Yang Luput Dari Pengamatan Sekitar G30S !!!
Story-nya sama, dihari tanggal 30 September 1965 terjadi gerakan LetKol Untung
dari pasukan Cakrabirawa yang membentuk Dewan Revolusi, dia tidak pernah
mengumumkan penculikan jendral2 karena dia sebenarnya tidak tahu sedang ada
gerakan komando yang sedang menculiki jendral2.
Sukarno menghilang, tidak ada yang tahu berada dimana. Tapi mendadak pada
tanggal 1 Oktober, Sukarno ditemukan berada di Lubang Buaya bersama Marsekal AU
Omar Dhani. Kemudian dijemput Suharto kembali ke Istana.
Pertanyaannya:
Kenapa Suharto harus menjemput Sukarno dari Lubang Buaya ??? Sukarno khan bisa
pulang sendiri enggak perlu dijemput, apalagi dijemput Suharto yang belakangan
baru diketahui semua orang sebagai musuh Sukarno.
Jadi para pengamat melakukan blunder dalam pengamatannya, seharusnya jangan
menggunakan kata2 "dijemput Suharto" tapi "ditawan Suharto".
Kemudian yang luput untuk didiskusikan adalah kemana hilangnya Batalyon
Cakrabirawa pengawal khusus yang setia kepada Bung Karno ??? Karena sejak
Sukarno dijemput Suharto balik ke Istananya, semua pengawal Sukarno tidak
satupun menggunakan seragam Cakrabirawa, melainkan seragam RPKAD baret merah.
Juga luput didiskusikan kenapa bisa kebetulan Sukarno, Omar Dhani dan semua
korban Jendral2 yang dibunuh bisa berada sama2, diwaktu yang sama, ditempat
yang sama yaitu lubang buaya. Enggak masuk akal penculik jendral itu enggak
kebentrok dengan Sukarno yang waktu itu juga ada di Lubang Buaya, apalagi kalo
diingat pengawal cakrabirawa itu sangat ketat, teliti, dan kalo mengawal
sebelum tiba ditempat tujuan dalam radius 30 km sudah di scanning.
Jadi atas dasar analisis semua data2 diatas, kesimpulan bisa dipastikan,
Sukarno nasibnya sama dengan jendral2nya yaitu sama2 diculik, bedanya Sukarno
kemudian dilepas kembali ke Istana untuk didikte mengundurkan diri setelah
diberi shock terapi pembantai jendral2nya secara keji.
Yang sedih dengan pembantain jendral2 itu tentunya Sukarno, tapi beritanya
diputer balik, Suharto lebih sedih dari Sukarno padahal belakangan kita tahu
bahwa Suharto tersangkut dengan penculikan itu sendiri.
Mulanya, Amerika mengira Sukarno gampang digertak dengan pembantaian
jendral2nya, ternyata enggak gampang, katimbang tunduk didikte Dubes Amerika,
Sukarno malah mengeluarkan SP 11 Maret yang isinya perintah penangkapan
Suharto, Suharto adalah agen CIA, Suharto pengkhianat bangsa, Suharto kontra
revolusi. Surat ini diperintahkan kepada Jendral Amier Mahmud, yang kemudian
bersama jendral Jusup dan jendral Kemal Idris disampaikan kepada Suharto. Jadi
ketiga jendral ini bukan menangkap Suharto, melainkan berunding yang akhirnya
sepakat, surat perintah itu diketik ulang yang isinya Sukarno mengangkat
Suharto untuk mengamankan negara ini dan menyerahkan kekuasaan sepenuhnya
kepada Suharto.
Kemudian SP 11 Maret yang sudah direkayasa ini dibawa balik kepada Sukarno oleh
ketiga jendral diatas untuk ditanda tangani dibawah todongan pestol. Tapi
gagal, Sukarno lebih baik mati daripada menanda tanganinya, oleh ketiga jendral
ini kemudian ditanda tangani sendiri meniru tanda tangan Sukarno, setelah itu
Sukarno diberangus, kepalanya ditutup kain hitam, tangan diborgol, keluar
Istana Bogor ke Helipad untuk terbang langsung ke Gatot Subroto. Di Gatot
Subroto inilah beliau dibantai, digebuk dulu perutnya, kemudian disuntik
cyanida langsung berhenti napasnya. Kemudian pers diundang untuk mendengar
berita sedih, Bung Karno meninggal karena kegagalan Ginjalnya dan penyakit
kencing manisnya.
Semua protokol ini tidak ada surat perintahnya, cuma pesan lisan melalui
telepon dari kedubes Amerika yang memerintahkan apa2 yang harus dikerjakan
Suharto.
Belakangan, Suharto karena ambisinya merasa berhasil, semua yang membantu dia
disikut, ditendang dengan pensiun.
Wajar ya, jendral2 yang justru merasa kunci keberhasilan ini merasa dikentutin,
maka cuap2 lah mereka, menuduh Suharto kudeta dlsb. Suharto tak berdaya,
petisi 50 hampir2 membuat dia tengkurap enggak bisa bangkit lagi. Tapi untung,
Sarwo Edhie angkatan muda dijanjikan pahala, semua jendral2 tua yang tergabung
dengan petisi 50 ditangkapi tak berdaya untuk kemudian disuruh pilih antara
dipenjara atau menanda tangani surat perjanjian tidak lagi melakukan gerakan
anarki untuk kudeta. Suharto pun enggak berani membunuh mereka dengan akal2an
karena mereka semua itu lebih dekat dengan CIA daripada Suharto sendiri.
Begitulah jalanan jadi mulus buat Suharto berkuasa 35 tahun, semua kekayaan
negara dan bangsa ini dikuras bersama cadangan emas batangan pemerintah.
Generasi penerus diwariskan hutang, diwariskan dendam, diwariskan hutang jiwa,
dan diwariskan Islam2 terorist yang sebelumnya dilatih di Afghanistant oleh CIA
yang waktu itu masih bekerja sama dengan Osama bin Laden.
Sayang, Abbas itu enggak belajar pengalaman Sukarno. Abbas cuap2 bahwa negara
Palestina angan2nya mendapat dukungan 140 negara2 didunia. Padahal Sukarno
yang melalui Safari Asia, Afrika dan Amerika Latin berhasil mendapatkan
dukungan lebih dari 180 negara2 yang dia sebut sebagai negara "The New Emerging
Forces" yang semuanya bukan cuma menjanjikan dukungan saja, tapi juga akan ikut
Sukarno keluar dari UN atau PBB dan bergabung dalam badan baru yang dibentuk
Sukarno yang disebutnya CONEFO (conference of New Emerging Forces) yang
bangunannya pun sudah siap waktu itu.
Setelah Sukarno menyatakan keluar dari UN atau PBB, ternyata tidak satupun ada
negara yang menjanjikan dukungan itu yang ikut serta keluar dari UN, jadi cuma
RI sendiri yang keluar yang akibatnya berantakan hancur lebur ekonomi RI tanpa
ada yang bersedia menolongnya karena RI bukan lagi anggauta UN.
Naaah... kira2 nasib Abbas itu sama dengan Sukarno. Venezuela, Chilli dan
Brazil yang menjanjikan dukungan dan bantuan kepada Abbas, baru2 ini diminta
bantuan financial dan obat2an. Ternyata ditolak, para dubes pendukung negara
palestina itu berkilah, bahwa bantuannya itu cuma diperuntukkan untuk negara
Palestina bukan untuk pribadi Abbas. Abbas mengclaim bahwa dia adalah mewakili
Palestina, tapi tetap ditolak karena pengikutnya cuma 1% sehingga tidak bisa
mencatut nama Palestina padahal pengikut Hamas justru 99%.
Abbas juga kunjungi Russia untuk mengemis bantuan, ternyata sama alasannya,
bahwa bantuan Russia cuma untuk negara Palestina bukan untuk pribadi keluara
Mr.Abbas dengan isteri2nya.
Demikianlah nasib negara Palestina, mati sendiri sebelum berhasil menjadi
sebuah negara.
Pemerintah RI keblinger, yang digajinya sebagai dubes Palestina adalah pengikut
Abbas, tapi yang diakuinya sebagai negara Palestina adalah yang dibawah Hamas.
Rupanya luput dari KPK, bau korupsi disini besar sekali. Buat apa membuka
kedutaan Palestina dimana biayanya semuanya dari pemerintah RI bahkan gaji
dubesnya pun dari RI. Kabarnya, dubes Palestina ini ditarik pulang setelah
Arafat mati, tapi sang dubes menolaknya karena sedang memproses Assylum untuk
menjadi warganegara RI.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/