Sebagai bonek kapitalisme tentu aja si uplik menyandarkan 
keyakinannya pada 'bukti-bukti tertulis', terutama yang bisa 
mendukung logika tololnya. Dia nggak peduli bahwa tulisan itu 
hanyalah berita harian - dah basi karena diterbitkan bertahun-
tahun yang lampau. 

Buat uplik, tulisan adalah satu-satunya fakta. 
Dia nggak tau bahwa realita bukan cuma sebatas yang tertulis. 

Jadi, sekalipun dia tulis sering-sering (di segala kesempatan) 
dan gede-gede (pake billboard) tentang usul bangun surau, 
tetap aja tulisan itu nggak menunjukkan realita bahwa dia lahir 
di surau. 

ehe.. 

--- "johny_indon" <johny_indon@...> wrote:

> buseeet si jusplik girang banget dapet berita yg mendukung 
> orientasi seksualnya. 
> biasanya berita yg dikirim si jusplik bukan dari indonesia, 
> tapi kali ini dari indonesia.
> pasti artikel ini dikirim si bleki ke si jusplik via japri nih.
> si bleki kirim email ke jusplik ttg artikel ini dgn isi email:
> "say, ternyata kita normal loh".
> 
> 
> --- "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote:
> 
> > Teddy yang adalah manusia oportunis yang bertabiat busuk, nista 
> > lagi menjijikkan itu serta tukang fitnah dan tukang kibul itu 
> > juga - nggak mengherankan - manusia yang berpengetahuan dangkal..
> > 
> > 
> > ---
> > 
> > 
> > http://nasional.kompas.com/read/2008/11/11/13081144/Homoseksual.Bukan.Penyimpangan.Seksual
> > 
> > Homoseksual Bukan Penyimpangan Seksual
> > 
> > Maya Saputri | Heru Margianto | Selasa, 11 November 2008 | 13:08 
> > WIB
> > 
> > 
> > JAKARTA, SELASA - Homoseksualitas tidak lagi dikategorikan 
> > sebagai gangguan jiwa atau penyimpangan seksual. Bahkan istilah 
> > homoseksualitas sebagai orientasi seksual menyimpang itu tidak 
> > tepat dan menyesatkan karena memberi dampak negatif seperti 
> > stigmatisasi, pengucilan oleh masyarakat yang kurang mendapat 
> > informasi yang benar.
> > 
> > Demikian disampaikan psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas 
> > Indonesia dr Lukas Mangindaan, SpKJ dalam seminar nasional 
> > "Seksualitas yang ditabukan: Tantangan Keberagaman" di Hotel 
> > Sahid Jaya, Jakarta, hari ini, Selasa (11/11).
> > 
> > Dikatakan Lukas, penghapusan paham homoseksualitas sebagai 
> > gangguan jiwa adalah keputusan dari Organisasi Kesehatan Sedunia 
> > (WHO) pada 17 Mei 1990 dan sudah dicantumkan Depkes RI dalam buku 
> > Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia 
> > edisi II tahun 1983 (PPDGJ II) dan PPDGJ III (1993).
> > 
> > "Jadi sudah terbukti bahwa orientasi homoseksual tidak memenuhi 
> > kriteria gangguan jiwa atau mental," ujarnya.
> > 
> > Ia menjelaskan, homoseksualitas, biseksualitas maupun 
> > heteroseksualitas kini dikategorikan sebagai bagian dari 
> > identitas diri seseorang. "Identitas diri itu tak lain adalah 
> > ciri-ciri khas dari seseorang seperti nama, umur, jenis kelamin 
> > termasuk orientasi seksual (heteroseksual, biseksual, 
> > homoseksual). Sedangkan identitas diri perlu dibedakan dengan 
> > perilaku, karena identitas diri bersifat netral dan perlu 
> > diterima sebagaimana adanya, tetapi perilaku dapat bersifat 
> > positif, negatif, netral, dan lain-lain. Jadi jangan 
> > dicampurbaurkan identitas diri dengan perilaku," ujarnya.
> > 
> > Lukas menekankan perlunya melihat pelbagai jenis identitas diri 
> > sebagai bagian dari keberagaman manusia dan bersikap pluralistik 
> > tanpa sikap apriori. "Upaya untuk berempati yakni kemampuan untuk 
> > mengerti, menghayati dan menempatkan diri di tempat mereka yang 
> > terpinggirkan perlu dikembangkan. Sikap homofobia yang 
> > menyisihkan, melecehkan, diskriminasi dan mendapat perlakuan 
> > kekerasan pada kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transjender) 
> > harus dihilangkan. Ini yang perlu disosialisasikan pada 
> > masyarakat," jelasnya.
> > 
> > Sedangkan menurut Pendiri dan Pembina Yayasan Gaya Nusantara Dede 
> > Oetomo, tidak semua agama dan sistem kepercayaan mengharamkan 
> > homoseksualitas dan transgenderisme. "Tafsir ulang atas ajaran 
> > yang mengharamkan homoseksualitas dan transjenderisme sudah 
> > dilakukan beberapa agama yang sangat menentang hal itu, supaya 
> > tak menghasilkan pandangan yang memusuhi homoseksualitas dan 
> > transjenderisme," katanya.
> > 
> > Peran negara untuk melindungi hak-hak kaum LGBT, dikatakan Dede, 
> > perlu dikembangkan untuk menuju ke kehidupan bersama yang lebih 
> > baik.
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke