http://www.mediaindonesia.com/read/2012/03/03/307659/4/2/Harga-BBM-Naik-Gaji-Buruh-Tergerus-20

Ekonomi
Harga BBM Naik, Gaji Buruh Tergerus 20% 
Penulis : Daniel Wesly Rudolf
Jumat, 23 Maret 2012 19:14 WIB  
Ilustrasi--MI/Tiyok/ip
JAKARTA--MICOM: Jelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), harga-harga 
kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Kenaikan harga tersebut akan semakin 
menyengsarakan buruh karena tidak sebanding dengan kenaikan upah. 

Demikian diungkapkan Ketua Majelis Pengawas Organisasi Konfederasi Serikat 
Buruh Sejahtera Indonesia (MPO KSBSI), Rekson Silaban, saat dihubungi Jumat 
(23/3). "Sudah bisa dipastikan, kenaikan harga BBM akan merugikan buruh. Sebab, 
tentu saja berdampak pada kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lainnya," ujar 
Rekson yang tengah menghadiri rapat ILO di Geneva, Swiss. 

Rekson memaparkan, dari hitungan serikat buruh, lanjutnya, harga-harga 
kebutuhan pokok diperkirakan akan naik sekitar 10%-15%. Ditambah dengan 
kemungkinan tingkat inflasi nasional tahun ini 6,5%, maka implikasinya akan 
menguras pendapatan buruh pada kisaran 18%-20%. 

Sedangkan apabila dibandingkan dengan kenaikan upah minimum buruh tahun 2012, 
lanjutnya, kenaikan rata-rata secara nasional hanya 10,27%. Artinya, kenaikan 
upah buruh menjadi tidak berguna karena kenaikan harga BBM dan dampak yang 
ditimbulkannya. 

"Artinya, kehidupan buruh akan memburuk akibat menurunnya daya beli sebesar 
10%," tuturnya. (WR/OL-9) 
++++
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/03/03/307641/4/2/Aduh-Harga-Elpiji-12-Kg-Capai-Rp120-Ribu
Ekonomi
Aduh, Harga Elpiji 12 Kg Capai Rp120 Ribu 
Jumat, 23 Maret 2012 16:39 WIB ANTARA/Irwansyah Putra/rj
PANGKALPINANG--MICOM: Harga elpiji di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka 
Belitung (Babel), naik menjadi Rp120 ribu per tabung (satuan isi 12 kilogram) 
dari harga sebelumnya Rp115 ribu per tabung. 

"Dalam sepekan terakhir pasokan dan persediaan gas berkurang, sementara 
permintaan elpiji untuk kebutuhan memasak masyarakat cukup tinggi," ujar A Men, 
salah seorang pedagang eceran gas elpiji di Pangkalpinang, Jumat (23/3). 

Ia menjelaskan, pasokan elpiji mulai tersendat semenjak maraknya aksi unjuk 
rasa masyarakat menolak penaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

"Kami kurang tahu pasti, penyebab kenaikan elpiji namun harga elpiji mulai 
merangkak naik semenjak maraknya aksi unjuk rasa penolakan kenaikan BBM di 
Pulau Jawa dan Sumatra," ujarnya. 

Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan elpiji masyarakat, para pedagang hanya 
mengandalkan pasokan dari luar daerah, karena belum ada stasiun isi ulang 
elpiji. Sehingga perkembangan harga gas berdasarkan pasokan dan permintaan 
masyarakat. "Kami hanya mengikuti perkembangan pasar, apabila pasokan gas 
terbatas yang diiringi permintaan tinggi, maka dengan sendirinya harga gas 
naik," ujarnya. (Ant/OL-9) 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke