lagi, satu peristiwa 'sudden death' di lapangan sepak bola :

http://www.youtube.com/watch?v=42klb5HjvBk
 

From: liver_duke <[email protected]>
  
 

  
Pray 4 Fab Muamba
http://ligafantasi.blogspot.com/2012/03/pray-4-fab-muamba.html

Mungkin publik awam belum kenal Patrice Muamba, bahkan banyak
penggemar sepak bola masih asing dgn nama gelandang Bolton berusia
23 tahun ini. Bagi para manajer soccer fantasy menyebutnya Fabrice
Muamba sbg alternatif midfielder seharga 3.66 dgn poin 53.00 untuk
20 laga plus mencetak 1 gol, walau semakin kalah pamor dari Ryo
Miyaichi misalnya. Hingga kemudian pada menit akhir babak pertama
laga perempat final Piala FA antara Spurs versus Bolton harus
dihentikan lantaran Muamba mendadak semaput akibat serangan jantung
di tengah lapangan. Pertandingan di White Hart Lane pada Minggu
18 Maret 2012 langsung dihentikan oleh wasit bahkan pihak TV
sepakat menolak untuk meliput ulang peristiwanya demi menghargai
Muamba yg sedang meregang nyawa saat dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa sekejap namun mencekam yg berdampak luas bagi sepak bola
maupun kemanusiaan umumnya, termasuk diriku rela akibat laga Aston
Villa vs Bolton ditunda padahal sempat masang striker Agbonlahor
dan defender Tim Ream yg artinya sukses diganjar nol besar.

Salah satu makna solidaritas hasil "permainan" sepak bola ini
adalah aksi patriotik dari fans Spurs yg berarti pihak lawan Muamba,
seorang dokter bernama Andrew Deaner. Ia melepaskan atribut suporter
untuk melompat heroik ke lapangan, menerobos petugas keamanan yg
baru mengijinkan setelah ia mengeluarkan identitas ahli jantung.
Andrew langsung memimpin tindakan pertolongan pertama di tengah
lapangan termasuk penggunaan alat pacu jantung (peacemaker) saat
mendampingi Muamba di ambulan. Setiap detik amat berharga apalagi
dikhabarkan Muamba "sempat meninggal" beberapa puluh menit,
diperkirakan akan cacat otak permanen kalaupun masih sanggup siuman.
Demi resiko fatal yg dapat menimpa siapapun termasuk profesi olah
fisik begini, maka reaksi langsung diserukan oleh para kolega di
seluruh dunia. Misalnya selebrasi Gary Cahill saat membuka gol
Chelsea ke gawang Leicester beberapa jam setelah tragedi Bolton,
ia membuka kaosnya bertuliskan "Pray 4 Muamba". Entah kapan dan
bagaimana ia sempat bikin kaos itu? Kemudian di liga Spanyol diikuti
Barcelona yg kebetulan sedang mendoakan pula Eric Abidal untuk
transplantasi hati, bahkan seteru abadi Real Madrid sebelum meladeni
Malaga sempat memperagakan kaos dua wajah bertuliskan "Get Well Soon
Muamba" dan "Animo Abidal". Begitupun di Serie A saat Juventus
mencukur Fiorentina 5 - 0 telah didedikasikan khusus untuk Muamba.

Dampak musibah Muamba yg mengawali karir profesional bersama Arsenal
dan masih tercatat dalam Timnas Inggris, semakin memperketat standard
keselamatan sepak bola di Inggris. Jauh lebih maju ketimbang drama
horor 6 tahun lalu saat kepala kiper Petr Cech retak akibat dihajar
lutut Stephen Hunt. Cech harus merangkak sendiri ke tepi lapangan
sementara Mourinho kalap berteriak memanggil ambulan yg butuh 30
menit untuk masuk ke lapangan. Adapun untuk dunia lainnya masih
berkutat dgn standard minimal, misalnya di saat Muamba masih belum
sadar di London Chest Hospital ada pesepak bola India tewas setelah
pingsan akibat gagal jantung di pertandingan tingkat lokal dan harus
ke rumah sakit menggunakan becak. Selain kewajiban aspek teknis dan
standard resusitasi, tak kalah penting adalah respon dan norma yg
patut diberikan kepada setiap pemain tanpa memandang status terutama
dari apresiasi suporter universal yg mengaku pencinta sepak bola.
Karena permainan ini bukan lagi hanya melibatkan aspek industri
multi sektor maupun fanatisme termasuk unsur judi, tetapi menuntut
norma loyalitas kemanusiaan hingga simbol peradaban.
Begitulah nyawa sepak bola, sejatinya.


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke