Beberapa hari ini aku dibuat sibuk kelayapan kesambet mimpi di siang hari. Mulai ke pedalaman Badui sampai ke Pandeglang. Dari Tokek sampai Bambu Pethuk. Mimpinya bisa mendapatkan komisi ber M M, pokoke bisa jadi raja di desa kicit dengan selir kanan kiri depan belakang.
Berawal dari teman Badui yg biasa kerumah, bercerita bahwa temannya memiliki bambu buta, dengan diameter sekitar 4 Cm, aku tanya kawanku yg sudah bermain sejak tahun 90 an sd sekarang dengan hasil habis rumah dan habis harta. Karena infonya dari teman yg bisa aku percaya ( maklum hanya teman Badui ku ini yg bisa ngobrol tanpa aturan protokoler dengan Mbak Megawati ), membuat aku dan teman ku berangkat ke Badui. Selasap selusup masuk sedikit ke daerah Badui Dalam, alhasil ngos ngos an dan kaus dilepas jadi mirip Rambo yg saat ini sedang di putar di Trans TV. Aku mah gak peduli asli dan tidaknya lha kagak ngerti, jadi ketika sampai di lokasi tiduran di beranda sambil mendengarkan gemericik air hujan, temanku dengan penerangan seadanya memeriksa barang tsb, kemudian ditanya asal usul nya, dijawab boleh nebang sendiri dan yg melihat istrinya, karena yg bicara orang Badui jadi langsung percaya, dan dipagi subuh jam 5 berangkat ke Jakarta. Yg lain tidur nyenyak aku malah dijalanan sepi ngelamun, maklum gak bisa tidur tanpa obat, alhasil hampir 24 Jam tidak tidur dan nyetir bolak balik. Ketika sampai di Buyer, aku langsung ke warung nongkrong, sedang yg lain ngobrol, tdk lama aku dipanggil dan ternyata bambunya palsu, buatan Jawa Tengah, aku lihat teman Badui ku, dia shock dan bengong lama, selain malu juga kecewa dan marah, terlihat dari wajahnya yg menjadi kusut, aku hanya bilang gak apa apa, lupa kan saja, namanya juga manusia bila ingin nipu mah asal dari mana juga bisa. Dari Jakarta kami berpisah dengan teman Badui ku ( yg ikut 3 orang ), sesampai di rumah istirahat, maklum besok nya ke Cianjur, lusanya seharian dengan teman lain di Jakarta, ketika pulang malam, dirumah sudah ada teman Badui ku hanya sudah tidur ( memang suka nginap bila ke rumah ku ), paginya aku belum bangun teman Baduiku sudah pergi, bisa jadi mau cerita bagaimana temanku marah besar ke tukang tipu, entah di gebuk in entah di tempeleng, yg aku tahu masuk sms dari istrinya bahwa teman Badui ku marah besar ( sekarang orang Badui sudah ber HaPe juga, hanya bahasa SMS nya aneh, bisa dimaklum sih wong tidak ada yg sekolah ), bisa nulis sms menurutku sudah hebat. Tanpa istirahat ada teman lain yg datang ke rumah, dan mengatakan bahwa ada bambu buta di Pandeglang ( heran koq mendadak jadi lapor ke aku, padahal aku belum cerita kemana mana ), di Pandeglang temanku dikasih ( dikasih booo ) bambu buta dengan diameter sekitar 1,5 Cm, konon harganya 100 juta an, sedang yg dari Badui bila asli harga nya bisa 20 M, sekali lagi karena tidak ngerti di lokasi aku malah ketiduran ditengah udara pengap dengan angin sepoi sepoi, pulang dengan misi besok dibawa ke buyer. Dan sekali lagi kedatangan teman, dia cerita di Jampang Surade ada Bambu Buta juga, aku bilang gak ngerti, teman bilang sama juga, kita datangi saja ucapnya, aku akhirnya meng iya kan, di benak ku kepalang basah, mendingan tahu rada banyak dibandingkan kelayapan tanpa tahu apa apa. Berangkat siang pulang hampir subuh, maklum pemiliknya jual mahal, Bambu Buta boleh dibawa dengan syarat mobil di tinggal, di benak ku jadi tertawa nyebelin, ybs memiliki 2 bambu yg satu konon bambu pusaka dari Prabu Siliwangi, dimana tanpa perlu di tanam bambunya tumbuh terus ( manjangin.......jadi inget mak Erot huehuehuehue ), panjang bambu asalnya 1,73 m, dan sekarang hampir 3 meter, konon pak Safri Syamsudin pernah ke rumah nya untuk membeli bambu tersebut hanya tidak balik lagi ( di benak ku ngibulnya hebat amat ), alhasil pulang tidak bawa apa apa. Siangnya ke buyer lagi membawa bambu yg dari Pandeglang, dan kali ini aku ikuti obrolannya, ternyata bambu tsb juga palsu, ukiran gaya Jawa Tengah. Alih alih ngobrol Bambu akhirnya malah ngobrol UKA UKA, dimana barangnya aneh aneh, mulai dari batu air sd mani gajah, harga nya jangan ditanya, paling murah bisa 50 M, aku lihat daftar barangnya, busyet deh aneh aneh, padahal temanku pernah nemu dan dibuang padahal harganya mahal, yg satu batara karang mati, sedang yg lain benalu bambu, dimana hara perlembar daunnya seharga 100 juta. Dari UKA UKA dilanjut ke Tokek, mulai dari panjang 36 Cm sd yg beratnya diatas 1 Kg, harganya jangan di tanya, bila diatas 4 Ons langsung 200 M. proses uang cair 2 hari, PPH sd laporan ke PPATK dijamin oleh notaris. Aku jadi inget teman Badui ku dulu pernah minta tokek besar dan dibawa 15 ekor tokek kicit, alih alih dilepas eh pada ndut semua ( kaget ngkali ntu tokek biasa di utan mendadak masuk istana.) Konon Tokek yg laku ada 2 jenis, yg satu jenis Tokek jadi jadi an, alias setan yg berbentuk tokek, dan tokek yg ditumpangi oleh jin, yg dari setan bisa hilang mendadak, sedang yg di tumpang i bisa di gusur jin nya, dan dapat ganti rugi penggusuran....kononnn lho. Yg laku jenis tokek kedua, dan biasa suka ada di rumah ( menurut orang Cina sih bila di rumah ada tokek menandakan rejekinya tidak habis habis, bisa jadi karena namanya Tokek asal kata dari Tauke ) Aku akhirnya gatal dan aku kontak teman Baduiku menanyakan apa ada tokek gede, bila ada teman Badui ku bisa langsung jadi raja, dijawab ada, hanya dia tidak berani ngambilnya, karena harus ada tumbal nyawa dia, aku bilang bisa ditukar dengan kambing gak, dijawab tidak bisa, ya sudah lupakan saja tokeknya. Entah bagaimana awalnya, akhirnya ada teman lama datang menawarkan batu cin cin, alih alih ngobrol batu, eh malah ngelantur ke bambu tahan panas, sudah dites di celup ke aspal mendidih mendadak dingin, untung lokasinya di Bogor, masih bisa dilayani, dan seperti biasa jual mahal, pemiliknya seorang sopir dan ogah menjual maupun di test oleh teman ku. Akhirnya tetap saja batu Cin Cin yg menjadi tujuan akhir, maklum aku suka dengan Blue Safir kelas murah sih, eh ngobrol batu, malah ditawari cawan jaman kerajaan Cina, usianya sudah ratusan tahun, minta tolong jual, aku hanya bilang gak ngerti dan tidak tahu siapa kolektor maupun buyernya. Belum tuntas bicara cawan, disambung dengan meja Giok dengan ke istimewaan dingin nya bisa sampai keluar ruangan, aku bilang Giok tsb pasti bekas Siaw Liong Ly di Sintiaw Hiap Lu, aku hanya bilang mau dilepas berapa dan syarat test nya boleh di bakar dengan api sd sekitaran 700 °C, saat ini sedang di jajak i utk di temui pemiliknya ( aku ogah datang ke lokasi, jauh booo di Banten ), hanya di daftar UKA UKA memang ada Giok dingin, tembus sinar tanpa pecah sinarnya dan harga nya ratusan M, beneran mimpi melulu. Aku suka heran dengan usaha seperti ini, seperti temanku yg sudah main sejak tahun 90 an, dia cerita punya banyak pusaka dari eyang Ratu Kidul, hanya belum bisa dijual karena belum waktunya, aku bilang sudah 20 tahun koq waktu nya gak nyampe nyampe, bisa bisa begitu waktunya tiba, malah nyawa sudah keburu melayang, memang sih saat ini kondisinya sudah serba salah, kerja usia sudah uzur, wiraswasta sudah tidak punya modal. Kemarin temanku mau nangkap tokek didaerah IPB, Tokek sudah ketangkap eh satu temannya malah kesurupan akhirya bangtat lagi, aku hanya kasih komentar jadi makelar yg lain keq, jadi tidak ter obsesi dengan mimpi indah, entahlah setiap manusia memang memiliki jalannya sendiri² Eniwe membaca postingan di millis² jadi ketinggalan kereta deh....:o)) sur ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
