Ref. Menteri-menteri NKRI dan pembantu-pembatunya harus pandai bohong sebab 
kalau tidak ada kepandaian menipu rakyat akan sulit menuai hasil panen korupsi. 
Jangan dilupakan bahwa menteri-menteri atau petinggi yang mulia ini sebelum 
menduduki kursi empuk kekuasaan disumpah sesuai agama masing-masing, tetapi 
rupanya sunpah itu hanya ritual biasa saja tidak ada pengaruh apa-apa untuk 
kejujuran dan kreativitas amal kepada masyarakat, terkeculi korupsi, korupsi 
dan korupsi.

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/27/ArticleHtmls/Menteri-Muhaimin-Dituding-Bohong-Soal-Fauzi-27022012005009.shtml?Mode=0


Menteri Muhaimin Dituding Bohong Soal Fauzi 
JAKARTA 

Bisa disebut tangan kanannya."

Ketua Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) 
Syaifullah Tamliha menuding Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin 
Iskandar berbohong soal Muhammad Fauzi.
“Aneh kalau Muhaimin pernah mengaku tidak kenal Fauzi,“kata Syaifullah dalam 
diskusi di Sekretariat PB PMII, di Jakarta, kemarin. 
Saat bersaksi untuk terdakwa Dadong Irbarelawan dan I Nyoman Suisnaya, Senin 
pekan lalu, Muhaimin mengaku hanya mengenal Fauzi sebagai pengantar surat di 
Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa.
“Apabila DPP meminta tanda tangan, dia yang membawa,“ kata Muhaimin di 
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Ia juga mengaku tidak pernah 
membicarakan soal proyek Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah 
Transmigrasi kepada Fauzi.

Menurut Syaifullah, Fauzi adalah teman dekat Muhaimin ketika masih bersama-sama 
dalam kepengurusan PMII. Fauzi merupakan Staf Sekretariat PMII saat Muhaimin 
menjadi ketua umum pada periode itu.

Bekas Wakil Ketua PB PMII 1994-1997 itu menambahkan, Fauzi kala itu adalah 
satu-satunya staf sekretaris di kepengurusan PMII. Muhaimin sering meminta 
Fauzi menulis surat-surat untuk keperluan organisasi ataupun Muhaimin 
sendiri.“Bisa disebut tangan kanannyalah,“ ujarnya.

Sumber Tempo lainnya di PKB mengungkapkan Fauzi dekat dengan Muhaimin sejak 
dulu.“Fauzi terus mengikuti Muhaimin saat di PMII, di PKB, ataupun di 
Kementerian Transmigrasi,“ ujarnya. “Tapi jabatannya me mang tak pernah 
beranjak dari staf bagian ke staf bagian yang lain.” Karena kedekatan itulah, 
Fauzi menjadi staf pribadi Muhaimin. Bahkan Fauzi disebutnya sebagai kasir 
Muhaimin. Ia yang menerima dan membelanjakan uang. “Tapi Fauzi ini bukan 
pemain, meski sudah senior,” katanya. 

Sekretaris Jenderal PKB Imam Nachrowi mengatakan Fauzi bergabung dengan 
partainya sejak 1998. Meski tak tahu bagaimana jenjang kariernya di partai, 
Imam mengatakan Fauzi terakhir menjabat staf bagian umum di DPP PKB. Tugasnya 
mengurus surat yang masuk ke ketua partai. Namun Imam menolak memerinci 
hubungan Fauzi dengan Muhaimin. “Saya tak tahu, yang jelas tugasnya berhubungan 
dengan (kegiatan) ketua,“ujarnya kepada Tempo. 

Imam menilai Fauzi sebagai sosok yang polos dan santun.
“Orangnya sederhana sekali,“kata Imam. Karena itu, ia mengaku heran Fauzi 
berani mencatut nama Muhaimin terkait dengan kasus suap di Kementerian 
Transmigrasi.

Fauzi bersama Ali Mudhori disebut intens menggarap rencana pengucuran uang Rp 
1,5 miliar.
Karena mereka pula, uang fee dari kuasa direksi PT Alam Jaya Papua, Dharnawati 
(kini terpidana), itu mengucur pada 25 Agustus 2011. Persetujuan Fauzi untuk 
pengucuran uang muncul pada 25 Agustus siang.

Kepada hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, dua pekan lalu, Fauzi mengaku 
secara spontan mencatut nama Muhaimin karena bosan dipaksa Ali mengambil duit 
dari Dharnawati. 

Uang itu diberikan menyangkut proyek senilai Rp 73 miliar di empat kabupaten di 
Papua yang dimenangi Dharnawati. 

Keterangan Fauzi berbeda dengan dakwaan jaksa untuk Dharnawati. Dalam dakwaan, 
Fauzi menyatakan dirinya diperintah “Menteri” menginstruksikan Nyoman dan 
Dadong menyimpan duit fee untuk sementara. Alasannya, Muhaimin menyadari 
rencana itu sudah tercium wartawan. 

Di Jember, Jawa Timur, kemarin Muhaimin menyatakan siap diperiksa lagi jika 
diperlukan Komisi Pemberantasan Korupsi. 

“Biarlah nanti dalam proses hukum akan saya buktikan tidak terlibat,” ujarnya. 
● DIMAS SIREGAR | ISMA 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke