Ini gejala bagus apalagi kalau pemberatasan korupsi dimulai dari lingkungan 
RT/RW kayak ronda malam
dengan cara langsung menunjuk "Rumah atau Keluarga"sang koruptor jangan seperti 
sekarang 
apa apa selalu dimulai dengan omongan "praduga tidak bersalah"ini jelas 
preseden buruk menangkap tikus

tindakan korupsi menurut rakyat banyak adalah hilang nya keadilan atau secara 
umum korupsi adalah 
mencuri/merampok/menipu bagian yang bukan menjadi haknya,korupsi
 adalah mengantongi secara tidak jujur 
uang milik negara/duit rakyat atau 
barang yang diadakan dari pajak yang dibayarkan masyarakat 
untuk 
kepentingan memperkaya dirinya sendiri ini jelas2 perbuatan yang biasanya 
dilakukan oleh para kriminal apalagi perbuatan korupsi kebanyakan diletak kan 
secara salah sebagai kasus perdata,memang nya NKRI perusahaan bapak moyang 
elu!yang penting korutor itu jangan di-uwong2kan!!!
miskin kan,rampas/ambil hartanya yang halal/tidak halal kita masih ingatkan 
pemberantasan PKI
lakukan seperti itu...............seperak uang 
negara/rakyat.............berbeda dengan seperak uang anda.


________________________________
 From: Bambang Tribuono <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected] 
Sent: Wednesday, March 14, 2012 12:18 PM
Subject: [proletar] Bacok Koruptornya: Dimana Solidaritas Wartawan?: Polisi 
Lecehkan Wartawan Saat Akan Liput Kasus Korupsi
 

  
BACOK KORUPTOR-NYA

www.inilah.com, 7 Maret 2010, Teten Masduki dari 
ICW (Indonesian Corruption Watch) setuju jika para koruptor dibacok. 
Meski cara kekerasan tidak boleh, Tapi para penegak hukum seperti jaksa,
polisi, hakim & pejabat lainnya, membuat masyarakat tidak percaya 
lagi pada hukum

yang berlaku

Salam, Bambang TB
=========================================
On Mon, 4/12/12,  Sejati <[email protected]> wrote:
Di .. Dompet

----------------------------------------------------------

Sat, 3/10/12, Nanang H <[email protected]> wrote:

Dimana solidaritas wartawan yang lain? atau jangan2 karena sudah jadi 
anak buah dari oknum polisi, lalu enggan ber-solidaritas pada sesama 
wartawan, dan enggan melakukan liputan terhadap kasus korupsi, meski 
kasusnya menarik & news (dalam kasus berita dibawah ini adalah 
pembelian fiktif senilai Rp.14 Milyar). 

Ini bisa menimbulkan 
pemikiran di masyarakat, bahwa berita korupsi yang diberitakan wartawan 
adalah hanya yang sudah disetujui (atau sesuai pesanan) atasan wartawan 
di kantor polisi (sesuai dengan pernyataan oknum polisi Polda Jatim, 
yang menyatakan bahwa yang boleh meliput dan konfirmasi berita adalah 
hanya wartawan yang
anak buahnya saja)

Ini bisa jadi preseden buruk, masyarakat bisa
menganggap bahwa berita media massa bukanlah berita yang obyektif, tapi
penuh pesanan.

Salam

KMA (Kelompok Masyarakat Awam) - Nanang H

http://www.suaramandiri.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1189:akbp-hartoyo-lecehkan-jurnalis-suaramandiricom-akan-surati-kapolri&catid=178:headline

AKBP Hartoyo Lecehkan Jurnalis, suaramandiri.com Akan Surati Kapolri

suaramandiri.com (Surabaya) - Meski sudah mendapat lampu hijau dari 
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Hilman Thayib, Rabu (07/03/2012) atas 
permintaan konfirmasi adanya kabar yang menurut Jarak (Jaringan Anti 
Korupsi) menyebutkan dugaan korupsi pengadaan tahun 2010 mobil tangga 
damkar 52 meter senilai Rp 13.999.898.000,-  di dinas Damkar Kota 
Surabaya sudah disidik Satpidkor Polda Jatim rupanya tidak digubris 
bawahannya.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Hilman Thayib waktu itu dengan sikap 
ramah dan terbuka mempersilahkan suaramandiri.com menemui Kasubbid 
Penmas AKBP Hartoyo untuk cross check dan konfirmasi terkait kasus 
dugaan korupsi mobil damkar tersebut. Ditemui di ruangannya, AKBP 
Hartoyo menolak dikonfirmasi dengan alasan suaramandiri.com tidak 
tercatat sebagai anggota wartawan di Polda Jatim.

"Kamu (maksudnya, suaramandiri.com) bukan anak buah saya, jadi saya 
tidak mau memberikan keterangan kepada kamu. Pimpinan Redaksi kamu suruh
buat surat penugasan peliputan yang ditujukan kepada Kabid Humas Polda 
Jatim bila mau liputan atau konfirmasi," ucapnya ketus dengan raut muka 
sinis.

Padahal sebelumnya suaramandiri.com pernah meminta konfirmasi terkait
bahan pemberitaan dari AKBP Hartoyo dan yang bersangkutan tidak pernah 
mempermasalahkan adanya surat ijin permohonan liputan di Polda Jatim.

Esoknya, Kamis (08/03/2012)  Fajar Yudha Wardhana, Pimpinan Redaksi 
(Pimred)i suaramandiri.com sudah membuat surat permintaan ijin liputan 
di Polda Jatim yang ditujukan kepada Kabid Humas seperti yang diminta 
AKBP Hartoyo.

Mengenai sikap menghambat dan melecehkan profesi jurnalistik seperti 
diucapkan AKBP Hartoyo yang tidak mau memberikan keterangan sebelum 
wartawan itu tercatat sebagai anak buahnya membuat Pimred 
suaramandiri.com berniat menyurati Kapolri.

"Tujuannya agar kedepannya antara insan pers dan institusi kepolisian
bisa saling menghargai, menghormati dan dapat bekerja sama sesuai 
dengan tugas dan tupoksinya masing - masing," jelasnya

Sedangkan Jarak yang selama ini getol menyoroti dugaan korupsi mobil 
damkar ini ikut bereaksi atas tindakan dan ucapan AKBP Hartoyo yang 
terkesan melecehkan dan menghambat tugas jurnalistik.

"Wartawan harus jadi anak buah polisi baru boleh liput kasus korupsi 
??? kalau anak buah, berarti wartawan dapat bayaran dari polisi dong. 
Bagaimana nih pak Kapolri serius ga berantas korupsi ??? ini bukan 
negara ga bertuan khan ???. Kalau aparat hukum tidak serius berantas 
korupsi, bisa - bisa kampanye bacok koruptor akan meluas, ini bisa 
timbulkan anarkisme..!," tulis Jarak, Kamis (08/03/2012) melalui 
situsnya jaringanantikorupsi.blogspot.com. (Yudha)

[Non-text portions of this message have been removed]


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke