Bleki kagak mungkin itu
nunun bukan orang baik2 siapa yang bilang

dia cuma mau keliatan baik2
maka dari itu dia berakting biar selalu terlihat baik2

sama kayak elu bagi2 duit kepada orang yang tidak dikenal
ini omongan betul atau tidak?


________________________________
 From: item abu <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Saturday, March 3, 2012 7:16 PM
Subject: Re: [proletar] Didakwa Menyuap, Nunun Tak Peduli
 

  
Ternyata si Nunun ini orang soleh dan bertaqwa, hehehe....
 

From: Sunny <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Sunday, March 4, 2012 7:26 PM
>Subject: [proletar] Didakwa Menyuap, Nunun Tak Peduli
>
>
>  
>http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/03/ArticleHtmls/Didakwa-Menyuap-Nunun-Tak-Peduli-03032012004012.shtml?Mode=1
>
>Didakwa Menyuap, Nunun Tak Peduli 
>
>Nunun Nurbaetie, terdakwa suap kasus cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur 
>Senior Bank Indonesia, kemarin tampil percaya diri. Wajahnya dibiarkan terbuka 
>tanpa kacamata hitam. Kerudung motif batik menghiasi rambutnya. 
>Dalam sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta itu, istri 
>mantan Wakil Kepala Polri Adang Daradjatun tersebut tampak santai. 
>Pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut Andi Suharlis diresponsnya dengan 
>senyuman. Sang jaksa menyatakan Nunun telah menyuap anggota Dewan Perwakilan 
>Rakyat untuk memenangkan Miranda Swaray Goeltom sebagai deputi gubernur 
>senior. 
>Dia dijerat dengan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak 
>Pidana 
>Korupsi juncto UU 20 Tahun 2001 tentang perubahannya. Terdakwa mengambil 
>untung Rp 1 miliar di balik penyerahan cek pelawat kepada puluhan politikus 
>Senayan, yang jumlahnya mencapai Rp 24 miliar. 
>Keuntungan itu dimasukkan ke rekeningnya melalui seorang suruhannya bernama 
>Sumarni. 
>“Terdakwa memerintahkan Sumarni mencairkan uang Rp 1 miliar ke dalam 
>rekeningnya,”kata jaksa Andi dalam dakwaannya. 
>Pencairan cek itu dilakukan Nunun setelah memerintahkan Arie Malangjudo, 
>Direktur PT Wahana Esa Sejati, memberikan cek senilai Rp 20,850 miliar kepada 
>tiga anggota DPR periode 1999-2004, yakni Hamka Yandhu dari Fraksi Golkar, 
>Endin Soefihara dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, serta Udju Juhaeri 
>dari Fraksi TNI/Polri. 
>Nunun tidak mengajukan nota keberatan.“Ibu bertekad sidangnya cepat selesai, 
>tak peduli putusannya apa,”kata Mulyaharja, pengacara Nunun. Apa yang membuat 
>Nunun terlihat santai. Ia terilhami kisah Nabi Yusuf AS, yang masuk penjara 
>untuk hal yang bukan kesalahannya.“Itu spontanitas diungkapkan Ibu kepada 
>saya,” ucap Mulya. ● TRI SUHARMAN I ENI SAENI 
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke