MUI itu didirikan oleh rezim Pak Harto, maksudnya ialah memakai agama sebagai alat mempertahankan kekuasaan. Jadi agama dipakai sebagai topeng.
----- Original Message ----- From: "Ben" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Monday, July 18, 2005 8:39 AM Subject: Re: [proletar] Re: Ulil Abshar: Fatwa MUI Pemicu Kekerasan terhadap Ahmadiyah > SETUJU ! > ----- Original Message ----- > From: king_of_tort > To: [email protected] > Sent: Monday, July 18, 2005 4:14 AM > Subject: [proletar] Re: Ulil Abshar: Fatwa MUI Pemicu Kekerasan terhadap > Ahmadiyah > > > Usul dari dulu nggak pernah didenger juga, MUI itu HARUS > DIBUBARKAN....sebab MUI itu lebih berupa 'organisasi' politik praktis > dari dati pada lembaga 'moral' agama. > > Atau ganti saja kepanjangan MUI menjadi " Majelis Urang > Iseng "?...jengkel, dari dulu sukanya 'ngisengin' orang lain saja... > > > --- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/07/16/brk,20050716- > 63982,id.html > > > > > > Ulil Abshar: Fatwa MUI Pemicu Kekerasan terhadap Ahmadiyah > > Sabtu, 16 Juli 2005 | 17:22 WIB > > > > TEMPO Interaktif, Jakarta: Koordinator Indonesian Conference on > Religion and Peace (ICRP) Ulil Abshar Abdalla menilai fatwa Majelis > Ulama Indonesia yang menyatakan Jemaah Ahmadiyah sebagai ajaran sesat > sebagai pemicu aksi kekerasan. > > > > Dengan adanya fatwa MUI itu, kata dia, massa merasa memiliki > legitimasi untuk melakukan aksi kekerasan terhadap Jemaah > Ahmadiyah. "MUI harus bertanggungjawab terhadap aksi kekerasan dan > harus dilaporkan ke pengadilan," tutur Ulil saat dihubungi lewat > telepon. > > > > Ribuan warga dengan memawa pentungan kayu mendatangi markas Jemaah > Ahmadiyah di Pondok Udik, Bogor, Jumat lalu. Mereka minta Jemaah > Ahmadiyah dibubarkan karena dinilai menyebarkan ajaran sesat. Polisi > terpaksa mengevakuasi sekitar 200 anggota Jemaah Ahmadiyah dari > markasnya ke Kantor Kejaksaan Negeri Cibinong. > > > > Kekerasan massa terhadap Ahmadiyah ini adalah yang kedua kalinya > selama Juli 2005. Pada 9 Juli lalu, warga juga melakukan perusakan > bangunan Jemaah Ahmadiyah. > > > > Menurut Ulil, fatwa kelompok ulama yang mengeluarkan pernyataan > sesat dan menyesatkan menjadi latar belakang aksi kekerasan Ahmadiyah > di Pakistan. Dia meminta fatwa MUI tentang Ahmadiyah dicabut. > > > > "MUI perlu menjelaskan langsung ke lapangan," kata Ulil. Posisi MUI > seharusnya menjadi lembaga fasilitator keberagaman umat, ujar > dia, "Namun, saat ini hanya sebagai jembatan ulama konservatif." > > > > Ketua MUI Amidhan menolak tuduhan bahwa fatwa organisasinya sebagai > pemicu kekerasan terhadap Jemaah Ahmadiyah. Menurut dia, fatwa MUI > mengenai Jemaah Ahmadiyah telah dikeluarkan sejak Musyawarah Nasional > MUI, 26 Mei-1 Juni 1980. "MUI membuat peringatan kepada umat, bukan > membuat pelarangan," katanya. Dalam mengkaji fatwa, saat itu ulama > telah mempelajari sembilan buku Ahmadiyah. > > > > Ahmadiyah didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad pada 1889 di India. > Jemaah Ahmadiyah memiliki dua aliran, yakni Qadiyan dan Lahore. > Ajaran Ahmadiyah dianggap sesat karena mengakui pemimpinnya, Mirza > Ghulam Ahmad, sebagai nabi baru setelah Nabi Muhammad SAW. Sedang > menurut Al Quran, Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir. > > > > Peringatan kepada umat, menurut Amidhan, sifatnya individual. Fatwa > itu menyebutkan, MUI meminta umat Islam berhati-hati sehingga tak > terjebak ke dalam Jemaah Ahmadiyah dan yang sudah menjadi bagian > kelompok itu agar kembali ke ajaran agama Islam. Setelah dikeluarkan > fatwa, kata Amidhan, yang memiliki peran untuk melarang adalah > pemerintah. > > > > Amidhan menganggap, kekerasan terjadi karena adanya provokasi > terhadap massa. "Selain itu, mungkin karena tindakan demonstratif > Jemaah Ahmadiyah," katanya. Sesuai dengan surat edaran Departemen > Agama, tutur Amidhan, seharusnya Jemaah Ahmadiyah menjalankan > aktivitasnya secara kontentif atau hanya pada posko jemaah. > > > > Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin juga menolak anggapan fatwa > MUI sebagai pemicu kekerasan terhadap anggota Ahmadiyah. Menurut dia, > tak ada korelasi antara dikeluarkannya fatwa dengan gerakan anarkis > masyarakat terhadap Jemaah Ahmadiyah. > > > > "Tugas ulama adalah menyatakan yang benar atau salah untuk > membimbing masyarakat," tutur Din. Menurut dia, masyarakat masih > memerlukan pemahaman bahwa Islam tak mengenal aksi kekerasan. Dia > menyatakan, proses aksi kekerasan sebaiknya diserahkan kepada aparat > keamanan dan hukum untuk menanganinya. (Yuliawati > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] > Subscribe : [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] > List owner : [EMAIL PROTECTED] > Homepage : http://proletar.8m.com/ > > > > ------------------------------------------------------------------------------ > YAHOO! GROUPS LINKS > > a.. Visit your group "proletar" on the web. > > b.. To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of > Service. > > > ------------------------------------------------------------------------------ > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] > Subscribe : [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] > List owner : [EMAIL PROTECTED] > Homepage : http://proletar.8m.com/ > Yahoo! Groups Links > > > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
