Ref: Cuma cium, kenapa tidak peluk erat-erat dan....? Tanpa gerakan pengulingan 
pun, anak kecil yang belum bersekolah sudah tahu bahwa rezim SBY busuk dan 
tidak laku. untuk kepentingan rakyat. Alasan adanya gerakan pengulingan ialah 
pembelaan diri dalam kesempitan. 


http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/03/ArticleHtmls/Pemerintah-Cium-Gerakan-Penggulingan-SBY-03032012006013.shtml?Mode=0




Pemerintah Cium Gerakan Penggulingan SBY 



JAKARTA ­ 

Mereka memanfaatkan isu kenaikan harga BBM.



Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengakui mulai 
ada gerak an-gerakan yang menginginkan penggulingan pemerintah Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono. Gerakan itu memanfaatkan keputusan pemerintah menaikkan 
harga bahan bakar minyak sebagai isu. 

Namun Djoko menolak 

membeberkan informasi intelijen ihwal gerakan tersebut.“Sudah, mencium. Masak 
saya umbar, sih,” kata Djoko di kantor kepresidenan, Jakarta, kemarin. 

Djoko menyatakan, Presiden SBY tidak khawatir dengan adanya demonstrasi 

menentang kenaikan harga BBM. Meski begitu, pemerintah tetap melakukan 
antisipasi. Djoko juga mengaku belum ada laporan yang memperlihatkan 
kemungkinan eskalasi demo besar-besaran menentang kebijakan subsidi BBM yang 
berpotensi menimbulkan gejolak politik. 

Ia menambahkan, demonstrasi merupakan kegiatan wajar di alam demokrasi. Tapi, 
sebelum-sebelumnya, tidak sampai ada suara-suara yang menginginkan penurunan 
pemerintah SBY-Boediono. “Kemarin-kemarin ada tidak? Apakah itu relevan?”kata 
Djoko. 

Dia menjelaskan, secara hitungan ekonomi, pemerintah harus menaikkan harga BBM. 
Tapi memang tetap saja, dalam negara demokrasi seperti Indonesia pasti ada 
kalangan mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, atau anggota parlemen yang 
tidak setuju. “Dibolehkan unjuk rasa. Catatannya, penuhi 

aturan yang ada, memberi tahu polisi, tidak boleh merusak atau mengganggu 
ketertiban,” kata mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia itu. 

Apalagi, kata Djoko, pemerintah juga tengah menyiapkan secara matang agar 
dampak kenaikan harga BBM tidak memberatkan rakyat miskin. “Sudah ada skema 
kompensasi bagaimana. Untuk siswa yang nanti terkena dampak ada tambahan 
(beasiswa), bantuan sementara langsung, banyak nanti,” dia melanjutkan. 

Kepala Bidang Penerangan Umum Markas Besar Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar 
mengatakan pihaknya juga menyiapkan antisipasi upaya penimbunan menjelang 
kenaikan harga BBM. 

“Penyelidik sudah turun ke lapangan untuk memantau,” ujarnya kemarin. 

Menurut Boy, aksi penimbunan ini bahkan telah dilakukan sejumlah spekulan. 

Perbuatan itu, kata dia, merupakan tindak pidana, sehingga akan ditindak tegas 
oleh aparat kepolisian. Penimbunan menimbulkan kelangkaan bahan bakar yang bisa 
mengancam terjadinya gejolak di masyarakat. 

Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Sutarman, 
sebelumnya, juga menyatakan siap mengantisipasi aksi unjuk rasa penolakan 
kebijakan BBM “Polri sudah memetakan kemungkinan adanya pengerahan massa,” kata 
dia Rabu lalu. 

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan pemerintah 
meluncurkan program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat, menggantikan Bantuan 
Langsung Tunai. Itu untuk mencegah penambahan angka kemiskinan saat harga BBM 
dinaikkan 1 April nanti. 

++++++

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/03/ArticleHtmls/Demokrat-Tuding-Wiranto-di-Balik-Aksi-Anti-SBY-03032012006015.shtml?Mode=0





Demokrat Tuding Wiranto di Balik Aksi Anti-SBY 




Wakil Sekretaris JendeW ral Partai Demokrat Ramadhan Pohan menuding, serangan 
yang diterima Partai Demokrat belakangan ini terkait dengan aksi penggulingan 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pembusukan Partai Demokrat.
Aksi ini, menurut dia, dikendalikan oleh Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan 
Wiranto. 

“Pak Wiranto itu sudah terlalu sering serang Pak SBY dan Demokrat. Termasuk 
Akbar Faisal (anggota Fraksi Partai Hanura DPR) juga,“ kata Ramadhan kepada 
wartawan di gedung DPR kemarin.

Ramadhan juga mencurigai, gempuran terdakwa kasus suap Wisma Atlet, M. 
Nazaruddin, terhadap elite Partai Demokrat juga dikendalikan oleh Hanura dan 
Wiranto. Ramadhan mengaku heran karena selama ini ia mengenal Nazaruddin 
sebagai orang yang tak akrab dengan media. Tapi sekarang, setelah “digarap“, be 
kas Bendahara Umum Partai Demokrat itu begitu gencar bicara di media. 

Hal itu, diyakininya, karena pengaruh Elza Syarief sebagai anggota tim 
pengacara Nazaruddin yang membawa masalah hukum Wisma Atlet itu menjadi lebih 
politis. Elza, kata Ramadhan, diketahuinya masih tercatat sebagai salah seorang 
petinggi di Partai Hanura. Menurut dia, keberadaan Elza melanggar kode etik 
advokat. 

Selain soal Wisma Atlet, menurut Ramadhan, pernyataan Wiranto di sejumlah media 
yang menyatakan masa kepemimpinan pemerintahan SBY tak akan sampai 2014 juga 
menunjukkan bahwa Wiranto ingin menggulingkan SBY. Ia menyarankan, jika ingin 
jadi presiden, Wiranto sebaiknya bersaing secara sehat dan konstitusional 
melalui pemilihan umum. 

Ketua DPP Hanura, Akbar Faisal, membantah tuduhan 

Demokrat. Ia justru balik menuding pernyataan Ramadhan Pohan sebagai strategi 
mengalihkan isu korupsi petinggi partai, Anas Urbaningrum. 

“Saya malas menanggapi halhal bodoh seperti tudingan Ramadhan itu. Saya malah 
melihat dia sedang berusaha menggeser urusan korupsi partainya menjadi 
persoalan pribadi Pak Wiranto dan SBY,” kata Faisal. Ia berharap Ramadhan 
berfokus pada partainya yang kesulitan menjelaskan berbagai kasus korupsi. 

Elza juga membantah tudingan memanfaatkan perkara kliennya, untuk menjatuhkan 
citra Demokrat, apalagi menggulingkan Presiden SBY. “Itu omongan ngawur dan 
panik,” katanya kemarin. 

Elza mengklaim, dirinya tetap profesional mendampingi Nazar. Jika pun Nazar 
terus menyerang Demokrat, itu adalah pilihan Nazaruddin sendiri.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke