http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/aceh-aman-itu-mahal
Aceh: Aman Itu Mahal
Diterbitkan : 20 Maret 2012 - 10:47am | Oleh Aboeprijadi Santoso (Foto: 
Mangiwau) 
Diarsip dalam: 
  a.. Aceh 
  b.. keamanan. GAM 
  c.. Timor Leste
Damai itu mudah, tapi aman itu mahal. Itulah pelajaran penting bagi 
daerah-daerah pasca-konflik. Timor Leste, kini negara merdeka, Sabtu lalu 
menggelar pemilu presiden yang sukses, jurdil dan aman. Tetapi, sebelumnya, 
sepanjang tahun-tahun pertama sejak merdeka, negeri pasca-konflik itu harus 
menjalani proses yang kalut dan kekerasan yang kronis. Ujian dan tantangan 
semacam itu, kini dihadapi Aceh. 

Baru sepekan berikrar damai menjelang Pilkada 9 April, Aceh kembali ramai 
dengan aksi-aksi kekerasan. Beberapa hari berturut-turut, sejak 15 Maret hingga 
kemarin, sejumlah mobil tim sukses dari para kandidat Pilkada dibakar. Anggota 
tim calon independen Irwandi-Mahyan maupun tim Partai Aceh menjadi sasaran. 
Lima aksi pembakaran terjadi, semuanya berakhir dengan tuduhan terhadap 
OTK--Oknum Tak Dikenal.

Walhasil, tidak hanya para pelakunya tak terungkap, tapi rangkaian kekerasan 
itu sulit dikendalikan. Padahal, tepat sepekan lalu, para petanding Pilkada 
yang akan memilih Gubernur serta 17 Walikota dan Bupati itu berikrar damai di 
Masjid Raya Baiturrahman. Bahkan untuk pertama kali ikrar dihadiri sejumlah 
pejabat tertinggi dari Jakarta. Dari Mendagri, Panglima TNI, Kapolri, hingga 
Menko Polhukam, dan Ketua Komisi Pemilihan Umum dan Wakil Ketua DPR RI.

Pesan jelas
Semua ini membawa pesan yang jelas: bagi Jakarta, perdamaian di Aceh di atas 
segala-galanya.
Tujuh tahun sudah, Aceh, sejak perdamaian Helsinki, menikmati perdamaian. Semua 
pihak menyambutnya. Namun perdamaian juga berarti tantangan serta problem 
membangun negeri yang demokratis dan stabil. 

Pilkada pertama enam tahun silam menunjukkan perpecahan di dalam kubu bekas 
Gerakan Aceh Merdeka GAM. Kelompok Irwandi Jusuf dan mantan kombatan memenangi 
Pilkada, sementara kelompok eks GAM dibawah para pemimpin eks-Swedia kedodoran 
dan membangun partai lokal, Partai Aceh.

Sejak itu, pemilu parlemen daerah mencerminkan perpecahan yang semakin besar. 
Partai Aceh menguasai DPRA, sementara Irwandi Jusuf sejak menjadi Gubernur 
merapatkan hubungan dengan Jakarta. Sengketa politik dan hukum seputar 
absah-tidaknya calon independen, berkepanjangan, membuat Partai Aceh memboikot. 
Jadi, partai yang dominan di DPRA, memainkan bobot ancaman. 

Tapi di Jakarta, ada pihak pihak yang ingin memaksakan Pilkada tepat waktu dan 
menaifkan jalan kompromi politik untuk memudahkan aparat keamanan masuk Aceh 
atas nama pengamanan Pilkada. Dengan begitu, ada pertambahan dana belasan 
milyar. Cara ini dianggap dapat menjaga peluang Gubernur Irwandi untuk melawan 
apa yang disebut kelompok "Malik-Zaini-dan-Muzakir", mantan pemimpin GAM di 
pengasingan yang kini memimpin Partai Aceh.

Jakarta turun tangan
Dengan kata lain, sengketa isu politik-legal sekitar calon independen itu hanya 
menjadi selimut yang menutupi persaingan kuasa sebagian elit di pusat dan di 
daerah. Semua itu membuat Jakarta akhirnya turun tangan. Kementerian Dalam 
Negeri, Kapolri, Polhukam, bahkan Presiden berembug. Jadwal Pilkada diubah 
hingga lima kali. Akhirnya ditetapkan 9 April agar partai dominan yang sudah 
terlanjur memboikot, toh dapat ikut Pilkada.

Walhasil, Jakarta harus mengakui bahwa partai bekas pemberontak yang secara 
demokratis menguasai parlemen daerah, tidak boleh tersisih dari pemerintahan 
daerah. Ini sekaligus mencerminkan bahwa para petanding politik di Aceh belum 
mampu memainkan demokrasi secara tertib tanpa bentuk-bentuk intimidasi.

Laporan International Crisis Group ICG membenarkan bahwa Partai Aceh kecewa 
terhadap peran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang netral dalam sengketa 
soal calon independen. SBY yang menang di Pilpres 2009 dengan bekal dukungan 
kuat dari Partai Aceh, ternyata tidak memberi imbalan kepada partai tersebut.

Merapatkan hubungan
Sebaliknya, menurut kalangan pengamat, calon independen Irwandi Yusuf dapat 
merapatkan hubungan dengan elit politik dan bisnis di Jakarta. ICG pun cemas 
kekerasan akan meningkat sementara perhatian pemantau pemilu merosot.

Gelombang kekerasan memang meningkat sejak akhir tahun lalu, dan pada awal 
tahun ini. Dan seperti di masa lalu, masalah keamanan menciptakan proyek 
keamanan yang masih menjadi komoditi. Pertambahan aparat menjadi perlu dan 
menambahkan anggaran daerah. 

Yang menarik, kemelut Pilkada kini mengundang tampilnya para pemain baru yang 
sebenarnya pemain lama yang sudah dikenal di Aceh. Tak kurang empat perwira 
tinggi TNI, termasuk mantan Pangdam Iskandar Muda, yang dulu berperang dan yang 
pernah menghebohkan di Aceh, turun gelanggang dan memilih mendukung Partai Aceh.

Betapa pun, perdamaian Helsinki dan UUPA, Undang Undang Pemerintah Aceh, tetap 
menjadi landasan bersama. Kini Aceh diramalkan akan menjadi lautan merah, warna 
partai mantan GAM, Partai Aceh. Wakil-wakil partai ini diduga bakal memenangi 
banyak kursi kepala daerah, termasuk kursi Gubernur. 

Namun, siapa pun yang menang, semua itu hanya akan menjadi bekal berharga bila 
qanun-qanun dan pola permainan kelak mampu menjamin permainan demokrasi yang 
tertib dan terhormat.
Bagi Jakarta, perdamaian di Aceh adalah segalanya. Tapi bagi Aceh, terlebih 
dahulu, keamanan adalah segalanya. 


Favorit/Cari dengan:

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke