Refl: Islam datang dari Timur ataukah Barat Indonesia?

http://www.harianterbit.com/artikel/rubrik/artikel.php?aid=147372


Islam diserang lewat budaya
      Tanggal :  26 Mar 2012 
      Sumber :  Harian Terbit 
KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Ahmad Kholil Ridwan mengatakan, 
bangsa Indonesia sekarang ini satu demi satu elemen dari agama Islam berusaha 
dipreteli hingga akar-akarnya. Namun karena akar Islam susah dipreteli, maka 
Islam akan dipreteli pada bagian-bagian lainnya seperti budaya.

Ia mengingatkan sebagai negara mayoritas muslim, Indonesia memang menjadi 
sasaran empuk invasi budaya Barat. Dengan populasi umat muslim terbanyak, 
Indonesia dikhawatirkan menjadi satu bentuk negara Islam yang utuh. Kondisi ini 
tentu tidak diinginkan oleh Barat. Jika Indonesia betul-betul menjadi negara 
berlandaskan syariat Islam maka ini merupakan lonceng persaingan dengan barat 
baik dalam ekonomi, politik, maupun militer akan bergema.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Husnayain ini mengatakan untuk merusak bangsa 
Indonesia saat ini maka musuh-musuh Allah mulai menyuplai artis-artis 
mancanegara yang biasa menampilkan unsur-unsur haram seperti Lady Gaga. "Hal 
itu agar umat Islam bisa menerima suatu budaya yang diharamkan. Bahkan menjadi 
sesuatu yang menyenangkan," tambahnya. Sebetulnya orang yang berusaha 
mempreteli, mengaburkan, dan mengacaukan ajaran dan budaya Islam bukan baru 
sekarang terjadi. Rosulullah saw juga sudah mengemukakan hal ini di zamannya 
bahwa Islam berawal dari (pemahaman) yang asing dan kembali akan menjadi asing 
di akhir zaman. Namun yang memprihatinkan adalah jika orang Islam yang sadar 
atau tidak sadar bahkan telah ikut mengacaukan ajaran Islam itu sendiri.

Contoh, bank konvensioal beroperasi dengan membungakan atau bahkan berjual-beli 
uang. Umat Islam seharusnya tidak memakai jasa bank konvensional agar tidak 
ikut makan riba. Kita pernah pula kelimpungan ketika kita kesulitan uang dollar 
padahal harus ada untuk aneka transaksi internasional. Contoh lain, umat Islam 
dilarang berpecah-belah, faktanya kita mudah saja berpartai-partai.

Bahkan yang lebih jelas lagi, orang Yahudi dari dulu dibenci Islam karena 
perilakunya yang buruk, suka berkhiatan sejak Nabi Musa as dan tidak pernah 
lalai mempergunakan wanita sebagai daya pikat untuk dipajang di berbagai produk 
atau kegiatan untuk mengacaukan umat Islam. Sampai kini pun banyak ajaran 
Yahudi yang merusak, termasuk aneka budayanya yang suka hura-hura, pesta-pesta, 
atau hal lain yang sekedar mengumbar syahwat/pergaulan bebas dan pamer materi.

Kita ingatkan masalah ini karena orang sering tidak tahu bahwa agamalah yang 
menjadi induk agama karena ajaran agama yang dilaksanakan menerbitkan budaya 
bagi manusia. Faktanya ba nyak orang menggolongkan agama sebagai bagian dari 
budaya karena mereka tidak pernah tahu akar sejarah manusia. Untuk itu budaya 
sering dibela habis-habisan termasuk ketika melanggar agama. 

Misalnya saja, Islam mengharamkan gambar mahluk hidup. Faktanya ada lukisan, 
gambar, foto, atau film yang vulgar katanya sah demi seni atau budaya. Ini 
berarti ada pemikiran yang tidak komplit ketika memahami agama dan ini justru 
menjadi ancaman paling tidak kentara padahal amat berbahaya.

Agama adalah nasehat bagi Allah, bagi Rosul-Nya, dan bagi semua umat atau 
bahkan isi bumi dan langit. Sayangnya banyak orang memahami agama seperti 
memahami nasehat biasa sehingga orang mudah mengacuhkan bahkan melecehkan. 

Maka para ulama tidak cukup bernasehat dengan kata-kata, harus ada aksi 
keteladanan dan penangkalan yang benar-benar bisa dirasakan maknanya bagi umat. 
*

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke