Beladiri Yudo Memanfaatkan Tenaga Lawan Atau Memboncenginya !!!
Kalo anda mengenal falsafahnya ajaran bela diri Yudo itu sederhana, untuk
mengalahkan lawan jangan memboroskan tenaga anda tapi manfaatkanlah tenaga
musuh anda untuk mengalahkan musuh itu sendiri.
Demikianlah, prinsipnya kalo musuh membetot atau menarik kita, jangan melawan
malah kita jorokin musuh itu dengan tenaga betot tariknya itu. Demikian kalo
musuh mendorong mau ngejorokin kita, jangan dilawan, bersatulah dengan tenaga
dorongan musuh untuk kita betot mengikutinya yang kemudian diarahkan
melemparkannya kebelakang kita sesuai dengan tenaga dorongan si musuh tadi.
Tidak bedanya dalam ilmu politik atau strategi berperang, pelajarilah falsafah
musuh, pelajarilah ajaran2 yang dipercayai musuh2 kita untuk kemudian kita
manfaatkan untuk membantai musuh2 itu sendiri.
Demikianlah kita jangan capek2 keluar tenaga atau biaya, boncengilah apa yang
diingin musuh untuk berhasil mendapatkan apa yang diingini kita.
Beruntung nasib Indonesia, Sukarno gagal ditipu, setelah Amerika menyadari
Sukarno beragama Islam maka Masyumi diberi dana untuk menggoalkan piagam
Jakarta agar Syariah Islam menjadi alternatif hukum yang berlaku di Indonesia.
Sukarno dengan tegas menolak dan Masyumi dinyatakan partai terlarang dibasmi ke
akar2nya dengan juga memanfaatkan tenaga2 PKI yang berpaham Komunisme.
Gagal menjerumuskan Sukarno dalam jebakan Syariah Islam dan Piagam Jakarta,
Amerika mempelajari jebakan2 alternatif lainnya dan akhirnya Sukarno tersungkur
juga dalam jebakan "Dewan Jendral". Jendral2 RI memang terkenal sebagai antek
Amerika, dengan gerakan G30S membantai para jendral justru meluruskan jalan
pembantaian PKI.
Meskipun Syariah Islam gagal menjerumuskan Sukarno, tetapi G30S berhasil
menstimulasi keyakinan umat untuk membantai PKI tanpa harus dipimpin oleh
partai agama, justru partai Islam yang tergabung dalam Nasakom itulah yang bisa
diperalat untuk membantai sesama Islam itu sendiri yang mendukung Sukarno.
Demikianlah, Sukarno tergusur maka Syariah Islam harus diberlakukan dulu.
Belum bisa diberlakukan diseluruh RI, bolehlah dimulai dulu di Aceh. Suharto
sendiri melihat Islam sebagai ancaman, oleh karena itu semua kekuatan partai2
Islam pun dibantainya, namun oleh CIA dicegah, akhirnya Suharto menyadari bahwa
semua gerakan2 Islam dibackingi oleh Amerika. Katimbang menentang Amerika
lebih bijaksana memilih bergabung dengan rencana Amerika. Kalo mulanya Suharto
mau membantai partai2 Islam maka terbalik akhirnya dia malah mendukung partai2
Islam yang disusupinya, diboncenginya, Suharto naik haji, ibu Tien yang
beragama katolik beralih menjadi beragama Islam.
Suharto terlalu banyak bersaham dengan orang2 Cina yang tentu membahayakan
kepentingan Amerika nantinya. Apa salahnya kalo memanfaatkan keyakinan ajaran
Islam yang menghalalkan pemerkosaan terhadap orang2 kafir ???? Terjadilah
pemerkosaan massal amoy2 tentu dimotori juga oleh agen2 Amerika yang bertujuan
agar jangan pernah dimasa depan bisa ada orang Cina yang bisa mempercayai Islam.
Tetapi apa yang terjadi jangan disalahkan kepada Amerika, karena yang salah
sebenarnya ajaran Islam itu sendiri yang gampang diboncengi karena banyak
boncengan yang bisa diboncengi.
Kalo saja hukum sekuler yang berlaku di Indonesia, maka pemerkosaan massal
tidak bisa terjadi karena pelakunya pasti ditangkap dinyatakan melanggar hukum
negara. Tapi karena ada hukum alternatif Syariah Islam yang juga berlaku, maka
para pelakunya secara hukum Islam tidak bersalah karena memang dihalalkan dalam
ajarannya sehingga tidak susah untuk mengerahkan massa dalam melakukan
pemerkosaan massal ini.
Jadi masih banyak bencana yang kita tunggu akan terjadi di Indonesia dalam
kerangka memboncengi ajaran2 Islam ini.
Melarang Syariah Islam sama artinya mencabut dan memusnahkan boncengannya tanpa
perlu merusak sepedanya. Islam sebagai sepeda janganlah menyediakan boncengan
agar jangan bisa diboncengi baik oleh sekuler, kafir, ataupun diboncengi sesama
Islam dalam membantai umat Islam aliran lainnya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
Ahli Pembuat Boncengan.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/