoritas 
> perdagangan RI.
> 
> Realitasnya, Gaza dan Westbank sudah ditolak untuk diakui sebagai negara, dan 
> kedua wilayah ini tidak bisa dibiarkan menjadi daerah tidak bertuan untuk 
> menjadi pelatihan maupun pusat terorisme didunia.  Oleh karena itu, 
> pilihannya hanya satu, tentara UN yang menduduki dan mengamankan kedua 
> wilayah itu atau tentara Israel yang mendudukinya.
> 
> Israel pernah mengundang pasukan UN untuk mengamankan kedua wilayah tsb untuk 
> mengisi masa transisi, namun pasukan perdamaian UN diserang Hamas dan oleh 
> sekjen UN terpaksa pasukan UN ditarik kembali.  Juga sewaktu rombongan 
> bantuan makanan dari UN mengirimkan bantuannya, lagi2 dirampok habis oleh 
> Hamas sehingga sebelum jatuh lebih banyak korban2 lagi oleh UN rombongan 
> bantuan ini ditarik kembali.
> 
> Setelah pasukan UN meninggalkan kedua wilayah ini, kevakuman kekuatan diisi 
> oleh pasukan Israel dalam kerangka mengamankan negara Israel itu sendiri dari 
> serangan2 terorist yang berpangkalan terutama di Gaza.
> 
> Gaza dan Westbank kemudian disebut sebagai wilayah dibawah "Otoritas 
> Pemerintah Israel".  Semua kebutuhan hidup rakyat dikedua wilayah ini berasal 
> dari Israel, pejabat2 Abbas pun digaji oleh Israel, dan uang jual beli pun 
> menggunakan mata uang Israel "scheckel".
> 
> Entah apakah memang sengaja Abbas disogok Israel untuk meng-ulur2 waktu 
> dengan menolak perundingan damai pembentukan negara Palestina, atau karena 
> Abbas tidak mengerti bahwa meng-ulur2 waktu hanya membatalkan kemungkinan 
> pembentukan negara Palestina.  Apalagi, waktu sudah berjalan dengan pasti 
> menghasilkan penolakan UN untuk mengakui negara Palestina.
> 
> Dengan penolakan UN untuk mengakui negara Palestina, maka otoritas pendudukan 
> oleh Israel menjadi "Syah" sebagai otoritas Israel tanpa perlu pengesyahan 
> dari UN.
> 
> Sama dengan "otoritas Batam" oleh RI tidak memerlukan pengesyahan dari UN.
> 
> Jadi seperti juga pulo Batam, otoritas Israel di Westbank dan Gaza sedang 
> dalam pembangunan besar2an sebagai pintu perdagangan eksport import semua 
> produksi Israel ke negara2 Timur Tengah.  Sedangkan eksport dan import ke 
> negara2 lainnya diluar Timur Tengah sudah dibangun oleh Israel di wilayah 
> Barat Laut negara ini yang menghadap ke lautan Mediterania.
> 
> Harus kita semua memahaminya, bahwa dengan ditolaknya pengakuan Palestina 
> sebagai negara, maka hubungan Abbas ke dunia luar terutama ke UN menjadi 
> makin terbatas karena untuk perjalanan keluar wilayah Gaza dan Westbank harus 
> mendapatkan izin dari negara Israel sebagai penguasa syah sekarang ini.  Juga 
> semua bantuan dari luar tidak bisa masuk ke Gaza dan Westbank tanpa izin 
> khusus dari pemerintah Israel, sama halnya dengan pulo Batam.
> 
> Oleh karena itu, keputusan UN yang menolak pengakuan negara Palestina telah 
> memastikan dan meyakinkan Israel untuk membangun otoritas perdagangannya 
> dikedua wilayah Gaza dan Westbank ini.  Itulah sebabnya, pembangunan 
> pemukiman oleh pemerintah Israel dikedua wilayah ini makin digalakan, makin 
> cepat, makin meluas dan melibatkan semua orang2 Arab Palestina yang bekerja 
> membangun wilayah ini dibawah perintah, koordinasi, dan pengawasan pemerintah 
> Israel.  Para pekerja2 Arab Palestina ini menjadi tergantung kepada 
> penghasilan dari pekerjaannya disini yang memberi makan dan kehidupan kepada 
> keluarga dan keturunan2 mereka.
> 
> Gaza yang diakui sebagai wilayah Hamas ternyata tidak dibawah kekuasaan 
> Hamas, karena Hamas sendiri tidak memiliki pusat pemerintahannya yang mulanya 
> berada di Syria sekarang sudah diusir dan dalam pelariannya men-cari2 tempat 
> berlindung baru di Jordania, Mesir, Libanon, maupun Iran yang hingga kini 
> belum ada negara2 Arab yang bersedia menerimanya.
> 
> Adakah para pembaca yang mau menyangkalnya dengan memberi reasoning yang 
> lebih masuk akal dengan menyokong kenyataan2 yang sedang berjalan ini ????  
> Semoga dengan tulisan ini para ulama dan muslimin bisa memperluas wawasan 
> bagaimana merugikannya kepercayaan atau keimanan Islam yang saling membantai 
> ini bagi perkembangan Islam itu sendiri.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke