Kembali Prestasi Cina Mengatasi Amerika di Pertambangan !!!
Kasian korban Lumpur Lapindo enggak diganti rugi, malah sekarang diulangi
partner Cina yang bisa dituntut ganti rugi tapi bukan untuk rakyat melainkan
untuk pejabat.
Beli pesawat murah meriah dari Cina, jatuh menimpakan bencana kepada ratusan
penumpangnya, tapi bikin sendiripun meskipun cuma assembling tapi semuanya
jatuh, malah lebih menang jumlah yang jatuhnya itu.
Begitulah, Cina si Naga Tidur, superpower masa depan, lebih jago dari Amerika,
lebih kaya dari Amerika, ditakuti Amerika, dan yang paling penting adalah Cina
itu mualaf menghargai Islam dan muslim.
Bencana dari pesawat Cina sekarang ditambah lagi dengan pertambangan Cina,
bahkan Menteri Dahlan lagi memproses listrik Cina bisa masuk bikin bencana
lanjutan untuk masa depan.
> prio kustiadi <amonkustiadi@...> wrote:
> "Menuntut RRC Menarik Pulang Investasi
> Pertambangan Bereputasi Buruk dan
> Membayar Utang Ekologis."* Pencemaran
> minyak di Kepulauan Seribu oleh CNOOC,
> kebocoran gas di kilang PetroChina di
> Tuban, pelanggaran HAM oleh PT. Billy
> Indonesia di pulau Kabaena dan PT.
> Gemilang Limpah Internusa di Pacitan,
> merupakan sebagian potret buruk
> investasi tambang dari negeri RCC di
> Indonesia.
Ini namanya "murah meriah", udah banyak saya tulis, yang murah itu pasti
membawa bencana. Apalagi aselinya murah tapi dipajang pemerintah mahal karena
komisi terlalu besar untuk penguasa yang menguasai kontraknya.
Urusan gas, minyak, teknologi, warranty dan safety itu adalah dagangannya
orang2 Barat termasuk Amerika Serikat.
Lain lagi urusan bencana, teror, nipu, perkosaan, penjarahan, pembakaran,
fitnah dan pemutar balik masalah tidak ada yang lebih jago dari Islam karena
teknik beginian malah dilestarikan dalam kitab suci AlQuran dalam ayat2 AlTaqya.
Gara2 gagal merampok Amerika pada 911, menyebabkan kebencian muslimin kepada
Amerika sehingga berusaha bujuk Cina untuk nantinya dijadikan korban baru yang
lebih dulu di-elu2kan sebagai lebih jago dari Amerika, lebih maju dari Amerika,
dan lebih kuat dari Amerika.
Demikianlah keki dengan Amerika mereka mengundang Cina untuk di-puja puji
teknologinya yang katanya menyaingi Amerika dengan harga yang murah tapi masih
bisa ditawar lagi. Padahal Cina sendiri masih belajar dari Amerika.
Begitulah, mulanya perusahaan syariah dalam negeri merasa yakin ridho Allah
dipihaknya, daripada memberi makan kafir Amerika lebih baik menggunakan jasa
sesama ukhuwah bagi2 rezeki bor minyak dipantai jawa, namun yang namanya Islam
selalu diridhoi Allah untuk tertimpa bencana, maka ngebor minyak yang keluar
lumpur lapindo. Biarlah rakyatnya jadi korban, enggak perlu diganti, enggak
perlu diperbaiki, dan pelaku2nya enggak perlu dihukum, bahkan para pelaku ini
berusaha cari partner luar negeri untuk nantinya bisa dijadikan kambing hitam,
maka ketemulah perusahaan minyak untuk dijadikan partner.
Jadi dimana logikanya kalo perusahaan Syariah menyebabkan bencana tidak
dituntut ganti rugi bahkan dilindungi enggak perlu ganti rugi, tapi sekarang
perusahaan Cina yang sama2 menimbulkan bencana bahkan bencananya lebih ringan
enggak separah lumpur Lapindo tapi kenapa harus menghasut kesana kesini
mengundang kesana kemari untuk menuntut ganti rugi kesalahan dan kegagalan
teknologi yang memang sudah kita ketahui tidak dikuasainya sama seperti kasus
lumpur Lapindo.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/