Presiden Amerika Pemimpin "Negara" Bukan "Agama"
Menjadi presiden Amerika tidak sama dengan menjadi pemimpin agama, karena
sebagai presiden Amerika selain memimpin negara dan bangsa Amerika yang tdd
semua agama, juga memimpin dan menegakkan HAM diseluruh dunia demi terciptanya
dunia yang adil, sejahtera, dan aman tanpa membedakan ras, bangsa, etnicity
maupun agamanya.
Oleh karena tujuan mulia itulah, Amerika membangun "The United Nation" dimana
bersama bangsa dan negara2 didunia Amerika mengatur partisipasi semuanya untuk
ikut memikirkan dan mensukseskan tujuan2 mulia yang diekpresikan dalam HAM ini.
Semua yang telah berhasil kita capai sekarang merupakan bukti nyata sumbangsih
bangsa Amerika melalui pemerintahnya dan melalui United Nation dalam membagi
kesejahteraan Amerika ini kepada dunia seluruhnya.
Amerika membela Israel dari ketidak adilan orang2 Arab dan Islam, namun
disamping itu, Amerika juga membantu orang2 Arab dan Islam dari ketidak adilan
yang dialami dari sesamanya. Amerika lah yang membebaskan orang2 Arab dan
Islam dari penjajahan akbar bangsa Inggris setelah perang dunia kedua. Namun
Amerika pun membela Inggris yang dihancurkan oleh Jerman.
Jadi setelah Jepang dan Jerman dikalahkan Amerika, tidak pernah dilakukan
penjajahan seperti dizaman dulu. Kedua negara raksasa yang kaya teknologi ini
berhasil ditaklukan Amerika untuk kemudian diajak kerja sama membangun
kedamaian dunia untuk mensejahterkan seluruh bangsa2 didunia, dan hal ini sudah
berhasil, kita wajib melanjutkannya dan memeliharanya dari tugas2 muslimin
untuk menghancurkannya melalui teror jihad yang sekarang diperangi diseluruh
dunia.
> "suryana" <gsuryana@> wrote:
> Obama aku perhitungkan bisa keok oleh
> Romney (aku lebih mendukung Santori)
> hanya bila Romney yg menang, maka
> ketelengasannya sebagai umat mormon
> akan terlihat jelas, dan korbannya
> adalah negara negara di Afrika dan
> Timur Tengah.
Siapa juga yang jadi presiden Amerika, kalo urusan luar negeri pasti tidak akan
berbeda. Yang mungkin bisa berbeda hanyalah urusan ekonomi, urusan pendidikan,
project2 teknologi yang diprioritaskan, dan yang menjamin suksesnya usaha
presiden adalah financial yaitu presiden mana yang mendapatkan dukungan kuat
para kapitalist.
Jadi kalo urusan agama semuanya sama, menjadi presiden Amerika tidak sama
dengan menjadi pendeta, imam, atau nabi. Karena para pendeta, imam dan nabi
bisa membuat keputusan seenak jidatnya sendiri dengan mengaku mendapatkan wahyu
dari Allah seperti halnya nabi Muhammad. Sedangkan sebaliknya dengan presiden
Amerika, dimana semua keputusannya tergantung suara terbanyak rakyat Amerika.
Suara terbanyak sekarang memang Santorium, kedua adalah Romney, dan ketiga
adalah Newt Gingrich. Pada mulanya Santorium mau mengundurkan diri dan
memberikan suaranya kepada Newt Gingrich. Namun karena kehidupan keluarga
Gingrich kurang harmonis dengan perceraiannya, maka suara kepada Gingrich agak
kendor, tapi posisi Santorium dan Gingrich tetap diposisi kesatu dan ketiga.
Romney seorang kapitalist dan kalo dia bisa terpilih kemungkinan dunia bisnis
kembali cerah katimbang dibawah Obama yang memusuhi dan dimusuhi kalangan
bisnis yang menyebabkan Amerika tetap terpuruk ekonominya. Jadi enggak bisa
dihubungkan agamanya seperti di Indonesia atau didalam dunia Islam dimana agama
harus dikaitkan dengan keputusan sebagai kepala pemerintahan. Meskipun Romney
beragama Mormon, namun sebagai presiden dia tidak boleh menggunakan kesempatan
untuk memasukan ajaran Mormon ataupun memanfaatkan untuk menyebarkan agama
Mormon karena ada UU yang mengawasinya melarang presiden Amerika memanfaatkan
posisinya atau jabatannya untuk kepentingan agamanya.
Santorium memang beragama Katolik, tetapi dalam debat terbuka dia menyatakan
sendiri bahwa menjadi presiden Amerika adalah jabatan membela, menyelamatkan
dan mensejahterakan rakyat Amerika bukan agamanya. Jadi Paus Katolik melarang
abortion kepada umatnya, meskipun Sanatorium pribadi adalah umat yang
mematuhinya, namun sebagai presiden Amerika Santorium tidak akan melarang
abortion, karena hal itu tergantung pilihan masing2 rakyat Amerika sendiri, ada
yang merasa penting diresmikannya abortion, dan ada yang menolak abortion.
Namun UU negara tidak bisa melarang Abortion karena hal ini merupakan pilihan
pribadi yang tidak bisa diatur negara. Demikian pendapat Santorium menjawab
penanya apakan beliau akan melarang Abortion maka jawabnya "tidak melarang".
Menyangkut Israel, semua presiden Amerika sama pandangannya, bahwa tugas
Amerika adalah menegakkan keamanan, keadilan, dan kesejahteraan bagi umat
manusia didunia, sehingga Amerika wajib membela Israel yang didholimi oleh
ajaran agama Islam yang mewajibkan umatnya untuk merebut Israel dan membantai
musnah seluruh penduduknya. Jadi semua rakyat Amerika pun punya pandangan yang
sama, ajaran Islam melanggar HAM karena mewajibkan umatnya untuk memusuhi,
memusnahkan dan merebut semua milik orang2 Yahudi didunia. Rakyat Amerika juga
sadar bahwa ajaran Islam itu bukan cuma memusuhi Yahudi saja, tapi juga
memusuhi semua umat manusia yang bukan Islam bahkan juga sesama Islam itu
sendiri.
Jadi siapapun presiden Amerika, dan semua rakyat Amerika satu pandangan, bukan
memusuhi agama Islamnya, tetapi memusuhi kejahatan2 yang diajarkan dalam agama
Islamnya.
> "suryana" <gsuryana@> wrote:
> Bagi orang Indonesia yg sudah menjadi
> warganegara bukan Indonesia dan tidak
> memiliki informasi Indonesia saat ini,
> maka akan selalu menganggap bahwa
> Cina di Indonesia masih di diskriminasi
> dan kondisi Indonesia masih tidak
> aman.
Kalo masalah diskriminasi terhadap orang Cina di Indonesia maka yang dijadikan
pembandingnya bukanlah informasi seperti diatas ini, karena informasi diatas
ini sama sekali tidak ada bukti2 dan referensinya.
Jadi kalo setiap KTP keturunan Cina masih ada kode2 yang membedakan
kecinaannya, apakah hal tsb bisa disebut sebagai tidak diskriminasi??? Itu
tentunya terserah kepada yang menganggapnya, tapi di semua negara didunia hanya
di Indonesia yang membedakan setiap manusia dari agamanya dan keturunannya yang
di identifikasikan dalam KTP-nya, ini termasuk negara2 Timur Tengah dan negara2
yang mayoritas beragama Islam.
Indonesia termasuk negara diskriminatif, diskriminasi terhadap ras, ethnic,
gender, dan agama setiap orang. Bahkan sesama Islam pun, seperti Akhmadiah dan
Syiah dibantai, diusir dan dilarang tinggal dinegara ini.
Islam Ahmadiah sudah dilarang, namun belum bisa diusir karena dilarang oleh
Lembaga HAM. Jadi kalo diskriminasi pura2 dicabut, se-mata2 bertujuan menipu
lembaga HAM Internasional. Diskriminasi di Indonesia tidak bisa dihapuskan
karena ajaran Islam memang diskriminatif terhadap ras, gender, ethnicity dan
agama, namun prakteknya harus disembunyikan, harus ditutupi karena ada
pengawasan dibawah UN.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/