Refl: DPR lepas tangan? Mengherankan? Bukankah DPR adalah Dewan Penipu 
Rakyat, jadi tak perlu heran. Terimalah sebagai sebagai pil pahit bernilai 
harga mati sambil paham bahwa dewan penipu rakyat tidak berkewajiban memenuhi 
impian maupun hasrat kebanyakan orang bahwa badan ini setiap waktu berada di 
garis depan membela kepentingan rakyat. Janganlah ngelamun dan mimpi akan hari 
depan di horison NKRI membawa kebahagiaan. Horison itu sendiri makin maju kita 
ke arahnya tetap saja makin jauh jaraknya yang tak terhingga, begitulah harga 
mati NKRI.

      Dikatakan bahwa keledai tidak akan tersentuk pada batu yang sama dua 
kali. Mengenai bahan bakar minyak ini bukan kali pertama masalnya di NKRI 
negeri penghasil minyak. Pada tahun 1970-an ketika perusahaan minyak di seluruh 
dunia memperlipatkan ganda keuntungan mereka, Pertamina rugi busaaaaar! 
Ditaksirkan Pertamina mengalami kerugian sebesar US$ 10.000.000.000,—(sepuluh 
miliar dollar). Sekarang dengan adanya harga minyak mentah naik menjulang ke 
angkasa bisu berawan gelap, perusahaan minyak memperlipatkan keuntungannya, 
rakyat negeri penghasil minyak ini, dinaikan harga BBM dengan alasan 
penyelamatan ekonomi, demikian kata raja Neo-Mojopahit. Pernyataan ini tentu 
menimbulkan pertanyaan: “Ekonomi siapa yang diselamatkan kalau rakyat menderita 
dengan adanya kenaikan harga ini?” 

      Hidup, hidup harga mampus! eh harga mati. 


      
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/25/ArticleHtmls/KENAIKAN-HARGA-BBM-DPR-Lepas-Tangan-25032012001018.shtml?Mode=0


      KENAIKAN HARGA BBM DPR Lepas Tangan  
     
      JAKARTA  

“Kalau tidak mau citra negatif, ya, jangan naikkan."

Dewan Perwakilan Rakyat akan menyerahkan keputusan soal kenaikan harga bahan 
bakar minyak kepada pemerintah. Ini adalah opsi yang ditawarkan Fraksi Partai 
Keadilan Sejahtera (FPKS) dalam rapat internal Badan Anggaran DPR di Senayan 
kemarin sore. 
Wakil Ketua Badan Anggaran DPR dari FPKS, Tamsil Linrung, mengklaim usulan 
fraksinya disetujui mayoritas fraksi yang lain. Ia tak membantah bahwa, dengan 
usulan ini, DPR terkesan lepas tangan dalam persoalan kenaikan harga BBM 
bersubsidi.

Tamsil tak menampik tudingan bahwa DPR tak mau mendapat citra negatif karena 
menyetujui kenaikan harga BBM. Menurut Tamsil, Menteri Keuangan Agus 
Martowardojo juga telah menyatakan pemerintah siap menanggung citra negatif 
akibat kebijakan itu.“Kalau tidak mau citra negatif, ya, jangan naikkan.“

Ia mengatakan DPR hanya akan menyepakati soal besaran subsidi BBM seperti yang 
disodorkan pemerintah dalam Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan 
Belanja Negara Perubahan 2012 sebesar Rp 137 triliun. “Kami tak akan menyetujui 
atau menolak kenaikan harga BBM,“ ucapnya kepada wartawan di gedung DPR kemarin.

Menurut Tamsil, Dewan akan menaikkan Anggaran Risiko Fiskal sampai Rp 55 
triliun. Dewan juga mempersilakan pemerintah menggunakan Anggaran Risiko Fiskal 
tersebut untuk menutupi defisit subsidi BBM. “Kami memberi ruang kepada 
pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM,“ ujarnya.

Meski demikian, Menteri Keuangan menolak usulan tersebut. “Kami tidak mau tidak 
transparan kepada BapakIbu anggota Dewan,“ katanya. Menurut Agus, alokasi 
subsidi memang harus ditambah jika harga BBM tidak dinaikkan.“Bukan menambah 
Anggaran Risiko Fiskal.“

Ia juga menilai usulan Tamsil bersifat multitafsir. Hal itu berisiko politik 
karena pengambil keputusan bisa berubah. “Kita masa kerjanya hanya berapa 
tahun. Kami ingin menjaga kepercayaan di antara sesama,“ ucapnya. Rapat kerja 
Banggar dengan Menteri Keuangan kemarin sangat alot. Rapat tersebut diskors 
pada pukul 13.00. Banggar kemudian menyelenggarakan rapat internal sampai 
menjelang magrib. Namun rapat kerja kembali ditunda dan memberi kesempatan 
kepada tiap fraksi untuk berkonsolidasi.

Namun, sampai pukul 22.30, rapat Badan Anggaran belum juga dimulai. 
Masing-masing fraksi masih berkutat mengambil keputusan untuk disampaikan ke 
rapat Banggar. Pemerintah dan DPR harus segera mengesahkan RUU APBN Perubahan 
2012 sebelum pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi per 1 April.

FEBRIYAN | AKBAR TRI KURNIAWAN | ELIZA HAMZAH 

     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke